
di kantor Eza sedang sibuk memeriksa berkas hingga sekretaris nya masuk dan memberi tahu jika kanita sudah mulai bekerja lagi. Eza terkejut karena kanita tidak mengatakan apapun...
Eza keluar ruangan dan masuk ke dalam ruang ganti kanita, benar saja disana kanita sedang duduk santai memainkan ponselnya. kanita kaget melihat Eza duduk di hadapannya juga merasa kesal niat nya untuk memberi kejutan gagal karena Eza sudah mengetahui kehadiran nya...
"kakak kok bisa ada di sini" tanya kanita
"harusnya aku yang bertanya kenapa kamu ada disini mumun" jawab Eza
"hey aku disini bekerja Bambang" balas kanita
"siapa yang menyuruh kamu untuk bekerja" tanya Eza membuat kanita heran
"aku tidak mau menjawab" balas kanita
"kenapa" tanya Eza bingung
"siapa yang memberi tahu kakak kalau aku ada di sini" jawab kanita
"orang nanya itu di jawab bukan balik bertanya" balas Eza
"aku tidak akan menjawab jika kakak tidak menjawab pertanyaan ku" ucap kanita
"tidak ada yang memberi tahuku" jawab eja berbohong
"pasti bohong kan" tanya kanita
"tidak" jawab Eza cepat
"huh padahal aku kesini ingin memberikan kejutan, tapi gagal" balas kanita mengerucutkan bibirnya
"gagal kenapa" tanya Eza
"ya gagal lah kakak sudah tahu keberadaan ku" umjawab kanita Eza pun tersenyum
"kenapa tersenyum apa ada yang lucu" tanya kanita
"iya kamu lucu" jawab Eza membuat pipi kanita merona
"seperti apa" tanya kanita tersenyum
"seperti marmut" jawab Eza terkekeh
"marmut?" tanya kanita mengerutkan keningnya
"iya marmut" jawab nya lagi
"kecil dong aku kalo kaya marmut" ucap kanita membuat Eza kembali terkekeh
"kanita" panggil Eza
"iya kenapa" jawab nya cepat
"kamu kenapa masuk kerja sekarang" tanya Eza
"iya karena aku merindukan seseorang" jawab nya malu-malu
"siapa" tanya Eza menggoda
"hmmmm siapa ya? ya pokok nya yang sekarang sedang sibuk dengan pekerjaan nya" jawab kanita
"wahhhh seperti nya kamu sangat merindukan nya" ucap Eza
"ya aku merindukan nya, tidak ada teman berdebat jika dia tidak ada" balas kanita tersenyum
"jadi kau merindukan nya hanya untuk berdebat" tanya Eza kesal
"hahaha tidak tidak seperti itu" jawab kanita
di sisi lain Jeje sedang memperhatikan interaksi keduanya, hatinya kesal ingin rasanya ia menghampiri keduanya namun masih berfikir akan karier nya.
Jeje bisa saja nekat namun ia masih memiliki akal sehat, jika ia melakukan itu maka bersiap-siaplah nanti Eza akan membuat hidup nya menderita. Jeje tahu jika Eza sangat mencintai kanita namun ia tidak ingin menyerah mungkin saja Eza akan berubah begitu fikir nya...
"kak aku laper" ucap kanita yang saat ini duduk di samping Eza
"mau makan apa" tanya Eza
"aku mau makan kamu" jawab kanita meledek
"haha apa kau Sumanto mau makan manusia" tanya nya tertawa
"bukan aku harimau" jawab kanita kali ini kedua tangan nya di pegang oleh Eza
"lepasin" ucap kanita menarik tangan nya namun Eza tidak melepaskan, ide jahil pun muncul kanita menggigit tangan Eza hal itu membuat Eza terlonjak kaget.
"awuhhh" teriak nya memegang tangan yang baru saja di gigit oleh kanita
"hahah maafkan aku" ucap kanita menarik tangan Eza
"kau benar-benar anak harimau rupanya" balas Eza
"hahaha bukan" ucap kanita mengelus tangan Eza
kanita merasa nyaman, tenang tentunya aman dari bahaya jika sedang berdekatan dengan Eza. di luar ruangan orang-orang sedang membicarakan kedekatan keduanya, ada yang merasa kagum, salut dengan kanita karena ia bisa membuat Eza yang kaku menjadi seperti ini. bahkan banyak karyawan yang baru pertama kali mendengar Eza tertawa lepas dan itu hanya saat bersama kanita saja.
"gue bersyukur si bos sama non kanita" ucap si A
"iya karena dia si bos jadi ceria" tambah si B
"lebih ceria saat sama non kanita daripada saat bersama non Sabil dan nona Jeje" celetuk si A
"tentu saja non kanita nya saja ceria dan humoris tidak terlalu serius. bahkan kalau lagi Manda sikap kekanak-kanakan nya masih terlihat dan itu sangat menggemaskan" balas si B
ya semua orang memang menyukai kanita bukan hanya karena kecantikan nya tapi juga karena kanita yang ramah dan prontal. kanita orang yang jujur jika ia tidak suka maka akan mengatakan seperti itu, jika tidak nyaman ia pun akan mengatakan nya dan jika ia suka menyukainya ia akan memujinya. hal itu membuat karyawan di kantor Eza menyukai kanita karena dengan seperti itu kanita tidak menyusahkan pekerjaan mereka...
dan kanita tidak jaim bukan berarti tidak punya malu iya lebih suka mengatakan apa yang ia inginkan daripada harus memberi kode, karena fikir nya setiap orang tidak mungkin peka jadi daripada ribet dan bikin kesal kanita selalu mengungkapkan apa yang ia ingin kan. seperti saat ini ia sedang merayu Eza untuk membelikan makanan dan ice cream.
"kakak ayolah laper akutuh" rengek kanita
"asal jangan makan yang pedas " ucap Eza
"tidak aku ingin bakso dan ice cream" rengek nya lagi
"tidak kau tidak boleh makan pedas dulu" ucap Eza
"hey ada apa dengan mu kakak? mana enak jika makan bakso tidak pedas" ujar kanita mengedipkan matanya membuat Eza gemas
"berhenti mengedipkan matamu" ucap Eza kanita pun tertawa
"hahaha mangkanya iya dulu" pintanya kali ini Eza kalah dengan rengekan manja kanita
"hah, baiklah ayo" ucap Eza menggandeng tangan kanita
"ayoo" ucap kanita dengan tangan yang di gandeng oleh Eza
saat keluar ruangan kanita semua orang menatap ke arah nya, kanita dan Eza tidak peduli kali ini kanita lapar dan ingin bakso jadi bodo amat orang mau ngomong apa yang penting kenyang dulu begitu fikir kanita.
.
.
.
.
.
.
.
*jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N: Thor bentar lagi itumah π
A: paan yang bentar lagi Mumunπ€
N: kankan sama babang Eza π
A: amin doain aja π
N: kankan Thor bukan elo Thor bukanπ
A: elah pelit amat Lo jamilehπ£
N: suka-suka gue lah π
A: terserah π
**N: πππ***