
Dio dan Carl tiba di apartemen milik Jeselin, saat Jeselin akan masuk kedalam apartemen nya Carl dengan cepat menarik tangan kakak kandung nya itu hingga Jeselin berbalik dan beradu tatap dengan Carl.
Betapa terkejutnya Jeselin melihat manik mata milik adik nya itu, adik yang telah pergi dari hidup nya selama bertahun-tahun.
Dan semua itu karena kelakuannya yang membuat sang ayah mengusir adik nya, kini ia bertatap muka langsung dengan Carl.
"Kau" lirih nya.
"Dimana Aiden" ucap Dio membuat Jeselin mengalihkan pandangannya.
"A_aiden si_siapa" tanya Jeselin, ia melihat kobaran amarah di mata Dio dan Carl. adik nya itu kini tumbuh menjadi laki-laki dingin dan terlihat kejam.
"Jangan berbohong dimana kau sembunyikan Aiden" bentak Carl.
Saat mereka sedang sibuk menyudutkan Jeselin seorang wanita keluar dari apartemen nya dan menghampiri Jeselin, ia berkata bahwa anak kecil yang Jeselin titipkan itu demam.
"Nona maaf anak yang anda titipkan demam" ucap Jeselin membuat Dio dan Carl menoleh.
"Sembunyikan anak itu kenapa kau bodoh sekali" geram Jeselin, namun terlambat kini tubuh mungil Aiden sudah berada dalam gendongan Mae, ya saat mendengar Dea menganmuk di tempat kerja Jeselin Mae langsung pergi menuju apartemen Jeselin.
Wanita itu mengikuti jejak GPS yang ada di sepatu Aiden, karena sepatu yang di gunakan Aiden adalah pemberian dari Mae.
Sementara GPS yang berada di jam Aiden sudah di non aktifkan oleh Jesi, bahkan Jesi membuang jam Aiden yang di belikan khusus oleh Justin.
Saat wanita itu menghampiri Jesi dan Dio Mae buru-buru masuk ke dalam apartemen wanita itu, ia menangis melihat Aiden yang terlelap dengan tubuh yang demam.
"Mae" gumam Dio, tidak lama Dea Julian dan Justin datang ke lokasi tersebut.
Dea yang melihat tubuh Aiden yang lemah murka saat itu juga, Dea menarik lengan Jeselin dan menyeret nya.
"Apa yang kau lakukan kepada anakku j******g" teriak Dea.
"Lepas" pekik Jeselin.
"Aku tidak akan melepaskan mu, aku akan melakukan hal yang sama seperti apa yang kau lakukan kepada putraku" pekik Dea, saat itu pula ayah Jeselin datang dan terkejut melihat keadaan putri kesayangannya.
"Ayah" teriak Jeselin.
"Panggil lah ayah mu itu, ayah yang tidak bertanggung jawab" ucap Dea, sungguh Jeselin menghancurkan semua rencana ayah nya. ia yang berniat akan ke kantor Justin pun gagal karena ia berfikir jika anak yang ia culik adalah anak Mae namun ternyata salah.
Bukan menghampiri Jeselin ayah nya itu justru menghampiri Carl, anak lelaki yang selalu ia sakiti.
"Kau" ucap nya.
"Apa kau mengenalku" sinis Carl.
"Carl kau putraku" ujar nya.
"Tidak aku bukan putramu, aku putra dari tuan Justin dan nona Dea" jawab Carl membuat Jeselin memelototkan matanya.
Bagaimana bisa adiknya itu masuk kedalam keluarga Abrisham, kenapa tidak Jeselin yang masuk kedalam keluarga itu.
"Ayah dia anak mu ayah" teriak Jeselin.
"Diam kau aku bukan anak nya dan aku bukan adik mu" bentak Carl, membuat Justin dan yang lain nya terkejut.
"Hasihhh, kaget gue" gumam Julian mengelus dada nya.
"Lalu dia ayah macam apa yang menyiksa dan mengusir anak nya sendiri, apa aku harus mengakuinya setelah apa yang dia lakukan padaku" sinis Carl.
"Nak ayah tahu kau juga yang membuat perusahaan ayah di ambang kebangkrutan, tolong nak tolong ayah" mohon nya, Karena sebelum kemari ayah Jeselin sempat mendapat informasi bahwa masalah perusahaan nya itu ulah dari putra sulung Justin.
"Nikmati saja kesusahan mu, aku sudah memaafkan mu tapi jika untuk membantu mu aku tidak Sudi" ucap Carl dengan sadis, membuat Dea bingung pasalnya ia tidak mengajarkan putranya untuk kelewat kejam.
"Dea lepasin gue" teriak Jeselin.
Dea menyeret tubuh Jeselin dan mendorong nya tepat di hadapan Carl, hingga membuat Jeselin menunduk dan bersimpuh di kaki adik nya itu.
"Ini tidak seberapa dengan apa yang kamu lakukan kepada putraku" ucap Dea, sementara Justin ia menelpon anak buah nya untuk membereskan Jeselin. Justin memasukan Jeselin ke rumah sakit jiwa, ia sengaja ingin menyiksa batin dan mental Jeselin. sementara ayah Jeselin ia masukkan kedalam penjara atas kasus kekerasan kepada anak nya.
Justin mengambil Aiden dalam gendongan Mae, ia memeluk putra kesayangan nya itu sementara Dea memeluk Carl yang ambruk. Dea mengerti mungkin Carl merasa tertekan selama ini atau mungkin ia merasa takut jika Dea pun akan mengusir nya setelah kelakuan kakak dan ayah nya.
"Abang kuat bang, tadi mom lihat kamu kuat bang" ucap Dea memeluk Carl.
"Abang malu mom Abang malu" jawab Carl.
"Abang anak mommy jadi jangan pernah merasa malu, selamanya kamu anak mommy" ucap Dea, Mae pun iku memeluk Carl penuh sayang.
"Carl gak salah oke" ucap Mae.
"Onty maaf onty" lirih nya.
"Kita gak marah sama kamu boy, kamu gak salah yang terpenting Aiden sudah kembali" ucap Mae, membuat Dea menatap Justin yang menggendong Aiden.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: ini gue udah mulai pusing nulis nih 😭
N: ngapa tuh 🙄
A: pusing mikirin alur nya Uun 😒
N: semangat deh Thor 💪
A: pastinya 😊*