Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 207


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, Dea dan Mae pun tiba di sebuah rumah besar, mewah bak istana.


Melihat rumah yang berada di hadapannya lagi-lagi membuat Mae terkejut, bahkan Mae berfikir ada apa dengan sahabat nya ini kenapa dia selalu tinggal di rumah gede meskipun gak Segede rumah Rio.


"Ini rumah siapa dah Mun?" tanya Mae.


"Rumah gue, ayo masuk" jawab Dea, menarik tangan Mae.


"Ketemi Lo gila main masuk aja, ini bukan rumah l_" ucap Mae terhenti saat melihat lukisan yang seperti foto Dea dan Justin, Mae pun membuka mulutnya karena terkejut.



"Dea" panggil Mae


"Duduk Mai, gue mau minta mbak buat bawain minum sama Camilan dulu" ucap Dea berlalu meninggalkan Mae, saat mae masih Bingung ia melihat Julian masuk.


"Ngapa Lo bengong Mulu? tikus tetangga gue bengong Mulu besok nya metong" ucap Julian mengagetkan Mae.


"Sue Lo, bagusan dikit apa tikus pisan" kesal Mae.


"Terus Lo maunya apa?" tanya Julian.


"Apa aja terserah Lo, eh gue mau tanya ini rumah siapa?" tanya Mae.


"Lo gak bisa liat itu ada lukisan Segede gaban, gambar Kaka gue sama Dea" ucap Julian menunjuk foto yang sama, yang dilihat pertama kali oleh Mae.


"Itu lukisan ya? gue kira foto" ucap Mae.


"Gak guna Lo di lahirin jadi holang kayah" cetus Julian.


"Sue Lo, jahat banget si Jamil" ucap Mae.


Saat keduanya tengah berbincang Dea pun muncul di antara mereka, Mae langsung menarik tangan Dea untuk duduk.


"Jelasin Mun jelasin" ucap Mae menunjuk foto yang di pertanyakan sejak tadi.


"Kenapa?" tanya Dea.


"Kenapa Lo begitu sama si ganteng gak takut Mun?" tanya Mae.


"Ya jelas lah dia laki gue" jawab Dea, membuat Mae terbelalak.


"Sesak nafas gue Mumun Lo ngomong begitu" ucap Mae mengelus dada nya, namun itu membuat Julian tertawa.


"Kenapa Lo bisa nikah Mun" tanya nya lagi.


"Ya karena gue cewek normal" jawab Dea.


"Lo gak Midun kan mun?" tanya Mae khawatir.


"Gila Lo ya, gue kawin udah mau empat bulan Maemunah mana ada midun-midun. Alhamdulillah gue baik-baik aja ketemi" jawab Dea membuat Mae bernafas lega.


"Udah lama banget dong, kenapa gue gak tau coba cerita sama gue, kenapa Lo bisa nikah sama pangeran impian gue" cetus Mae, membuat Dea tertawa. karena teman nya itu selalu bisa membuat suasana tegang jadi santai.


"Gue di jodohin" ucap Dea.


"Apa!" teriak Mae.


"Gak usah teriak ketemi, ini rumah bukan hutan" ucap Dea.


"Sumpah ya de, semua jawaban Lo bikin gue sesak nafas. sukur-sukur gue gak bengek" ujar Mae kali ini Julian yang terkikik geli.


Namun keduanya tidak menghiraukan Julian, mereka malah asik dengan perbincangan nya sendiri.


"Lo di jodoin sama ayahanda Lo yang tampan menawan rupawan, ahhhh Poko nya itulah" tanya Mae.


"Iya gue di jodohin sama ayah bunda" jawab Dea.


"Gue gak nyangka, pantes aja Lo seneng banget kalo gue lagi dengerin lagu mama muda" ledek Mae.


"Hoyy ngarang mana ada begitu, itu kan lagu favorit elo" ucap Dea membuat Mae terkekeh.


"Jangan buka kartu apa de" bisik Mae.


"Btw itu siapa de?" tanya Mae menunjuk Julian yang tengah duduk santai.



"Oh itu Julian adiknya bang Justin" jawab Dea.


"Berarti dia adik ipar Lo dong" ucap Mae.


"Yap" jawab Dea mengangguk.


"Yaampun Dea Lo mah tega bener sama gue, punya Daik ipar ganteng manis begitu kaga bagi-bagi" kesal Mae.


"Yaampun Mai, itu orang bukan cake yakali gue bagi-bagi" ucap Dea membuat Mae tertawa lepas.


Melihat Dea dan Mae asik mengobrol dan tertawa lepas Julian merasa senang, itu artinya Dea bahagia dengan hidup juga orang-orang di sekitarnya.


Setelah menjelaskan semuanya kepada Mae, dan setelah makan bareng Mae pun pamit pulang karena ia harus mengantar ibunya ke butik.


...


Sore hari Justin pulang dari kerja nya, ia langsung menghampiri Dea yang tengah duduk di sofa dengan ponselnya.


"Abang, kaget akunya" ucap Dea mengelus dada.


"Lagi ngapain? fokus banget kamu" tanya Justin.


"Aku lagi baca novel, Abang mau mandi?" tanya Dea.


"Iya" jawab Justin. Dea pun bergegas ke kamar mandi untuk menyiapkan air untuk Justin.


Setelah nya Justin masuk untuk membersihkan diri, beberapa saat kemudian pintu kamar mandi terbuka.


Justin langsung mengenakan pakaian santai yang di siapkan Dea, ia pun naik ke atas ranjang tempat dia berdiam diri.


"Dea" panggil Justin.


"Hmmmmm" jawab Dea, menoleh ke arah Justin yang berada di samping nya.


"Aku mau ngomong" ucap Justin.


"Iya Abang mau ngomong apa bang?" tanya Dea.


"Lusa aku harus kembali ke negara X, ada yang harus aku kerjakan disana" ucap Justin.


Deg... jantung Dea berdegup kencang mendengar ucapan Justin.


"Berapa lama" tanya Dea, jujur saja ia tidak ingin di tinggalkan oleh Justin.


"Satu Minggu paling cepat" jawab Justin.


"Selama itu?" tanya Dea dengan mata berkaca-kaca.


"Hey kamu kenapa? jangan nangis" ucap Justin, merengkuh tubuh Dea.


"Abang akan pergi tinggalin Dea" lirihnya.


"Aku pergi untuk kembali, aku gak akan ninggalin kamu lama-lama" ucap Justin.


"Promise" ucap Dea mengulurkan jari kelingking nya.


"Yes i'm promise" balas Justin, ikut mengulurkan jari kelingking nya dengan kelingking milik Dea.


"Tapi aku takut kalo Abang gak ada" ucap Dea, kali ini air matanya sudah mengalir di pipinya.


"Aku gak akan kenapa-napa sayang" ucap Justin.


"Bagaimana dengan Dea?" tanya nya.


Deegg... mendengar ucapan Dea jantung Justin ikut berdegup kencang, benar bagaimana dengan Dea. bagaimana jika ia kecolongan, tidak itu tidak akan terjadi Dea akan aman. meski takut Justin menenangkan diri dan fikirannya.


"Aku akan selalu jaga kamu" Jawab Justin.


Namun perhatian Justin teralihkan dengan Dea yang tiba-tiba mengelus perutnya tanpa sadar, Dea sendiri tidak sadar jika tangan nya saat ini mengelus perut nya.


"Ada apa dengan perut mu? apa sakit?" tanya Justin, hal itu membuat Dea tersentak kaget.


"Eh...tidak aku tidak apa-apa" jawab Dea.


Justin menyalurkan segala keinginan dan kerinduan nya, sungguh saat ini ia tidak ingin Dea kenapa-napa, bahkan melihat Dea yang begitu manja membuat Justin berat meninggalkan Dea.


Karena justin akan pergi dalam seminggu lamanya, iapun menghabiskan malam ini dengan berolahraga bersama Dea.


Keduanya pun merasa kelelahan hingga terlelap dalam posisi berpelukan, Dea selalu menjadi candu untuk Justin berolahraga lebih semangat.


.


.


.


.


.


.


.


.


***selamat membaca 😊🤗


A**: gue ketik part ini nano-nano😂


N: ngapa emang😁


A: kadang pusing kadang senyum kadang kesel🤣


N: lengkap gak Thor😂


A: aslinya Uun 😁


N: 🤣🤣🤣*