
setelah perdebatan konyol dengan Sisil kanita memutuskan untuk menuju ke tempat kerja, namun saat dia akan pergi ada tamu yang datang kerumah Rio dan kanita membuka kan pintu nya...
"Hay kankan" sapa gio kepada kanita
"Hay kak gio lama gak ketemu" balas kanita
"kenapa kangen yak" tanya gio tersenyum
"tentu ny_" belum selesai kanita membalas ucapan gio ia di kaget kan oleh seseorang
"khemmm" dehem Eza yang membuat kanita terkejut
"e...ehhh kak Eza ayo masuk kak" ucap kanita gugup Eza hanya tersenyum melihat tingkah kanita
(sejak kapan itu makhluk ada disini perasaan gue gak liat deh) batin kanita
saat Eza dan gio menuju ruang tamu Sisil dan gio menghampiri mereka...
"Hay bro" ucap Rio kepada gio dan juga Eza
"weyy kenapa Lo gak ngantor" tanya gio kepada Rio dan menyalami sisil
"gak lah gue juga kan harus bagi waktu sama si kembar" jawab Rio yang membuat Eza dan gio tersenyum
kanita yang melihat senyum manis nya Eza pun berdebar-debar dan merasa terhipnotis rasanya ia ingin menatap wajah Eza lebih dekat lagi...
(gak usah malu-malu in gak usah. kerja kaya biasanya aja gak usah berdisko tar gue ungsiin juga Lo jantung) batin kanita saat menyadari jantung nya berdegup kencang
Sisil yang menyadari itu berniat membalas dendam kepada sang adik, karena tadi ia merasa kalah berdebat dengan kanita. karena Sisil tahu kedatangan Eza dan gio hanya untuk bermain saja bukan masalah pekerjaan...
jika masalah pekerjaan Sisil pun tidak akan bertingkah konyol dan tidak akan mengejek kanita. seperti nya hari ini keberuntungan memihak kepada nya jadi Sisil tidak ingin menyia-nyiakan lagi...
Sisil menatap kanita dengan tersenyum jahil, kanita yang merasakan itu pun menjadi sensitif ditambah perasaan nya yang tidak karuan...
"apa liat-liat" ucap kanita kepada Sisil
"biasa aja dong muka nya gak usah di gugup-gugupin gitu" celetuk Sisil berhasil membuat ketiga peria itu menoleh
Rio, Eza dan gio sudah tahu kedekatan keduanya maka dari itu perdebatan sengit apapun mereka anggap santai, seperti sekarang ketiga peria itu malah tertawa melihat ekspresi kanita yang gugup dengan pipi merona.
"gak jelas" ucap kanita berusaha menghindar, namun saat ia baru melangkah kan kakinya masalah baru datang...
"Hay semuanya" ucap Sabil dengan riang, ya masalah itu adalah Sabil kanita tahu Sabil akan membela sang kakak ipar kesayangan nya tak lain adalah Sisil
"Hay Sabil" ucap gio tersenyum
"kan kamu kenapa" tanya Sabil saat melihat kanita memalingkan wajahnya
"gak apa-apa" jawab kanita dengan posisi yang sama, namun Sabil penasaran dan membalikkan tubuhnya
"wow muka kamu kenapa merah gitu udah kaya buah tomat aja" tanya Sabil tertawa
"haha biasa" ucap Sisil melirik ke arah Eza dan Sabil pun mengikuti arah pandang Sisil
"ohh haha biasa aja dong kan tiap di tempat kerja juga ketemu" celetuk Sabi membuat kanita mencebikan bibir nya..
(kan bener kan masalah baru... gak tahu aja Sabil udah dua bulan gue gak ketemu kak Eza. terus pas sekarang ketemu kenapa malah makin ganteng sii! kalo ga liat ada kak gio dan kak Rio udah guling-guling kegirangan gue) batin kanita
"eh nggak aku sama kanita udah dua bulan gak ketemu" kali ini Eza mengeluarkan suaranya dan membuat Sisil juga Sabil saling pandang.
"aaaaaaaa pantes kankan grogi pasti baru liat pangeran nya lagi" goda Sabil tersenyum
"apasi nggak ya" ucap kanita menahan senyum nya
"udah kan kalo mau senyum gak usah di tahan-tahan" ujar Rio membuat kanita menoleh
"apasi ih pada gak jelas" imbuh kanita
"kan rasanya gak ketemu dua bulan gimana kan" goda gio membuat kanita mati kutu.
sumpah demi apa ini orang pada ngumpul buat apaan? masa hanya untuk menggoda kanita saja. bahkan Eza pun bersikap biasa saja bukan tidak peduli hanya saja eza suka melihat kanita yang tersipu malu...
"hambar" ucap kanita menjawab pertanyaan gio hal itu berhasil membuat Sisil tertawa penuh kemenangan...
"jangan ketawa Lo kak" ucap kanita lagi menatap Sisil
"haha biarin sekarang gue menang ya" jawab Sisil
"ya Lo menang karena banyak yang belain jamileh" gerutu kanita membuat semua orang tertawa
"yeyyy biarin yang penting mah menang aja Mumun" ucap Sisil
Sabil tertawa puas hingga semua orang beralih menatap dirinya, oke fix Sabil salah siap-siap saja jika pembulian ini beralih pada dirinya. sebelum dimulai Sabil dengan cepat melarikan diri...
"bilang aja takut kena buli" teriak kanita membuat Sabil membalikan badannya
"Yoi karena sudah puas jadi aku pergi" ucap nya menaiki tangga
"yaudah aku mau ke kamar" ujar kanita meninggalkan rio, Sisil dan dua orang lainnya...
saat kanita tiba di kamar ia tidak melihat Sabil disana namun ia mendengar suara percikan air di kamar mandi, kanita pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur tak lama ponsel nya berdering menandakan bahwa ada pesan masuk...
"kak Eza? ngapain kan orang nya ada di bawah" gumam kanita ia pun membuka pesan dari Eza
*percakapan chating*
kak.eza: *gak usah di gemes-gemesin gitu muka nya 😬
kanita: gaada yang di gemes-gemesin😝
kak.eza: aku rindu boleh gak?🤔
kanita: gak ada yang larang 😌
kak.eza: kanita!😊
kanita: ya?🙄
kak.eza: dua bulan gak ketemu kamu membuat aku sadar bahwa aku memang selalu membutuhkan mu untuk meramaikan hari-hari ku, dan selama aku gak liat wajah kamu membuat aku yakin tidak ada wanita yang mampu menaklukkan hatiku...❤️
kanita: lalu?🤔
kak.eza: kamu gadis remaja yang mampu menaklukkan nya dan aku telah jatuh hati sejak saat kamu masih menyandang sebagai siswa SMA. aku tahu mungkin kamu tidak akan percaya tapi aku akan selalu berusaha membuktikan semuanya sampai kamu benar-benar yakin😍
kanita: baiklah buktikan saja😊
kak.eza: pasti😉
kanita: dan aku tunggu saat itu tiba😉
kak.eza: 🤗🤗🤗*
kanita menatap langit-langit kamar nya ia merasa bahagia dengan kehadiran Eza kembali setelah dua bulan tidak bertemu harinya merasa sepi, inikah yang dinamakan dengan cinta kanita masih belum paham akan hal itu namun setiap dirinya bersama Eza ia merasa kebahagiaan dan kenyamanan selalu ia miliki. yatuhan jika memang Eza untuk nya kanita berharap tidak ada kata merelakan lagi dalam hidupnya, ia tidak ingin dibilang munafik tentang perasaan nya yang semakin mendalam kepada sosok Eza!
untuk saat ini ia tidak akan membiarkan wanita manapun merebut orang yang menjadi miliknya, kanita tahu Sabil sudah merelakan Eza maka dari itu kanita akan menjaga hatinya untuk Eza seperti permintaan Sabil. kanita tidak ingin membuat Eza merasa kecewa untuk yang kesekian kali nya...
.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: aduh Thor babang Eza bikin gue meleleh Thor 😂
A: lah emang Lo es batu pake meleleh segala😏
N: sisain gue yang kayak gitu satu Thor 😍
A: lah mana mau si Eza sama Lo Mumun🤣
N: yaampun Thor kata-kata Lo pedes amat😭
A: kayak apa tuh 😁
N: kayak mulut para netizen thor 😂
A: lah elo dong Mumun🤣
N: gak lah Thor gue mah Bae😂
A: matalu😏
N: sobek ya Thor🤣
A: terserah 😏
N: 🤣🤣🤣🤣🤣*