Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 286


Pagi hari Mae mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk, namun ia merasa berat di perut nya.


Mae meraba perutnya dan mendapati sebua tangan kekar yang melingkar, ingin tersenyum namun gengsi. bahagia tentu saja baru kali ini ia merasakan hal aneh dalam hatinya.


Mae menatap wajah Julian yang masih terlelap, ia memandangi ciptaan Tuhan yang berada di hadapannya.


Namun tiba-tiba ia di kagetkan oleh suara serak khas bangun tidur, mata Mae membulat saat melihat Julian sudah membuka matanya.


"God morning my wife" ucap Julian, membuat Mae mengerjapkan matanya berkali-kali. hal itu terlihat menggemaskan bagi Julian.


"Aku tau ko kalo aku tampan, gak usah segitunya juga kali Mai" ucap Julian lagi, yang membuat Mae tersadar dari lamunannya.


"Eh, nggak kok pede banget kamu" elak Mae.


"Yaelah gugup gitu si" ledek Julian.


"Udah ah aku mau mandi" balas Mae, namun Julian mengeratkan pelukannya membuat Mae meronta-ronta.


"Mai jangan kaya gitu kasian dedek nya, nanti kalo kejepit gimana" ucap Julian, dan membuat Mae diam seketika.


"Yaudah kalo gitu lepas dulu mangkanya" ucap Mae.


"Gak mau pengen kaya gini aja udah" ujar Julian.


"Ihhh Julian, ini udah siang kamu harus ke kantor. kalo kamu gak kerja nanti mau ngasi makan anak istri kamu pake apaan" celoteh Mae membuat Julian terkekeh.


"Aku bos nya kalo kamu lupa, jadi tenang aja" ucap Julian membuat Mae mendengus.


"Kamu itu harusnya kasih contoh yang baik buat karyawan kamu, bukan malah males-malesan kaya gini" ujar Mae.


"Ini bukan males-malesan, tapi lagi kangen-kangenan sama istri" ucap Julian, berhasil membuat wajah Mae merona dan jantung yang berdegup kencang.


(Haihhhh alama jantung gue ajep-ajep coyyy, ini orang ngapa dah kesambet apa bisa lembut kek gini. biasanya juga kalo sama gue udah kaya liat musuh yang mau di Telen hidup-hidup) batin Mae.


"Aaaaaaaaaaaa, lepasin" pekik Mae, ia sudah tidak tahan rasanya ingin pingsan aja saat Julian berlaku lembut.


"Sayang diem, atau kamu mau bangunin si Rambo" ucap Julian.


"Rambo?" tanya Mae bingung.


"Iya Rambo yang udah berhasil nanam kecebong di perut kamu" jawab Julian, membuat Mae menelan Saliva nya.


Bisa g*la Mae jika Julian melakukan hal itu, karena Mae selalu merasa terbang jika sudah menyangkut Rambo milik Julian.


Mae tidak munafik ia sangat menyukai setiap kebersamaan nya dengan Julian, apalagi jika sudah menyangkut olahraga bareng. namun ia juga selalu di buat kesal oleh suami nya itu yang menurut nya konyol.


"Aku mau mandi Julian" rengek Mae.


"Mau kemana mandi pagi-pagi" tanya Julian.


"Aku ada jadwal cek kandungan jadi aku harus mandi" jawab Mae, mendengar itu Julian menggeser tubuh nya agar bisa melihat wajah Mae.


"Aku ikut" ucap Julian membuat Mae terbelalak, pasalnya selama ini Julian tidak pernah ingin tahu mengenai perkembangan Janin yang di kandung Mae.


"Kamu yakin?" tanya Mae ragu-ragu.


"Iya aku yakin, selama ini aku udah salah kan gak peduli sama kandungan kamu. jadi sebelum dia lahir ijinkan aku buat tau perkembangan dia" jawab Julian mengelus lembut perut Mae, tentu saja hal itu membuat Mae terharu.


"Tapi aku bisa sendiri ko, takut nya kamu sibuk kan" ucap Mae menatap mata Julian.


"Aku bisa atur ulang jadwal aku, nanti abis dari rumah sakit aku akan ke kantor kok" ujar Julian membuat Mae mengangguk.


Keduanya pun memutuskan untuk membersihkan diri bersama, selain mandi entah apa yang terjadi di dalam kamar mandi tersebut.


...


Di kamar lain terlihat seorang ibu hamil yang tengah di buat pusing oleh suaminya, haih ia merasa memiliki bai gede karena tingkah manja suaminya itu.


Dea yang awal berada di dapur harus bergegas ke kamar nya karena Justin yang berteriak memanggil nya, ingin rasanya Dea menyumpal mulut suami nya yang tampan itu.


Namun Dea tidak sehat itu dengan sabar Dea melayani Justin, dan yang di layani hanya mendengus kesal karena Dea meninggalkan nya dan mengurus yang lainnya.


"Sayang baju aku dimana" tanya nya, saat melihat Dea yang sudah berdiri di ambang pintu.


"Abang baju nya kan sudah aku taruh di atas tempat tidur, biasanya juga disitu kan" jawab Dea.


"Mom apa mom liat jam tangan ku" kali ini Carl yang membutuhkan Dea, ia tidak mengeluh karena memang dirinya sangat menyayangi Carl.


"Sayang jam tangan dan parfum ku" teriak Justin, Dea pun menghela nafasnya ia kesal dengan Justin yang selalu berteriak. padahal Justin tau tempat semua barang-barang nya.


Dea berjalan menuju ke kamarnya diikuti oleh Carl, setibanya di kamar Dea Carl menatap Justin dengan tajam. Justin yang melihat tatapan Carl menelan Saliva nya dengan kasar.


(Nah loh anak nya ngamuk kan, Justin bo*oh banget kenapa bisa lupa kalo Carl paling gak suka mommy nya di teriakin. habislah gue!) batin Justin.


Carl berlalu meninggalkan mommy dan Daddy nya, setelah kepergian Carl Justin menatap wajah Dea yang mulai bercucuran keringat.


Ia memeluk lembut tubuh istrinya itu dan memberikan beberapa ciuman di wajah Dea, Dea yang mendapatkan perlakuan seperti itu pun tersenyum.


"Maaf" lirih Justin.


"Tidak apa-apa, ayo kita sarapan" ucap Dea setelah melihat penampilan suaminya sudah rapi.


"Sayang aku salah, kenapa aku jadi seperti anak kecil jika saat seperti ini" keluh Justin.


"Tidak Abang tidak seperti anak kecil, sudah ayo kasian Carl sudah nunggu" ucap Dea yang di angguki oleh Justin.


Setibanya di ruang makan terlihat sudah ada Carl, Julian dan juga Mae. Justin bisa melihat wajah datar putranya itu ia pun beralih menatap Dea.


"Carl gak akan marah, mana tega dia marah sama Daddy nya" ucap Dea.


"Semoga saja" balas Justin tersenyum.


"Bang" panggil Justin saat sudah duduk di kursinya.


"Abang gak mau liat Daddy teriakin mommy lagi" ucap Carl to the points, membuat Mae dan Julian menatap Justin.


"Iya Daddy salah Daddy minta maaf, gak bakal deh teriakin mommy kamu lagi" ucap Justin, sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


Setelah perbincangan Justin dan Carl yang membuat Dea senang, merekapun melakukan sarapan dengan tenang.


Setelah selesai sarapan seperti biasa semuanya sibuk dengan kegiatan masing-masing, karena Carl belum masuk sekolah jadi ia selalu meminta ikut dengan Daddy nya.


Sementara Mae dan Julian keduanya pergi ke rumah sakit, dan kini hanya tinggal Dea yang berada di rumah itu.


Dea berjalan ke ruang tengah dan mendudukkan tubuhnya di atas sofa, Dea menonton film drama K*rea kesukaannya hingga membuat nya terlelap.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€—


A**: karena banyak yang minta part nya Julian sama Mae yaudah aku kasi, tapi sedikit di campur sama yang lain ya😊


N: Julian nya uwwwuuu banget bikin baper πŸ˜‚


A: jangan galak Mulu Julian nya, gak cocok muka si panjul kan gumusinπŸ˜‚


N: udah mulai bucin ya Thor πŸ˜‚


A: nah iya bener πŸ˜‚


N: oke lah πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚*