
Beberapa bulan berlalu kini Dena sibuk menjalankan ujian sekolah nya, ia berharap mendapatkan nilai terbaik. tunggu bukankah Dena memang pintar, bahkan dia sering menjadi juara di kelas nya.
Setelah selesai mengerjakan tugas-tugas nya Dena langsung keluar dari kelas, ia berjalan menatap universitas yang selama ini ia impikan.
Dalam benaknya Dena yakin bahwa ia mampu dan pantas berada di universitas itu, tapi tunggu bukankah Dena harus mewujudkan mimpinya.
Dena yang ingin menjadi seorang DJ harus melupakan keinginan nya, ia berfikir mungkin menjadi seorang dokter lebih baik dan hal itu pula yang membuat Dena tidak akan mengecewakan sang bunda.
Namun satu Dena tidak ingin memiliki kekasih seorang pengusaha seperti keluarga nya, Dena ingin suaminya satu profesi dengan nya. ah tapi sepertinya itu sulit tidak apa Dena percaya tuhan akan memberi jodoh terbaik untuk nya.
"Woooy" ucap Daniel.
"Tikus lompat, kudanielllllllll" pekik Dena memegang dada nya karena kaget.
"Haha sorry na" ucap Daniel tertawa.
"Ngeselin Lo sumpah" cebik Dena.
"Tiati cinta Lo sama gue" kekeh Daniel.
"Boro-boro mau cinta gue, liat muka Lo aja pengen gue tampol rasanya" sinis Dena.
"Yaelah judes amat si Lo na" ucap Daniel, tak lama kemudian David dan Andrea datang menghampiri Dena dan Daniel.
"Hoyyy" ucap Andrea.
"Apa Lo" sinis Dena, membuat Andrea menelan Saliva nya.
"Jangan galak-galak na, nanti gak ada cowok yang mau sama betina kaya Lo" ujar Andrea.
"Lo juga ngapain liatin gue kaya gitu" sinis Dea Kepada David, hal itu membuat David terkejut.
"Kok jadi gue juga kena Omelan nya" ucap David.
"Lo bertiga tuh sama tau gak" cebik Dena.
"Sama apanya" tanya David.
"Sama-sama buaya kadaluarsa" jawab Dena berlalu meninggalkan tiga laki-laki yang mematung itu, tidak lama David tersadar dari perkataan Dena.
"Wooooy, rese Lo betina bar-bar" teriak David membuat Daniel dan Andrea menganga, bagaimana tidak baru kemarin David memperlakukan Dena dengan manis. tapi sekarang sikap edan nya kumat lagi.
"Sabar vid sabar, betina emang begitu" ucap Daniel.
"Minta gue bogem kali tuh cewek, mentang-mentang cantik dan bikin hati gue ajep-ajep" cebik David.
"Hahaha, gilaaa woooee seorang David bisa tunduk sama cewek kaya Dena" ucap Andrea.
"Jangan begitu Lo ndre, nanti Lo naksir Dena aja baru nyahok Lo" ucap Daniel.
"Udah naksir si, cuma gue mikir-mikir lagi takut lah gue kalo beneran sama dia nanti kalo udah nikah gue di aniaya begimana" ucap Andrea membuat Daniel dan David mendengus.
"Kejauhan fikiran Lo, belum tentu si Dena mau sama cowok modelan Lo" ledek Daniel.
"Intinya nih ya kita tuh gak ada yang masuk sama kriteria nya Dena" ucap David tiba-tiba.
"Ya gak apa-apa sii, cuma sebelum dia nanti sama orang Laen yang penting gue udah singgah di hidup nya" ucap David.
"Gila ya Lo vid, ngomong-ngomong nih ya gimana cewek Lo yang onoh" tanya Andrea.
"Bukan cewek gue" ucap David.
"Ya tapikan tetetp aja vid itu cewek suka sama Lo" ucap Daniel.
"Tapi gue nya enggak gimana dong" balas David.
"Sin*ing ya Lo jadi orang, jelas-jelas ada yang rela nunggu Lo tapi Lo malah ngejar cewek yang malah galak dan kasar sama Lo" ucap Andrea.
"Tau di David kurang obat kaya nya" tambah Daniel.
"Itu cewek pilihan orang tua gue, bukan pilihan gue. lagian gue masih mau berkelana" ucap David.
"Serah Lo kam*ret" ucap Daniel, ia berlalu meninggalkan Andrea dan David.
Daniel tidak habis fikir padahal David tau jika Dena tidak memiliki hati untuk nya, tawa Dena dan David hanya sebatas sahabat. namun karena David yang edan hal itu malah membuat Dena lebih sering tertawa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: gue bingung 😭
N: ngapa Thor 😁
A: pengen cepet-cepet kelar ini cerita 😂
N: kelarin Thor 🤣
A: mau lah 😂
N: biar tinggal vokus sama Dena 😁
A: Yap 😁*