Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 123


saat semua orang tengah sibuk dengan kegiatan masing-masing ada yang sedang menikmati hidangan, ada pula yang sedang mengobrol dengan rekan kerja dan kerabat nya. tanpa ragu kanita naik ke atas panggung untuk bernyanyi tidak ada yang mengetahui jika kanita telah berada di atas panggung. namun saat kanita mulai bernyanyi semua orang memandang kagum kepada nya karena suara kanita yang sangat bagus dan merdu.


*Untuk kesekian kalinya


Gugup aku menjabarkan


Tentang isi kepalaku


Yang penuh namamu


Pintarnya kau mengartikan


Dan ahli mencari celah


Sisi nyaman di hatiku


Yang sibuk memuji dirimu


Sederhana yang kumau


Menggenggam ruas jarimu selamanya


Bibirmu menyentuh bibirku


Senyumku bergetar menyambutmu


Harunya kini rasa hati


Saat kau katakan cinta


Pintarnya kau mengartikan


Dan ahli mencari celah


Sisi nyaman di hatiku


Yang sibuk memuji dirimu


Sederhana yang kumau


Menggenggam ruas jarimu selamanya


Kau kunci hatiku


Bibirmu menyentuh bibirku


Senyumku bergetar menyambutmu


Harunya kini*…


banyak orang yang menatap kagum kepada gadis cantik yang tengah bernyanyi di atas panggung. Sisil dan Rio memandang kanita dengan kagum pasalnya kanita tidak pernah memperlihatkan suara emas nya itu namun kali ini kanita mengeluarkan suara emasnya, tidak hanya itu Rey, Eza dan gio pun di buat terperangah melihat kanita. rasa cinta Eza yang semakin besar membuat nya tersenyum bahagia. Rey terkagum-kagum melihat kanita gadis cantik yang pernah memiliki perasaan untuk nya itu.


setelah selesai kanita bernyanyi semua orang bertepuk tangan kanita tersenyum dan menuruni panggung. kanita ikut bergabung dengan Sisil juga sahabat dari Rio.


"waaahhh aku tidak menyangka suara mu merdu" ucap sisil merangkul kanita


"makasih" balas kanita


"iya kan suara kamu bagus banget aku sampai terhura" ucap nita


"terharu nta terharu" balas Mela membenarkan


"ah iya itu maksudnya hihi" ucap Nita


kanita memandang Eza yang tengah tersenyum kepada nya, tuhan hati kanita berdisko di tengah perkumpulan kakak nya kanita merasa gerogi sendiri.


...


setelah semua acara selesai dan para tamu pun sudah pergi ke kediaman masing-masing, Rio dan Sisil berada di kamar hotel nya. dan Rio memandangi dua anak nya sudah tertidur pulas di atas ranjang king size.


Rio menghampiri Sisil yang tengah duduk di sofa sambil memainkan ponselnya, Rio merebahkan kepalanya di atas pangkuan Sisil...


"sayang" panggil Rio


"iya kenapa mas" jawab Sisil


"apa kamu tidak ingin memberikan Dio adik" ucap Rio yang membuat Sisil meletakkan ponselnya dan terfokus kepada Rio


"maksudnya?" tanya Sisil menatap sang suami


"nggak mas" jawab Sisil


"kenapa?" tanya Rio


"sayang Dea dan Dio itu masih terlalu kecil untuk memiliki adik, untuk mengurus mereka saja aku sering kerepotan bahkan kita sampai memiliki dua mbak hanya untuk menjaga anak-anak yang super aktif itu" jawab Sisil dengan wajah melas nya. sebenarnya Sisil ingin mengurus anak nya sendiri tanpa bantuan pengasuh namun apalah daya kedua anak nya itu sangat aktif sekali sehingga membuat Sisil selalu kewalahan menjaga Dea dan Dio.


"sayang jika mereka punya adik kita tambah satu mbak lagi" ucap Rio


"no mas mereka masih kecil! aku gak mau mereka kurang kasi sayang dan perhatian dari aku. aku udah mempunyai dua anak dan satu bayi gede jadi aku belum siap untuk menambah lagi" balas nya dengan wajah memelas


"bayi gede?" tanya Rio mengernyitkan dahinya


"iya kamu mas kan kamu bayi gede nya aku hihi. kamu selalu cemburu jika aku selalu memanjakan kedua anak mu itu" jawab Sisil membuat Rio mencebikan bibir nya


"satu aja sayang gak apa-apa ya" rayu Rio


"no mas! kalo kamu mau hamil dan melahirkan si gak apa-apa. tapi kalo aku yang hamil dan Melahirkan lagi aku belum siap mas, rasa sakit waktu ngelahirin Dea dan Dio aja masih terbayang" ucap Sisil membuat Rio mengerti. saat itu Rio benar-benar melihat perjuangan Sisil saat melahirkan kedua buah hatinya maka dari itu Rio sangat menyayangi Sisil bahkan terkadang Rio kesal dengan dua anak nya yang selalu membuat Sisil kesal dan repot. tapi mau bagaimana lagi mereka anak-anak nya dan Rio pun tidak bisa marah kepada Dea dan Dio.


Rio bangun dan duduk di samping Sisil ia menatap Sisil dengan lembut dan meng*cup bibir Sisil perlahan lama-lama semakin mendalam, ia terus memanjakan sang istri yang sangat ia cintai istri yang selalu menemani nya dan istri yang telah bertahan dengan nya juga segala kesibukan nya selama hampir lima tahun itu. karena semakin memanas dan merekapun melakukan nya.


...


pagi hari Sisil mengerjapkan matanya berkali-kali dan menatap ke samping nya terlihat wajah Rio yang masih terlelap, Sisil tersenyum merasa bahagia dengan kegiatan malam nya meskipun mereka melakukan nya di sofa karena takut membangun kan kedua anak nya itu membuat Sisil merasa senang. Sisil bangun mengecup kening Rio bergantian dengan mengecup kening Dea dan Dio yang juga berada di samping nya.


"terimakasih telah menjadi suami dan ayah yang baik untuk kami terutama untuk aku, kamu selalu membuat aku merasa sebagai wanita paling beruntung karena memiliki kamu dan dua buah cinta kita. semoga kamu terus menjadi yang terbaik untuk kami sayang" gumam Sisil lalu beranjak ke kamar mandi


saat Sisil sedang mandi Rio terbangun dan mencari keberadaan Sisil namun pandangan nya teralihkan saat melihat dua anak mungil di hadapannya, Rio tersenyum menatap wajah Dio dan Dea yang masih terlelap. betapa sempurnanya hasil cetakan nya itu Rio bersyukur memiliki sepasang anak yang selalu membuat hari-hari ramai tanpa ada rasa sepi begitu fikir nya.


(anak ayah terimakasih karena kalian telah membuktikan bahwa ayah mampu untuk menjaga dan membahagiakan kalian dan bunda nak. ayah janji ayah akan selalu bekerja keras untuk kebahagiaan kalian tidak akan peduli rasa lelah jika semua itu untuk kebahagiaan Dio Dea dan juga bunda orang yang paling penting dan paling berharga dalam hidup ayah) batin Rio lalu mengecup kening Dio dan Dea secara bergantian.


setelah dua puluh menit Sisil pun keluar dari kamar mandi dan mendapati suaminya yang sudah terbangun, Sisil tersenyum menatap Rio begitupun sebaliknya.


"selamat pagi" ucap Sisil mengecup bibir Rio lembut


"pagi istriku tersayang" balas Rio yang juga membalas kecupan Sisil


Sisil berjalan menuju meja rias ia mengeringkan rambutnya dan memoles sedikit makeup di wajahnya, Rio memandang Sisil dengan penuh cinta. setelah puas memandangi sang istri Rio beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri...


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen sama vote nya🙏🤗


N**: Thor aku baper😍


A: enak dong 🤣


N: apasi author gue bilang baper jamileh bukan waper😏


A: ngapa Lo baper heh🤔


N: Thor sisain yang kaya Rio satu ya Thor😍😂


A: kalo ada juga kaga bakal gue kasih elo Mumun😌


N: lah ngapa Thor?🙄


A: ya kalo ada gue juga mau😒 daripada kasi elo mending buat gue aja😏


N: dasar author pelit Lo pelit😣


A: suka-suka gue lah😝


N: serah Lo jamileh😏


**A: 🤣🤣🤣


B: 😒😒😒***