Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 84


setelah tiba di lantai akhir Sabil pun keluar dari lift diikuti oleh dua wanita di belakang nya, Sabil menghampiri meja sekretaris di Depan ruangan Rio...


"permisi mba saya mau bertemu dengan pak Rio" ucap Sabil


"apa mba sudah membuat janji" tanya nya karna sekretaris itu belum mengetahui siapa Sabil toh ia juga baru bekerja di situ


"oh maaf perkenalkan saya Sabil adik dari pak Rio" ucap Sabil mengulurkan tangannya


"oh maafkan saya mba saya tidak tahu kalo begitu silahkan masuk tuan ada di dalam" jawab nya membalas uluran tangan dari Sabil


"baiklah terimakasih" tambah Sabil dan dibalas senyuman dengan anggukan


karna ingin memberi kejutan Sabil pun masuk tanpa mengetuk pintu, saat pintu ruangan Rio terbuka betapa terkejutnya ia melihat orang-orang yang berada di dalam ruang kerja Rio...


ia melihat peria yang selale memanja kan nya sebelum Sabil menjadi model ya di ruangan itu ada Eza, Gio dan Rey. Rio yang sadar akan kedatangan seseorang menoleh ke arah pintu tidak beda dengan Sabil Rio pun merasa terkejut melihat kedatangan seorang putri raja yang tak lain adalah adik nya...


bukan hanya itu semua orang di kejutkan oleh kedatangan Sisil juga kanita yang berdiri di belakang Sabil, Eza yang sadar akan keberadaan kanita tentu saja merasa sangat terkejut jantung nya berdegup kencang seperti genderang yang mau perang...


"Hay girls" ucap Rio memecah ketegangan


"Hay kakak" panggil Sabil dan melangkah menuju Rio begitu pun dengan Sisil dan kanita


Sabil memeluk Rio dengan erat karna ia benar-benar merindukan sosok Rio yang selalu mengganggu nya dulu


"ada apa ini apa kalian mau berdemo" tanya Rio


"ya kami mau berdemo" Jawab Sabil masih dengan posisi yang memeluk rio


"apa kau akan terus memeluk ku?" tanya Rio lagi


"tentu saja memang nya kenapa? aku sangat merindukanmu kakak ku yang nakal ini" jawab nya sambil tersenyum


"hey kau melupakan wanita di belakang mu sebagai pemilik asli dari kakak mu ini" ucap Rio lagi


"haha iya aku lupa maaf kan aku kakak ipar karna telah memeluk suami mu" imbuh Sabil sambil tertawa


💞 💞 💞


ditengah percakapan Rio Sabil dan Sisil, Eza sesekali mencuri pandang kepada kanita yang sedang duduk di samping nya karna Sisil duduk di samping kanan Rio dan Sabil di samping kiri Rio otomatis kanita mencari tempat duduk dan ia mendapat kan nya di samping Eza...


Gio dan Rey yang melihat tingkah Eza memandang kanita dalam diam saling melempar pandangan...


"eh iya kak kenapa" tanya kanita


"kau kenapa diam saja, apa kau sedang sariawan" canda Sabil yang mulai kumat


"aku tidak papa" jawab kanita tersenyum


"bagaimana apa kau senang berjalan-jalan dengan Sabil" tanya Rio Kepada kanita


"ya aku Sangat senang, kak Sabil sangat baik" jawab kanita


Rio dan Sisil tersenyum mendengar jawaban itu begitupun dengan Eza yang berada di samping kanita...


(kau gadis polos dan lugu kanita bahkan sikaf mu mirip dengan Sabil dulu sebelum ia menjadi model, ini tantangan untuk ku jika aku ingin mendapatkan mu maka aku tidak boleh menyakiti dan mengecewakan mu) batin Eza


di dalam ruangan Rio benar-benar ramai dengan perbincangan dan candaan bahkan selalu terdengar tawa yang sangat bahagia, begitu dengan Rio dan Sisil yang merasa kebahagiaan mereka utuh karena Sabil juga kanita yang bisa saling menerima...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Bersambung...


jangan lupa like sama vote 🙏😉***