Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 364


Pagi hari gadis kecil berlari ke kamar yang berada tepat di sebelah kamar nya, saat memasuki kamar tersebut tenyata penghuni nya tidak ada.


"Hmmmmm kosong" gumam nya bingung.


Gadis kecil itu berjalan keluar kamar untuk mencari Abang yang lahir nya 10 menit setelah dirinya, saat melihat suster sang Abang ia pun menghampiri nya.


"Kakak ana" panggil nya, ana yang merasa dirinya di onggil pun menoleh.


"Eh iya El kenapa" tanya ana.


"Abang gak ada di kamar nya" ucap Aleta, ya gadis kecil itu adalah Aleta yang mencari keberadaan Aiden Abang kesayangan nya.


"Hmmmmm, Abang kan tidur di kamar mom and dad nya" ucap ana membuat Aleta terdiam.


"Kenapa sayang" tanya Dea yang tiba-tiba muncul bersama Aiden.


"Mom" pekik Aleta.


"Iya baby kenapa nak" ucap Dea.


"Tadi El cari Abang di kamar tapi Abang gak ada, Abang bobok sama mom" tanya Aleta yang di jawab anggukan kepala oleh Aiden.


"Kenapa Abang bobok sama mom" tanya nya.


"Emang kalo aku mau tidur sama mom itu itu gak boleh" ucap Aiden, ya begitulah Aiden sikap dingin namun peduli nya itu menurun dari Justin.


"Ai gak boleh gitu, El kan cuma bertanya" ucap Dea.


"Abang maafin El kemarin rusakin mainan nya Abang" ucap Aleta, yang merasa bersalah karena merusak mobilan terbaru milik Aiden.


Mendengar itu Dea mengernyit heran lalu menatap Aiden, Dea tidak ingin jika Aleta dan Aiden bertengkar.


"Ai" ucap Dea lembut namun putranya itu masih menunduk, Aiden tidak berani menatap sang mommy.


"Aiden" ucap Dea lagi namun Masi tidak ada respon.


"Aiden Giovaro Abrisham" ucap nya lembut namun penuh penekanan, hingga membuat Aiden mendongak.


"Ya mom" lirihnya.


"Mom panggil kenapa nggak jawab" tanya Dea membuat Aiden menggelengkan kepalanya.


"Mom jangan marahin Abang" ucap Aleta.


"Kenapa Ai marah sama El mobilan ai kan banyak" ucap Dea.


"Ai gak marah cuma kesel yang El rusak itu maobilan terbaru yang di beliin Daddy" lirih nya, Dea tersenyum itu artinya Aiden begitu menghargai pemberian dari seseorang.


"Gak harus diemin El kaya gitu mom gak mau anak-anak mo bertengkar mengerti, mom gak mau ai jahat sama El begitupun sebaliknya. kamu sama El itu terlahir bersama, tinggal di rumah yang sama dan tumbuh besar bersama. jadi mom mau kalian harus saling menyayangi kalo ada yang salah harus minta maaf dan saling memaafkan" ucap Dea membuat Aleta dan Aiden mengangguk.


"Iya mom maaf ai gak akan marah lagi" ucap nya.


"Iya mom El juga gak akan rusakin mainan Abang lagi" ucap Aleta membuat Dea tersenyum.


"Abang maafin El, mobilan nya nanti El ganti soalnya El udah bilang Daddy El buat beli yang baru" ujar nya membuat Aiden menatap Aleta sendu.


"Nggak El salah udah rusakin mainan Abang maafin El" ucap Aleta dengan mata berkaca-kaca, Aiden yang melihat Aleta mematung karena ia diam sampai membuat adik nya itu menangis.


"El jangan nangis nanti aku di marahin dad" ucap Aiden, karena ia tahu jika Justin juga menyayangi Aleta dan Justin berpesan agar Aiden menjaga putri dari adik nya itu.


"Hmmmmm, asal Abang mau maafin El" ucap Aleta.


"Aku udah maafin kamu, udah jangan nangis" ucap Aiden, Dea tersenyum dan memeluk dua bocah kecil itu.


Dea merasa terharu karena Aiden dan Aleta tidak tumbuh seperti dirinya dan Dio, dulu Dea dan Dio akan saling mengejek maka dari itu Dea bersyukur jika anak nya lahir bersamaan dengan anak Mae dan Julian bukan dengan anak Dio.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


jangan lupa mampir novel ku yang sebelah ya 🙏😊




*****Happy reading 😊🤗


A**: jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N: otw nguli dah gue 😆


A: nguli lah Uun jangan sampe kaga😆


N: sue banget 😁


A: semangat 😁


N: otw 😆😆*