
Satu Minggu kemudian setelah kejadian Nina yang mendrama dan memohon begitupun dengan Carl yang sudah kembali normal dengan kegiatan nya, kini tinggallah ketiga ibu hamil yang tengah berbincang.
Mei datang ke rumah Dea karena merasa bosan sendiri, karena Dio tengah pergi ke luar negeri untuk mengurus pekerjaan nya.
"Aiden Aleta mana" tanya mei.
"Lagi di kamar nya" Jawab Dea.
"Kakak kita pergi yuk ke mall, aku dapet info nih kalo ada tas keluaran terbaru" ucap Mei membuat Dea dan Mae saling pandang.
"Mei kamu kan bisa minta beliin ke Dio, lagian dia lagi di luar negeri kan" ucap Mae.
"Nggak mau aku pengen nya beli dan milih sendiri" ujar Mei, memebuat Dea mengangguk.
"Yaudah sebentar" ucap Dea, mendengar kata persetujuan dari Dea Mei pun tersenyum senang.
Tak lama kemudian Dea dan Mae sudah kembali dengan membawa tas dan ponsel, perut Dea yang belum terlalu membuncit membuat nya terlihat tidak seperti ibu hamil.
"Ayo Mei" ajak Dea, tidak lupa sebelum pergi Dea mengabari Justin terlebih dahulu.
Namun saat akan pergi mami alin dengan heboh nya memanggil mereka bertiga, hingga membuat ketiganya mendengus karena sang mami.
"Hei tiga ikan kembung" panggil mami alin.
"Haish mami ini bisa nggak panggil kita pake nama yang cantik dikit gitu loh" ujar Mae.
"Hehe, nggak lagian kan kalian emang pada kembung" kekeh nya membuat Dea mengerucutkan bibirnya.
"Nggak usah begitu muka nya, kalian mau kemana" tanya mami alin.
"Kita mau jalan ke mall mi" jawab Dea.
"Nggak usah jalan-jalan lebih baik kalian ikut mami aja, kita kumpul-kumpul sama temen mami" ujar nya membuat ketiga ibu hamil itu membelalak.
"Nggak kita gak mau, nanti disana kita malah dengerin emak-emak ghibah" ucap Mae.
"Ayolah Mai, kapan lagi mami kenalin mantu mami yang cantik-cantik ini" ucap nya, jurus memelas mami alin pun mulai muncul.
"Nggak ah mi, lagian mami mantu sendiri masa mau di pamerin. kalo nanti diambil orang gimana" ucap Mae.
"Nggak bakal, lagian siapa pula yang mau ngambil ikan kembung kaya kalian. udah no coment ayo ikut mami meitha ayo" ajak nya menarik tangan Dea dan Mei, sementara Mae diam mematung.
"Maesaroh" pekik mami alin membuat Mae mengikuti nya dengan malas.
"Udah tau tangan mami cuma dua malah diem aja" ujar nya.
"Iya iya maaf mi elah mami sensi amat lagi kangen ya sama papi" ledek Mae.
"Yaelah sama cucu aja mami mah cembokur, kan kalo kangen-kangenan sama mami bisa nanti lagian mami kan suka nyamperin papi" ucap Mae membuat mami alin tersenyum.
"Udah gak usah bahas papi kalian, intinya mami seneng karena mami bisa memperlihatkan kalian sama temen-temen mami. biar mereka gak ngira kalo anak mami itu jomblo kebanyakan kerja jadi gak ada wanita yang mau" cetus nya, mengingat para teman-teman mami alin selalu meledeknya.
"Tapi kan kenyataan nya mami udah punya mantu, cantik-cantik pula tar kalo mami nunjukin mantu mami yang aduhai gesrek nya ini dan menantu mereka yang sok jaim itu bisa apa" kekeh Mae membuat mami alin menepuk dahinya.
"Julian kamu beruntung punya bini Ed*n karena kalo gak begini mana bisa si Panjul ketawa-ketawa" ucap mami alin dengan enteng nya.
"Dibilang Ed*n dong gue" cebik Mae membuat mei dan Dea tekikik geli melihat tingkah mertua dan adik iparnya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Mon maaf ya kemarin aku dak update karena aku sakit 🙂 ini juga belum bener-bener sembuh cuma gak enak kalo gak update 😊
N: yaaahh Thor tumbeng juga Lo 😁
A: iya un tumbang gue kaya pohong yang ketiup angin 😁
N: cepet sembuh author gesrek 😆
A: iya makasih buat yang lebih gesrek 😁
N: 🤣🤣🤣*