
Sepulang dari kantor Carl terkejut melihat kaki Anes di perban dan duduk di kursi roda, sementara Anes hanya menunduk takut melihat tatapan Carl terhadap nya.
Carl mendekati adik kedua nya itu ia berjongkok di hadapan Anes, dan mamgang kaki Anes sehingga membuat Anes mendesis kesakitan.
"Asssshhhh" desis Anes.
"Kenapa" tanya Carl dingin.
"Ti...tidak aku tidak apa-apa" jawab nya.
"Jangan berbohong, kau tau abang paling tidak suka kebohongan" ucap Carl membuat Anes menelan Saliva nya.
"Ak...aku....aku_" ucap Anes terhenti saat mendengar suara Mae yang memintanya untuk makan, Dea sedang mendiamkan anak nya itu untuk membuat Anes berfikir agar tidak melakukan hal seperti itu lagi.
"Nes makan dulu ya, mom yang suapi" ucap Mae mendekati Anes.
"Anes kenapa onty" tanya Carl.
"Eh" ucap Mae terkejut.
"Jatuh rel" ucap Mae, membuat Carl mengernyit.
"Jatuh?" tanya nya lagi.
"Iya, tadi Anes manjat-manjat pohon terus kepeleset" ucap Mae membuat Carl terkejut dan khawatir, Anes pun menunduk semakin dalam.
"Apa ini sakit" tanya nya, Anes menganggukkan kepala dan meneteskan air matanya.
"Hei, kenapa kau menangis" tanya Carl mengusap air mata di pipi adiknya itu.
"Mo...mommy marah padaku, hiks..hiks..." lirih nya, sebenarnya Dea merasa tidak tega membiarkan putrinya. namun bagaimana lagi Anes selalu tidak mendengar jika Alex dan Aiden melarang nya.
"Sudah jangan menangis, mana mungkin mom marah kepada putri kesayangannya hmmmmm. tenanglah Abang akan membujuk mom agar tidak marah padamu" ucap Carl memeluk Anes.
"Tapi... tapi aku memang salah hiks, wajar jika mom marah padaku" balas nya.
"Jangan fikirkan itu, makanlah Abang akan menemui mom" ucap Carl mengelus kepala Anes.
Carl pun berjalan menuju kamar Dea ia ingin menemui mommy nya, sementara Anes menatap kepergian Carl dengan air mata yang mengalir deras di pipinya.
Mae merengkuh tubuh anes yang menangis, ia tau Dea melakukan ini karena sayang kepada putrinya. mungkin Dea kaget karena Anes berani memanjat, di antara semua anak nya hanya Anes yang terlihat bar-bar.
"Jangan menangis lagi oke, mom akan menyuapi mu" ucap Mae membuat Anes mengangguk.
Anes makan dengan tangis nya membuat Mae ingin tertawa karena merasa gemas, ia jadi ingat sinetron yang lagunya kumenangis bila disakiti.
"Sudah jangan menangis terus" ucap Mae, iapun merasa sedih.
Aleta mendekati Anes yang menangis dan memberikan coklat kepada Anes, namun Anes menolak nya ia tidak menginginkan itu yang ia inginkan hanya sang mommy.
...
Di dalam kamar Carl mencoba membuat Dea mengerti jika Anes masih anak-anak, Carl tidak ingin melihat adik perempuan nya itu menangis.
"Mom" panggil Carl.
"Hmmmmm" sahut Dea.
"Mom tidak mendiamkan nya, mom hanya memberi sedikit pelajaran kepada adik kamu itu" balas Dea, membuat Carl menghela nafasnya.
"Mom, gini kalo dad tau mom mendiamkan anda saat ia sedang sakit apakah dad tidak akan marah" ucap Carl.
"Anes itu adik perempuan Abang satu-satunya mom, yang artinya Anes satu-satunya anak gadis mom. wajar dia seperti itu Anes tinggal di kelilingi para pria, Carl, Aiden, Alexi, dan Axel pria belum lagi Arka dan Azka. kasihan Anes mom sejak tadi dia nangis terus ingin memeluk mom" ucap Carl membuat Dea terdiam, semua yang di katakan Carl benar tidak seharusnya Dea marah kepada Anes.
Dea bangun dari duduk nya dan berjalan keluar, ia berdiri di ujung tangga dan benar jika Anes sedang di suapi oleh Mae dengan terus menangis.
Dea merasa hatinya teriris melihat tangisan pilu Anes, ia berjalan mendekati Anes dan memeluk putrinya penuh sayang.
Hal itu membuat Anes meraung karena kaget dan senang Dea memeluk nya, Dea tertawa karena putrinya bagaikan istri yang tersakiti.
"Jangan nangis" kekeh Dea.
"Mom jahat, hiks...hiks... Mom Mae bilang Anes seperti para istri yang di sakiti suaminya makan sambil nangis" Rajuk nya membuat tawa Dea pecah.
"Iya sayang maaf ya, maafin mommy" ujar nya menciumi wajah cantik Anes.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
***A**: buat yang bilang lebih baik ana sama Juna karena kasian sama Dena apa kalian gak salah 😂 kalian kasian sama Dena yang jelas-jelas banyak di incar keluarga konglomerat 🤣 sementara ana diminta buat sama laki yang udah ada anak padahal ana satu tahun lebih muda dari Carl 😊
N: jujur si gue sebagai anak yang ya begitulah sedih gituloh berasa di pandang sebelah mata gak si 😊
A: iya un, mereka menutup mata dengan apa yang mereka lihat kocak gak sii 🤣 Dena udah bahagia wooyyy yakali gue mau bikin itu bocah sakit hati Mulu 🤣
N: ibarat nya kalo Dena sama Carl gimana ya, mana anak nya si Ela Ela e... e... nongol lagi tar yang jagain Dena gak banyak gitu 😁
A: tepat sekali Uun 🤣
N: ngakak jangan sii 🤣
A: bodoamat terserah Lo 🤣
N: 🤣🤣🤣🤣*