
Setelah menempuh perjalanan yang cukup membuat mereka lelah karena ocehan bersama akhirnya mereka pun tiba di sebuah restoran mewah, tunggu Dea seperti mengenal restoran ini ah ia baru ingat kalo restoran ini milik sisil sang bunda.
"Ayo anak-anak kita turun" ucap mami alin membuat Dea tertawa.
"Berasa anak SD gue" ucap Mae.
"Kamu itu ya mami serba salah tau gak, di panggil kembung gak mau dibilang anak-anak juga gak mau" kesal mami alin.
"Mi yang bener aja si manggil kita anak-anak, inikah yang di namakan definisi anak bisa buat anak" ujar Mae membuat tawa mami alin pecah begitupun dengan Dea dan Mei.
Mae selalu bisa membalas perdebatan mami alin yang menyebalkan menjadi menyenangkan, karena itu mereka sangat menyukai Mae.
"Udah kamu itu ya, ayo kita masuk_" ucap mami alin terhenti karena Mae memotong nya.
"Anak-anak ayo" ucap Mae berjalan memasuki restoran itu.
"Kesini Mae"ucap mami alin, mau tidak mau ketiga wanita hamil pun mengikuti induk nya.
Saat tiba di ruangan yang di pesan mami alin semua orang menatap ke arah mereka, Dea Mae dan Mei nerasa canggung karena ini adalah pertama kalinya mereka bergabung dengan para ibu-ibu senior.
Jika bergabung dengan Sisil, kanita sabyl dan Mela itu sudah hal bisa bagi ketiganya, namun kali ini mereka bergabung dengan para ibu-ibu yang asing untuk mereka.
"Hai jeng, wahh bawa siapa ni" ucap si A salah satu teman mami alin.
"Oh iya kenalkan ini para menantu ku ini Dea istrinya Justin dan ibu Mae istrinya Julian, kalo yang itu Mei istrinya Dio" ucap mami alin membuat semua teman-teman nya terkejut.
"Hei sejak kapan anak mu menikah" tanya si B.
"Ihhh nggak tau ya kasian sii, anakku sudah lama menikah hanya saja tidak mengadakan pesta" jawab nya.
"Wahhh jangan-jangan anak kamu kecelakaan ya" sinis si C, nah ibu berbadan gemuk inilah Yeng selalu sirik Kepada mami alin.
"Mon maap ni ya anak ku tidak seperti itu, kami memang sengaja karena permintaan mempelai wanita" ucap mami alin.
"Jangan-jangan menantu kamu ini malu lagi menikah dengan anak-anak kamu" sinis nya lagi, sungguh Dea dan Mae juga Mei merasa geram kepda ibu berbadan besar itu.
"Bukan malu si lebih tepat nya karena kami menjaga privasi dan keamanan, lagian kalo banyak orang tahu siapa menantuku ini mereka akan sirik dan kebakaran jenggot" ucap Nami alin membuat ibu C kesal.
"Paling juga model biasa iyakan ibu-ibu" ucap nya, dan kali ini kesabaran Dea dan Mae sudah di ambang batas. kedua menantu itu tidak terima ibu mertua nya di Sudutkan.
Mae pun berdiri sebagai perwakilan untuk memperkenalkan dirinya, terpaksa ia harus melakukan ini agar ibu-ibu itu bungkam.
"Mohon maaf untuk tante semua perkenalkan nama saya Siti Maesaroh istri dari anak mami alin yang bernama Julian Putra Abrisham, ini adik saya yang bernama Meitha Putri Pradanta istri dari Dio Anggara Putra Artadinata dan yang itu kakak ipar saya yang bernama Dea Anggita Putri Artadinata istri dari Justin Putra Abrisham. terimakasih" ucap Mae membuat semua orang menganga, sementara Dea hanya diam.
"De_dea Artadinata" ucap semua orang, namun si ibu C itu tetap sinis dan tidak percaya.
"Cih jangan mengada-ada kamu, jelas-jelas saya tahu jika putri Artadinata sekolah di luar negeri" sinis nya membuat Dea mengehela nafas.
"Ya betul anak ayah saya memang sekolah di luar negri tapi itu adik bungsu saya, apa ibu tidak tahu bahwa tuan Artadinata memiliki tiga anak" ucap Dea.
"Saya tahu karena suami saya pun bekerja sama dengan perusahaan itu, tapi saya yakin itu tidak mungkin kamu" ujar nya.
"Ya baiklah jika ibu tidak percaya, saya bukan tipe orang yang suka memaksa orang lain untuk percaya sama saya" ucap Dea, karena dia tahu hanya ibu C saja yang selalu nyinyir kepada mami nya.
"Ah masa" ucap si B.
"Ini liat ada artikel mengenai tuan Artadinata yang rela berjauhan dengan dua anak kembarnya, demi menemani putri bungsunya melanjutkan sekolah. disini juga ada nama nya hanya saja tidak ada foto nya" ucap si ibu yang mencari tahu mengenai Dea.
"Ya belum tentu itu dia kan" sinis ibu C.
Mei yang sedari tadi diam kini melangkahkan kaki nya mendekati si ibu C itu, ia memberikan ponsel saat pernikahan nya dimana foto itu menampilkan foto keluarga lengkap Rio.
Di foto itu ada Dea, Justin, Dio, Mei, Sisil, Rio, sabyl, kanita, Mela, dan para suami. itu cukup menjadi bukti bukan ibu itu terdiam menatap Mei dengan sinis.
"Foto keluarga ku saat aku menikah, dan apa ibu bisa melihat siapa laki-laki ini" ucap Mei menunjuk wajah Rio, hingga membuat semua orang ikut nimbrung melihat nya.
"Tuan Rio Artadinata bukan, dan lihat ini dia sedang mencium Dea kakak ku bukan? tentu saja kakak ku anak kesayangan nya" ucap Mei, membuat semua orang berbisik-bisik bagaimana jika Rio tahu putrinya di pojok-pojokan.
"Mi" panggil Dea.
"Iya sayang" ucap mami alin.
"Kita pulang, aku hanya ingin berkumpul dengan teman mami yang tidak menyudutkan mami" ucap nya, padahal disitu hanya satu yang menyudutkan mami nya Dea tahu itu.
Namun karena mood nya sudah rusak ua tidak ingin berlama-lama di tempat ini, ia ingin segera pulang dan merebahkan tubuhnya.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: sedikit dulu maaf ya aku masi ngerasa pusing 😪 gaenak sebenarnya 😔
N: gak apa-apa biasanya juga kan tiga, lagian sekarang lagi sakit jadi gak apa-apa 😊
A: maaf ya kalo udah sembuh aku usahain up normal kok 😊
N: iya Thor iya 😁
A: jangan lupa mampir ke novel ku yang sebelah ya 😊
N: otw 😆
**A: 😊😊😊***