Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 191


Malam hari setelah selesai makan malam Dea pamit kepada ayah dan bundanya untuk ke kamar, namun tidak dengan Justin karena ia masih asik mengobrol dengan Rio.


Dea merebahkan tubuhnya dia atas tempat tidur, iya membolak-balik tubuhnya mencari posisi yang nyaman.


"Tidur duluan gak apa-apa kali ya, lagian si Abang juga Masi sama ayah" gumam Dea, tak lama kemudian iapun terlelap.


Setelah berbincang dengan Rio, Justin pun pamit untuk ke kamar. setibanya di kamar ia melihat Dea yang sudah terlelap, melihat istri kecilnya meringkuk Justin tersenyum. Lalu naik ke atas tempat tidur.


"Kenapa tidur mu lucu sekali, seperti seorang bayi yang kedinginan" ucap Justin. karena merasa gemas dengan wajah polos sang istri, Justin pun menciumi wajah Dea berharap yang di ganggu bangun. namun nyatanya tidak Dea hanya menggeliatkan tubuhnya saja.


"CK.bahkaj untuk menciumnya saja aku seperti seorang pencuri" gumam Justin.


Setelah puas mengganggu sang istri yang tak kunjung bangun, Justin pun memutuskan untuk tidur.


...


Pagi hari Dea menggeliatkan tubuhnya, ia merasa sesak seperti ada benda yang menimpa tubuhnya.


Dea mengerjapkan matanya berkali-kali hingga penglihatannya jelas, dan betapa terkejutnya ia melihat tangan kekar Justin melingkar di atas perut nya.


Dea ingin berteriak namun ia urungkan niatnya saat melihat wajah damai dan tenang sang suami, Dea memandangi setiap inchi wajah Justin dengan seksama. sesekali ia tersenyum karena tidak menyangka lelaki tampan dan dingin itu sekarang menjadi suaminya.


"Ganteng banget Abang sumpah. haha" gumam Dea, dengan jemari lentiknya yang mengelus wajah Justin.


Justin yang merasa di sentuh pun tiba-tiba membuka matanya, dan itu membuat Dea terkejut ingin menarik tangan nya.


Namun siapa sangka Justin menahan tangan Dea di pipinya, itu membuat pipi Dea merona karena malu.


"Pandanglah sesukamu, ini milikmu mulai sekarang" ucap Justin, membuat jantung Dea berdegup.


"I...iya, emmmm aku mau mandi" ucap Dea, ia ingin kabur dari pandangan Justin.


Namun saat akan beranjak dari tempat tidur, Justin menarik tangan Dea dengan kuat hingga membuat Dea terjatuh di atas dada bidangnya.


"A...Abang ngapain?" tanya Dea takut.


Tanpa menjawab pertanyaan Dea, Justin membalikan posisinya hingga ia berada tepat di atas tubuh Dea.


"Abang astagfirullah, Abang mau ngapain. berat ini" gerutu Dea, namun Justin malah tersenyum.


Dea terus saja mengoceh karena kesal dengan reaksi Justin, namun tiba-tiba Justin membungkam mulutnya dengan bibir Justin dan melum*t nya.


Mata Dea membulat sempurna, ia gugup ia takut bahkan Dea sampai menahan nafasnya. saat benar-benar merasa kehabisan nafas Dea memberontak memukul-mukul dada bidang suaminya, melihat Dea yang kelabakan Justin pun melepaskan pautan nya .


Dada Dea turun naon dan nafasnya tersengal-sengal, ia menatap Justin yang masih berada di atas tubuh nya dengan kesal. namun yang di tatap malah tersenyum penuh kemenangan.


"Huh huh huh. Abang gila ya, kalo mau cium bilang-bilang dulu apa bang. biar Dea nya ada persiapan" cecar Dea.


"Ya kalo bilang dulu nanti kamu nya kabur, sayang" ucap Justin, yang membuat Dea membuka mulutnya.


"Tapi kan kalo kaya gitu Dea nya kehabisan nafas, terus Dea juga belum mandi belum gosok Gigi" Grutu Dea.


"Ya suru siapa kamu gak nafas? lain kali kalo lagi ci*man itu nafas" goda Justin, membuat pipi Dea merona.


"Abang berat" rengek Dea, yang berusaha menggeser tubuh Justin.


"First kiss" ucap Justin, yang membuat Dea membelalakkan matanya.


Namun bukannya melepaskan Justin malah memeluk Dea, dan membalikkan posisinya hingga saat ini Dea berada di atasnya.


Dea yang merasa tidak nyaman pun terus bergerak agar Justin melepaskan nya, namun siapa sangka pergerakan Dea malah membuat ga*rah Justin memuncak. Justin yang sadar akan hal itupun merasa frustasi, pasalnya ia tidak akan menyetubuhi Dea dulu sebelum Dea lulus kuliah.


"Shiiiitttt!" umpat nya menurunkan Dea, dan bergegas ke kamar mandi.


Dea yang melihat tingkah Justin pun merasa bingung, ada apa? bukankah tadi dia yang memeluk dan menciumi Dea. lalu kenapa sekarang ia yang terlihat begitu frustasi.


Setelah beberapa saat Justin keluar dari kamar mandi, dan ia mendapati Dea yang sudah rapi dan juga cantik.


"Kamu sudah mandi?" tanah Justin.


"Udah, tadi dea pake kamar mandi punya Dena" jawabnya.


"Bang ayo sarapan" ajak Dea.


"Kamu duluan, nanti saya nyusul" ucap Justin, namun Dea tak bergeming sama sekali.


Dea mengingat ucapan bundanya, kalo kebutuhan suami yang utama. dan kalo suami ada di rumah terus waktunya makan itu artinya Dea harus menunggu suaminya.


Baiklah Dea akan menunggu Justin, agar mereka sarapan bersama begitu fikirnya.


"Kamu kenapa diem?" tanya Justin.


"nunggu Abang" jawabnya, Justin memandang Dea dengan seksama. lalu iapun menarik lengan Dea dan mengajaknya turun.


"Tau kok pengantin baru, jalan ke ruang makan aja gandengan" goda kanita.


"Ante diam" ucap Dea, yang membuat semuanya tertawa.


"Yang udah nikah mah beda" goda Dio.


"Ngapa Lo sirik? mangkanya cepet nikah" cetus Dea, membuat Dio mencebikan bibirnya.


"Sombong Lo kak" balas Dio.


"Sombong dikit doang gak apa-apa, lagian sombong nya sama elo ini" ucap Dea.


"Udah gak usah berdebat, lebih baik kita makan dulu" ucap Rio.


Merekapun sarapan bersama tanpa ada uang bersuara, hingga sarapan selesai.


Dea kembali ke kamarnya menyusul Justin dengan membawa secangkir teh, dan di lihatnya Justin sedang sibuk dengan laptopnya. Dea mengerti meskipun di rumah Justin harus mengecek pekerjaan nya. sama seperti ayah nya yang super sibuk.


"Teh nya bang" ucap Dea, meletakkannya di atas meja.


"Hmmmmm" balas Justin.


Dea pun duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya, sesekali ia tertawa membuat Justin menoleh dan penasaran.


"Ngapain?" tanya Justin.


"Nggak" jawab Dea.


Karena penasaran dan takut istri nya macem-macem, Justin pun menghampiri Dea dan melihat jika istri nya sedang menonton drama Korea di ponsel nya.


Justin menatap wajah Dea lalu mencium pipi nya sekilas, membuat Dea kaget dan menoleh.


"Kenapa bang?" tanya Dea heran.


"Kamu pake apaan si?" tanya Justin.


"Haha aku pake baju lah, emang pake apaan?" jawab Dea.


"Bukan itu maksudnya" ucap Justin.


"Lalu?" tanya Dea.


"Kamu pake apa? sampe bisa bikin Abang nempel terus begini. udah kaya candu tau gak" jawab Justin, membuat pipi Dea merona karena malu.


Dengan cepat Dea menutup wajahnya dengan kedua tangan, dan itu membuat Justin semakin gemas kepada istri kecilnya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: noh gue kasi kemesraan bang Tintin dah😁


N: senyum-senyum gak Lo pas nulis😂


A: bukan lagi Mun, berasa gue yang di romantisin😂


N: ketauan banget gak pernah di romantisin ya Lo🤣


A: berisik ah, jangan buka-buka kartu gue apa😒


N: 🤣🤣🤣 Mon maap Thor😂


A: iya 🙂


N: 🤣🤣🤣🤣*