Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 342


Malam hari di kediaman Artadinata terlihat sepasang suami istri tengah duduk bersama, Dio merebahkan kepalanya di pangkuan Mei.


Tanpa sadar Dio mengelus perut Mei ia membenamkan wajahnya di perut sang istri, Mei yang merasa kegelian tiba-tiba tertawa.


"Eh kenapa" tanya Dio, yang kaget karena Mei tertawa.


"Geli bang cius dah" jawab nya.


"Geli ni, yakin nih geli" ledek Dio yang malah menggelitik tubuh Mei.


"Abang yaampun geli hahaha" teriak nya.


"Lagian kamu aneh tiba-tiba ketawa" ujar Dio.


"Abang lagian kenapa tangan nya nggak bisa diem coba" ucap Mei.


"Eh iya, tangan diem apa kan gue pengen di manja" ujar Dio, membuat Mei terkikik geli.


"Nggak war*s" ledek mei.


*Sayang nanti kita jenguk ayah sama bunda yu" ajak Dio.


"Ayo kapan" tanya mei.


"Nanti kalo El udah umur tiga tahun" ucap Dio membuat Mei mencebikan bibirnya.


"Masi satu tahun lagi itu lama banget" kesal nya.


"Eh jangan di tungguin biar cepet" ucap Dio membuat Mei tersenyum.


Mei merebahkan tubuhnya di samping Dio, ia memeluk tubuh Dio dengan erat membuat Dio tersenyum senang.


Tanpa menunggu lama keduanya pun terlelap, Dio tidak menyangka jika dirinya akan menjalani rumah tangga hanya berdua tanpa pantauan dari sang bunda seperti Dea dulu.


Namun Dio yakin jika dengan cara ini akan membuat Mei menjadi lebih mandiri, ia berharap istrinya itu cepat mengandung agar Mei tidak merasa kesepian.


...


Di negara lain seorang gadis selalu sibuk belajar dan belajar saja, bahkan membuat sang bunda takut jika putri nya itu merasa tertekan.


Memiliki putri cerdas adalah suatu kebanggaan, namun melihat cara belajar nya yang ekstra membuat sang bunda merasa khawatir akan kesehatan putrinya itu.


"Sayang istirahat lah dulu" ucap Sisil, ya wanita yang sibuk belajar itu adalah Dena. gadis itu lebih suka membaca buku-buku yang belum pernah ia pelajari, bahkan Dena sampai meminta Rio untuk memberikan buku-buku perusahaan nya.


Mau tidak mau Rio memberikan apa yang diinginkan oleh putrinya itu, bukan apa-apa Rio melihat kebahagiaan putrinya adalah kesibukan nya.


"Nanti Bun" jawab nya.


"Ayolah kamu ini, apa kau mau manjadi seorang kutu buku" ujar Sisil.


"Bahkan seorang kutu buku lebih baik daripada seorang yang bermanja-manja bukan" jawab nya, membuat Sisil menghela nafasnya.


"Dena Anggia, aku ibumu dan aku khawatir akan keadaan mu. kau mengejar pelajaran tapi kau tidak ingin berpindah kelas bagaimana ceritanya" ujar Sisil.


"Bun aku hanya ingin seperti teman-teman ku, anggap saja aku sedang bermain kelas. sudahlah aku tidak ingin berdebat dengan bunda ku ini" ujar nya.


"Kau itu selalu seperti itu, aku begitu menyayangi mu. apa kau fikir jika dad mu tahu dia tidak akan khawatir" ucap Sisil, senjata paling ampuh nya adalah menyebutkan nama Justin. dad adalah panggilan Dena untuk Justin, karena Justin sudah seperti ayah baginya.


Justin merasa senang karena Dena memanggil nya dad, begitupun dengan Dea ia tidak pernah mempermasalahkan hal itu.


"Dad tidak akan marah" jawab nya santai.


"Dena sayang kamu terlalu lama berada di ruang belajar, jangan membuat bundamu ini bersedih. tanpa seperti ini kamu sudah menjadi anak yang cerdas" ucap Sisil.


"Aku hanya tidak ingin ada kesalahan, aku ingin menjadi berbeda di antara kakak-kakak ku" ujar nya membuat Sisil mengalah, biarkan saja Dena seperti itu yang penting masih dalam pengawasan nya.


Sisil pun kembali meninggalkan Dena yang tengah sibuk, ia pergi menuju kamar nya untuk beristirahat.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€—


Itu yg Dena nya anggap aja Dena Masi pelajar ya, susah banget nyari yg seumuran, Mon maaf kalo gak sesuai πŸ™ tapi lebih baik bayangin sendiri aja ya 😊


Dena Anggia Putri Artadinata***



Carl Yudistira A



Clara Ariana (ana)



*A: oke gaes sampe sini gue pusing nyari visual Dena yang masi muda 😭


N: susah ya ThorπŸ˜‚


A: banget Uun yaampun segitu gue bersyukur Nemu yang masih kaya boceh gitu 😭


N: sabar ya Thor ya, nanti Dena nya ganti lagi kan Thor😁


A: iya un nanti ganti lagi kok tenang aja yaπŸ™‚


N: ooke ThorπŸ€—*