Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 91


malam hari pun tiba dimana Rio sudah pulang kerja ia disambut oleh Sisil, saat mendengar suara mobil di halaman rumah nya Sisil pun bergegas membuka pintu karena hari ini ia merasa sangat merindukan suami nya...


"hey kenapa berdiri di luar" tanya Rio yang melihat Sisil sedang berdiri di teras rumah nya


"tidak apa-apa aku hanya sedang menunggu mu" jawab Sisil sambil tersenyum


"hmmmm baiklah terimakasih istriku tersayang" balas Rio lalu mengecup kening Sisil


"bagaimana kata dokter tentang kandungan mu" tanya Rio


"baik kata dokter baby nya sehat dan pertumbuhan nya bagus" jawab Sisil bahagia karna buah hatinya berkembang dengan baik


"syukur lah kalau begitu, baik-baik ya nak dalam perut bunda ayah akan menunggu mu sayang kamu sama bunda" ucap Rio sambil mengelus perut Sisil


Sisil yang melihat perlakuan Rio pun merasa terharu dan meneteskan air mata nya, ia bersyukur bisa memiliki suami seperti Rio meskipun terlihat cuek angkuh dan Sombong tapi sebenarnya Rio sangat penyayang apalagi sama keluarga nya...


"kakak udah pulang" tanya Sabil yang melihat Rio berjalan menuju kamar nya


"iya, dimana kanita" jawab Rio lalu menanyakan kanita


"tidak tahu aku tidak melihat nya" balas Sabil


"apa kamu tidak menanyakan keberadaan nya" ucap Rio


"tidak aku baru bangun tidur dan saat bangun biasanya aku sudah melihat dia tapi hari ini tidak" jawab Sabil jujur


"sudah mungkin kanita pulang kerumah papah" ucap Sisil menengahi


"kenapa bukan kah papah meminta kanita untuk tinggal bersama kita selama papa tidak ada" balas Rio merasa tidak enak hati


"sayang kanita udah gede dia berhak memilih jalan nya sendiri dan dia berhak memiliki kebebasan, aku tidak ingin nanti dia merasa terkurung seperti aku dulu" jelas Sisil


"sudah-sudah kalian tidak perlu berdebat, kakak kau tenang saja aku akan menjemput kanita dan untuk kakak ipar kita sayang sama kanita bukan berarti kita akan mengurung nya bukan, meskipun kanita tinggal disini kanita akan tetap bebas untuk pergi kemana pun ia mau selagi itu aman dan membuat nya bahagia dan untuk besok-besok aku juga akan mulai sibuk dengan pekerjaan ku jika kanita berada disini maka dia akan menggantikan aku untuk menjaga mu" ucap sabil menjelaskan


"tapi Sabil jika kanita tinggal disini hanya untuk menjaga ku itu sama saja aku mengurangi kebebasan nya bagaimana ia bisa mengejar cita-cita nya untuk menjadi model jika ia harus menjaga seorang ibu hamil seperti ku" jelas siail


Sabil dan Rio pun saling pandang setelah mendengar penjelasan dari Sisil ya dulu Sisil memiliki cita-cita yang sama dengan Sabil sama-sama ingin menjadi model dan pengusaha namun karena ketegasan sang papa dan larangan nya maka Sisil tidak bisa mewujudkan impian nya namun tidak dengan kanita ia pernah menjadi model untuk cover majalah remaja saat ia masih tinggal di luar negri namun saat ia pindah ke tanah air kanita harus meninggalkan semuanya, bakat nya yang mahir dalam bidang menjadi model dan pembisnis ia tinggalkan, kanita bisa berbisnis karena banyak belajar dari prisylla alias Sisil karena ia ingin bisa menguasai semua hal yang ia suka...


"kakak ipar tenang lah aku akan membantu kanita untuk mengejar cita-cita nya" ucap Sabil meyakinkan


"sungguh" tanya Sisil


"iya kakak ipar ku sayang kau tenang saja" jawab Sabil memeluk Sisil


Sabil pun pergi meninggalkan kediaman Rio ia melajukan mobilnya menuju kediaman pak Gerry dimana ada kanita disana, sesungguhnya Sabil pun tidak ingin kanita tinggal sendiri dan merasa kesepian maka dari itu ia memutuskan untuk menjemput kanita...


.


.


.


.


.


.


jangan lupa like dan vote bagi koin nya juga ya readers 😊😉