Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 280


Di tempat lain terlihat Dea yang sedang duduk bersama dengan Carl, putra kesayangan nya itu tidak pernah membiarkan Dea untuk sendirian.


Meskipun nantinya Carl akan menjadi bahan keusilan Dea, seperti saat ini Carl tengah duduk dengan Dea yang sedang menguncir rambut nya.


"Mom nanti rambutnya diri dikit doang" ucap Carl tertawa, mengingat film kartun kembar yang suka di lihat nya.


"Haha itumah bukan di kuncir sayang, tapi emang rambut nya selembar doang" ucap Dea.


"Pala nya botak ya mom" ucap Carl.


"Amit-amit bang, emang mau punya adik botak" ujar Dea.


"Haha nggak mau mom" balas Carl.


"Bang kalo kepang kaya nya bagus haha" ucap Dea, membuat Carl mendengus.


"Jangan mom, masa kepang" ucap Carl.


"Nggak deh kasian kamu nya" ujar Dea.


"Araaagghhh, mom sakit" pekik Carl, saat beberapa helai rambut nya ketarik oleh Dea.


"Ya, bang rontok" ucap Dea, memperlihatkan rambut Carl.


"Botak nanti aku mom, kan nggak lucu mommy canti Daddy ganteng Abang nya botak" ucap Carl memelas, membuat Dea tertawa.


"Gak sengaja mommy, serius deh" ucap Dea, yang merasa bersalah.


"Nggak apa-apa, nanti numbuh lagi kok" ujar nya, membuat Dea tersenyum.


"Mom kasi dedek nya cowok ya" ucap Carl.


"Hmmmmm, kaya nya si ini bakal cowok bang" ucap Dea menebak.


"Kata siapa mommy, emang udah periksa" tanya Carl.


"Udah cuma mommy gak nanya jenis kelamin nya" jawab Dea.


"Terus mommy tau dari mana?" tanya Carl.


"Ya nebak aja bang" jawab nya nyengir kuda.


"Haih mommy ini" ucap Carl, saat tengah berbincang mereka berdua di kgetkan oleh Mei.


"Assalamualaikum" teriak nya.


"Permisi spada, speda every body" ucap Mei, membuat Dea dan Carl menggelengkan kepalanya.


"Walaikumsalam" jawab Dea dan Carl.


"Aunty kamu tuh bang, gesrek nya kumat" ucap Dea.


"Adik nya mommy, bobrok gara-gara LDR" balas Carl, membuat Mei mendengus kesal.


"Kalian sungguh baik sekali, ngomongin orang di depan orang nya" ucap mei.


"Bagus itu, daripada ngomongin dari belakang panas kuping kamu mau" ujar Dea.


"Ya nggak si" ucap Mei, ia melihat Carl dengan mata yang berbinar.


"Aaaaaaaa, My Carl, my boy, my handsome bala bala" ucap Mei, memeluk dan menggoncang tubuh Carl.


"Haha bala-bala apaan" tanya Carl, merasa lucu dengan bahasa Mei.


"Hei jangan tertawa honey, kau semakin terlihat tampan dan rupawan. semoga kalo udah nikah dan punya anak nanti ganteng kaya kamu ya" ucap Mei, yang mendapat pukulan dari Dea.


Plaaakkk....


"Jangan sentuh anak gue" ucap Dea.


"Kesayangan akoh, yaampun gumush ih gumush" ucap Mei mencubit gemas pipi Carl.


"Aunty pipi ku nanti copot kalo di tarik-tarik" ucap Carl.


"Nggak bakal copot sayang, percaya sama aunty" ucap Mei.


"Carl nanti kalo cari pacar yang cantik nya kaya aunty ya, jangan yang kaya mommy" ucap Mei, membuat Dea mendengus.


"Emang mommy kenapa?" tanya Carl.


"Mommy kamu mah polos sama o*n beda tipis" ucap Mei terbahak.


"Jangan ngada-ngada Lo Mei, gue cin*ang mau Lo" ucap Dea.


"Dikira gue daging MOU kali di cin*ang" ucap Mei.


"Cow anuty bukan MOU" ucap Carl.


"Biasa nak aunty kamu kebanyakan main di sawah, jadi begini" ucap Dea membuat tawa Carl pecah.


"Gue cantik begini dibilang holang-holangan sawah, gue ingi gadis ndeso you know" ucap Mei.


"Holang-holangan sawah, haha" ledek Dea.


"Kakak mah jahat hiii, kalo aku holang-holangan sawah kakak jangkrik nya" ucap Mei.


"Mana ada jangkrik cantik" ucap Dea.


"Bukan gitu lah, mana ada jangkrik buncit" ledek mei penuh kemenangan.


"Kam*ret" dengus Dea.


"Haha mangkanya Meitha dilawan" ucap nya bangga.


Merekapun terus saja berbincang saling mengatai satu sama lainnya, Dea yang terus mengatai Mei membuat Carl tertawa puas. dan hal itu membuat Mei dan Dea bahagia, karena untuk saat ini kebahagiaan Carl lah yang paling penting. karena nanti ia akan memiliki adik yang harus ia jaga.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€—


A**: dikit dulu ya, mood gue lagi jelek ini😊


N: iya Thor siapπŸ˜‚


A: πŸ€—πŸ€—πŸ€—*