
sudah dua bulan kanita tidak mengunjungi Sisil kerumahnya dan hari ini kanita memutuskan untuk menemui sang kakak dan si kembar, rasa kangen sudah semakin besar maka dari itu kanita memutuskan untuk menginap di rumah Sisil...
"assalamualaikum, spada" ucap kanita sambil memasuki rumah Sisil
"walaikumsalam, wih ada tamu" jawab Sisil tersenyum
"aku rindu aku rindu sangat rindu" ucap kanita memeluk Sisil dan mengecupi pipi sang kakak
"ada angin dari mana kamu kesini" tanya Sisil
"yaelah mbak nya gitu banget" jawab kanita manyun
"lagian kamu kemana aja si kan udah kaya hilang di telan bumi" ucap Sisil berjalan menuju ruang tengah
"gak sekalian aja lenyap gitu" cetuk kanita
"hahaha kaya jailangkung Lo datang tiba-tiba ngilang tiba-tiba" ucap Sisil membuat kanita mencebikan bibir nya
"kak Rio kemana kak?" tanya kanita
"kerja lah emang kemana lagi" jawab Sisil
"ya kali aja gitu kerumah yang muda hahay" ucap kanita membuat Sisil mendengus
"kak" panggil kanita
"hmmmm" jawab Sisil
"kak Sabil gak pernah kesini ya" tanya kanita
"nggak aku denger sii dia mau ke luar negeri lagi" ucap Sisil
"lah bukan nya dia mau nikah?" tanya kanita
"iya dia ada urusan dulu" jawab sisil
"Oooh, terus si kembar mana?" tanya kanita
"sekolah" jawab Sisil
"eh kan kamu kapan nikah sama Eza" tambah Sisil
"Kenapa emang" tanya kanita
"kamu gak kasian sama papa kan dia sibuk banget pulang pergi ke luar negri, setidaknya kalo kamu udah nikah sama Eza perusahaan Dady kamu ada yang urus" jawab Sisil
"papah kan bisa urusin perusahaan Dady kak" ucap kanita
"kan papa gak lagi muda bahkan sekarang aja mas Rio jadi jarang di rumah karena bantu papa, akutu pengen nya papa dirumah aja kan perusahaan papa yang disini udah bisa mas Rio handle tapi kan perusahaan Dady kamu disana" ujar Sisil menjelaskan
ya kanita memang anak yang diharapkan sang Dady untuk mengurus perusahaan nya, namun karena kanita ingin menjadi model dan Sisil pun sangat mendukung hal itu membuat Dady kanita luluh. Dady kanita berfikir mungkin nanti jika kanita menikah maka suami kanita lah yang akan diberi tanggung jawab itu.
saat sedang asik mengobrol tiba-tiba Rio pulang dari kantor, Sisil yang melihat itu heran karena tidak biasanya sang suami pulang cepat bahkan sebelum anak-anak nya pulang.
"ko udah pulang" tanya Sisil saat melihat Rio
"iya hari ini aku gak konsen di kantor jadi mending pulang aja" jawab Rio duduk di samping Sisil
"kamu dari tadi kan?" tanya Rio
"iya kak aku kangen si kembar dan rencananya aku mau nginep sini boleh kan" balas kanita
"ya boleh lah" Jawab Rio
"kak" panggil kanita, ya kanita Memang sudah tidak sungkan lagi kepada Rio
"Kenapa" jawab Rio
"ngurus perusahaan pusing gak?" tanya kanita
"ya kalo di bikin beban sama terlalu di fikirin pusing kan, tapi kalo beda hal nya kalo kita anggap itu adalah hobby maka sesulit apapun dan selelah apapun kita gak akan merasa pusing" jawab Rio membuat kanita mengangguk
"kamu kenapa nanya kaya gitu" tanya Sisil dan Rio
"aku udah fikirin semuanya aku mau urus perusahaan Dady aja" jawab kanita membuat Sisil dan Rio terkejut
"kenapa? terus gimanan sama pekerjaan model kamu" tanya Sisil. Sisil tahu jika kanita sangat menginginkan menjadi model maka dari itu Sisil merasa khawatir.
"aku mau bantu papa kan kakak yang bilang kalo papa gak muda lagi, jadi karena aku belum memikirkan soal pernikahan maka aku yang akan menggantikan posisi Dady" jawab kanita dengan mata berkaca-kaca
"kan kamu gak perlu maksain diri kamu masih muda dan kita gak akan ijinkan kamu buat balik kesana, kita gak mau kamu tinggal sendiri udahlah kamu disini aja" ucap Rio
"kak aku dulu sering berharap kalo aku punya adik atau kakak yang bisa urus perusahaan Dady, tapi Tuhan terlalu sayang aku hingga aku hanya terlahir seorang diri" balas kanita tersenyum dengan meneteskan air matanya
"kan kita disini sayang sama kamu kita gak akan biarin kamu buat hidup sendiri, meskipun kamu nanti sudah nikah kita akan selalu ada buat kamu. dan ingat kamu gak sendiri ada aku disini yang sayang banget sama kamu" ucap Sisil memeluk kanita erat
"karena pernikahan Sabil masih agak jauh gimana kalo kita Adain pernikahan kanita dan Eza dulu aja" ujar Rio membuat Sisil dan kanita menoleh
"maksudnya" tanya Sisil dan kanita bersamaan
"Eza udah minta restu ke papa bahkan orang tua Eza udah melamar kanita ke papa dan papa menerima nya, tadinya pernikahan kanita akan di adakan nanti setelah Sabil tapi karena Sabil dan Zian masih sibuk gimana kalo kanita duluan" jawab Rio
"setuju" ucap Sisil semangat
"nggak nggak aku gak setuju" balas kanita melepaskan pelukan Sisil
"kenapa kamu gak setuju" tanya Sisil dan Rio
"a...aku...aku" jawab kanita ragu
"jangan bilang kamu berubah fikiran" tanya Sisil
"Bu...bukan gitu aduuh ini gimana sii, kakak hubungan aku sama kak Eza itu sekarang lagi banyak drama kayak tom and Jerry jadi aku gak yakin ini sii" jawab kanita
"kalian sering berantem?" tanya Rio
"iya dan semenjak aku liat dia sama cewek itu aku kesel sumpah demi ayam goreng rasa aku pengen ulek-ulek itu cewek horor" jawab kanita kesal
"cewek siapa sii" tanya Sisil penasaran dan malah membuat tangis kanita pecah
"itu cewek kaya cicak nemplok sana nemplok sini aku jiji hiks... bahkan kak Eza sampe belain itu si cewek pas aku ngambek" jawab kanita membuat Sisil dan Rio saling pandang
"kamu liat muka nya?" tanya Sisil
"nggak kak aku cuma liat dia dari belakang aja" jawab kanita lagi
"mas emang Eza pernah ada deket sama cewek lagi setelah Sabil dan sebelum kanita?" tanya Sisil
"gak tau aku sii pernah liat kalau dia dulu pernah kenalan sama panitia acara amal" jawab Rio membuat Sisil mengerti...
...
di tempat lain Eza sedang bersama wanita yang di maksud oleh kanita, wanita yang pernah menarik perhatian nya dan menghilang tiba-tiba sampai Eza kembali menemukan wanita yang bisa benar-benar meluluh lantakkan hati dan perasaan nya. wanita yang terlihat manja namun dewasa, wanita yang ceria dan ceplas-ceplos, wanita yang blak-blakan soal perasaan nya wanita yang menggemaskan jika sedang merayu ya wanita itu adalah kanita.
Kanita Adinda Pratama wanita yang berhasil merebut hatinya dan berhasil membuat nya tunduk, namun saat ini wanita itu sedang marah kepadanya bahkan mungkin benci karena melihat Eza memeluk seorang wanita yang selalu memberikan motivasi. wanita baik dan lugu itulah yang dapat di pandangan nya sikap ceria nya yang mirip dengan kanita namun yang membedakan adalah cara bicaranya.
"gimana kabar kamu" tanya Eza kepada wanita itu
"aku baik, kakak sendiri gimana" balas nya
"kamu kemana aja? selama ini aku nyari kamu" ucap Eza lagi
"aku pergi ke kampung orang tuaku kak" jawab nya tersenyum
"kenapa gak ngabarin aku" tanya Eza lagi
"ponselku rusak dan nomor telepon yang ada di ponselku hilang semua" jawab nya Eza pun mengangguk mengerti
setelah selesai makan siang bersama wanita yang selalu ia cari itu Eza kembali ke kantor dan disana ia melihat kanita sedang duduk. setelah dari rumah Rio kanita memutuskan untuk ke tempat kerja, Eza menghampiri kanita ia duduk di samping kanita karena denia belum bisa bekerja jadi saat ini kanita masih sendiri, denia hanya membantu mengecek jadwalnya saja.
"kan" panggil Eza namun kanita tidak menggubris nya
"kanita" panggil nya lagi dengan menyentuh tangan kanita namun di tepis
"Kanita Adinda Pratama ikut aku" ucap Eza menarik tangan kanita
"ih apaansi lepasin" balas kanita menghentakkan tangan nya hingga terlepas
"kamu kenapa" tanya Eza menatap kanita
"gak apa-apa" jawab nya simple
"gak usah bohong" ucap Eza
"bukan urusan kakak" balas nya membuat Eza kesal.
jika dulu Sisil sering ngalah jika bertengkar dengan Rio namun tidak dengan kanita, ia gadis yang keras meski dirinya sering di manja oleh mami dan Dady nya dulu itu tidak membuat kanita mudah luluh.
kanita gadis lembut dan penyayang iya akan baik sebaik-baiknya dengan orang yang tulus kepada nya, namun ia akan keras jika orang itu sudah menyinggung perasaan nya kanita tidak mudah tergoda meskipun ia lebih dulu menyukai namun hal itu bukan berarti harus menjadikan nya wanita yang lemah.
"ikut aku" ucap Eza menarik paksa tangan kanita
"lepasin aku lepasin dasar g*la lepasin" teriak kanita memberontak, hal itu membuat beberapa orang memperhatikan nya termasuk Jeje saingan kanita.
"terserah kamu mau bilang apa aku gak peduli" ucap Eza terus menarik tangan kanita
"lepasin aku kamu gak ada hak buat paksa-paksa aku lepasin" teriak nya
saat tiba di ruangannya Eza melepaskan tangan kanita dari genggaman nya, ia menatap lekat mata kanita mata indah dengan bola mata berwarna coklat dan bulu mata yang sangat lentik.
"mau apa kamu bawa aku kesini" tanya kanita ketus
"kan kamu marah gara-gara kemarin" tanya Eza
"ya kamu fikir aja sendiri kamu bilang kamu suka aku, kamu sayang aku bahkan kamu cinta aku tapi di belakang aku kamu peluk-peluk cewek lain hah kamu cium-cium cewek lain apa itu yang dibilang sayang" teriak kanita
"kanita kamu salah paham" ucap Eza
"terus aja kak terus terus belain wanita jal*Ng itu terus" teriak kanita
"jaga ucapan kamu kanita dia bukan wanita seperti itu. kamu harus tau dia wanita baik-baik" bentak Eza membuat kanita meneteskan air mata nya
"gak ada wanita yang mau di peluk dan di cium sama cowok yang bukan kekasih atau suaminya selain wanita red*han" teriak kanita
plaaakkk
tamparan Eza mendarat di pipi putih dan mulus kanita dengan sempurna, Eza yang emosi tidak bisa mengontrol diri dan tersulut penuh amarah.
"dengar aku baik-baik dia bukan wanita rend*Han seperti yang kamu bilang, bahkan jika di bandingkan dengan kamu belum tentu kamu jauh lebih baik dari dia" ucap Eza penuh penekanan sementara kanita hanya menatap Eza nanar
"dan satu lagi sebelum kamu bilang orang lain buruk kamu liat diri kamu sendiri kanita liat diri kamu yang dulu, kamu menyukai Rey lebih dulu apa itu baik? jika dipandangan kamu dia seperti itu lalu apa bedanya sama kamu" bentak Eza membuat kanita benar-benar marah
plaaakkk...
kanita membalas tamparan Eza lebih kencang sehingga membuat tangan nya memerah, namun itu tidak terasa sakit dibandingkan dengan kata-kata yang di ucapkan oleh Eza.
"jaga ucapan anda tuan Giovano! saya memang menyukai Rey lebih dulu dah bahkan saya jatuh cinta kepadanya. namun apakah anda pernah melihat saya disentuh oleh nya? atau anda pernah melihat saya dipeluk dan dicium oleh tuan Rey? tidak pernah bukan. dan perlu anda ingat meskipun saya pernah jatuh hati kepadanya tapi saya tidak pernah mengganggu hidupnya bahkan saya tidak pernah menyakiti perasaan wanitanya karena saya tidak serend*h itu" ucap kanita lalu pergi meninggalkan Eza dalam ruangan nya dengan air mata yang mengalir deras.
di dalam ruangan Eza tersadar atas apa yang telah ia lakukan kepada kanita dan membuat nya sangat menyesal, wanita yang sangat ia sayangi bahkan ia cintai marah karena ucapannya yang menyakitkan.
"araaagghhh kenapa aku bodoh! kenapa aku sampai tidak mengontrol emosi ku" ucap Eza frustasi
sementara kanita ia berlari menyusuri trotoar sambil menangis mengingat perkataan Eza yang akan menjadi calon suaminya, tuhan rasanya kanita ingin pergi dan menggagalkan semuanya namun kenapa terasa sangat sulit mengingat mami Eza yang selalu memohon kepadanya.
"aaaaaaaakh" teriak kanita di pinggir jalan
"aku benci kamu kak Eza aku benci hiks...hiksss. aku jiji aku benci pergi kamu dari hidupku pergiiii huhu aku menyesal memberikan hati dan cintaku untukmu aku menyesal sangat menyesal" teriak nya
terus melangkah dengan tangis nya hingga kanita teringat sesuatu.
"kenapa aku berjalan kaki sementara aku membawa mobil. bodoh sekali bodoh" gerutunya sambil terus menangis dan kembali ke kantor Eza untuk mengambil mobil nya.
setibanya ia di kantor Eza kanita langsung melajukan mobil nya sambil terus menangis.
"jika kamu sudah memiliki wanita kenapa kamu meminta ku untuk menjadi istrimu hiks... bahkan penolakan ku untuk menikah dengan kamu itu tidak di terima oleh papa dan kak rio huhu... aku ingin pergi tapi itu tidak mungkin karena akan membuat papa malu" ucap kanita di dalam mobil.
kanita tiba di rumah Sisil ya karena memang ia akan menginap jadi kanita tidak pulang ke rumah tuan Gerry, kanita masuk dan berlari menuju kamar nya sambil menangis. Sisil dan Rio yang berada di ruang tengah bingung melihat kanita saat Sisil akan menyusul Rio menahan nya dan menyuruh Sisil untuk memberikan kanita waktu sampai tenang Sisil pun menurut.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: kenapa kanita sama Eza di biarin berantem😭
A: hubungan itu gak selamanya mulus Mumun ada aja masalah nya😔
N: kasian kankan Thor mau kawin masa berantem 😭
A: itu ujian buat calon manten anggap aja begitu😂
N: pake di tampar lagi😭
A: bukan itu di cium 😬
N: author nya jahat neh😒
A: baik akutu gak pernah makan sabun😭
N: iya paling makan detergen 🤣
A: metong dong gue😒
N: jangan dong Sian belum kawin soalnya si author nya🤣
A: gak usah ledek Mun gak usah😏
N: 🤣🤣🤣*