
Seminggu berlalu kini tiba lah dimana orang-orang sedang sibuk mempersiapkan pernikahan Mei dan Dio, sementara Mei sendiri gadis itu tengah bermanja di kamar nya di temani oleh Dea dan juga Mae.
Dea dan Mae melihat Mei yang tengah melakukan perawatan, karena Mei tidak ingin keluar rumah maka Sisil memanggil orang untuk merawat putri nya itu di rumah.
"Mei nanti udah nikah mau honeymoon kemana" tanya Mae.
"Gak tau kak gimana bang Dio aja" jawab Mei.
"Honeymoon, gue aja sampe Midun yang kedua kaga make honeymoon" dengus Dea.
"Beda lah de, laki Lo mah mana sempet honeymoon. baru setengah jalan aja udah mupeng duluan muka nya" ucap Mae membuat mei tertawa.
"Gila ya Lo Maesaroh, laki gue sama laki Lo tuh 11 12 gak ngaca emang" cetus Dea.
"Haha Julian mana berani mupengin gue" ucap Mae bangga.
"Kalo dia gak mupengin Lo, mana mungkin Lo Midun sekarang" ujar Dea, membuat Mei terbahak-bahak.
"Kalian itu ya jangan bawa-bawa masalah rumah tangga kesini, kasihani lah aku yang baru mau memulai bahtera rumah tangga" ucap Mei membuat Dea dan Mae menoleh.
"Oiya bener, gimana si Lo Mae. tar dia takut duluan bahaya kan, belum juga mulai tar udah kabur duluan" ujar Dea.
"Lo yang mulai bumil yaampun kaga mau pisan di salahin" cebik Mae.
"Bumil-bumil, ngaca perut Lo juga buncit" dengus Dea.
"STOOOOPPPPP!!! kalian berdua itu bumil haduh aku sampe pusing denger kalian debat" ucap Mei memegang kepalanya, sementara yang yang sedang melakukan perawatan terhadap Mei hanya tersenyum.
"Dea malu sama mereka, masa keluarga kita begini amat bobrok nya gak make filter" ujar Mae, dengan berbisik membuat Dea melirik sekelilingnya.
"Iya Mae udah ah, tar gue di cap gak ada ahlak begimana" ujar Dea, keduanya pun sama-sama terdiam.
Mei yang melihat kedua kakak nya seperti anak kecil hanya menggelengkan kepalanya saja, ia heran kedua kakak nya sudah menikah bahkan sebentar lagi akan memiliki anak namun masih saja terlihat menggemaskan.
Dea memainkan ponselnya ia melihat-lihat sosial medianya, hingga di kejutkan oleh berita online, yang mengatakan bahwa Julian tengah dekat dengan Jeselin kakak kandung Carl.
Dea menarik Mae dan memperlihatkan berita itu, Mae yang melihat itu awalnya terkejut tapi seketika wajah nya menjadi tenang.
"Gimana" tanya Dea.
"Biarin dulu aja de, anggap aja dia kacang kaga punya cangkang." jawab Mae.
"Lo gak mau lakuin sesuatu" tanya Dea.
"Ada apa si kak" tanya mei, Dea pun memperlihatkan ponselnya dan mata Mei membulat.
"Kaya nya aku pernah liat dia tapi dimana" ucap Mei, membuat Mae dan Dea saling memandang.
"Dimana" tanya keduanya bersamaan.
"Di kantor bang Dio, iya disana pas aku sama bang Dio mau pulang eh ketemu dia" jawab mei, membuat Dea tersenyum sinis.
"CK, receh! ternyata setelah mendengar kepulangan putra Artadinata dia pun menjalankan misi nya. selain Julian dan Justin, Dio kah yang sekarang sedang ia incar" ucap Dea membuat Mei kesal.
"Kakak jangan ngomong kaya gitu" pekik Mei.
"Tenanglah Mei, kita lihat saja siapa yang akan menang. untuk saat ini kita ikuti permainan nya" ucap Dea membuat Mei dan Mae mengangguk.
Mereka terus berbincang dengan asik, setelah membicarakan tentang Jeselin merekapun menghibur diri nya Masing-masing agar tidak terkena perangkap Jeselin.
.
.
.
.
.
.
.
***happy reading 😊🤗
A**: nih udah up jangan lupa vote nya gaes 😁
N: siap Thor gue nguli dulu😂
A: ngulinun yang banyak kalo perlu 😂
N: otw in Thor 😂
A: 😂😂😂*