Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 176


Pagi ini terlihat Dea sedang merengek kepada ayah nya untuk Mita ikut menjenguk sang opa di Jerman, namun Rio mengerjai sang putri untuk tidak mengijinkan nya.


Rio sengaja ingin memberikan kejutan kepada Dea, karena Dea akan pergi ke Jerman bersama dengan Justin. ya karena Justin yang meminta kepada Rio agar mengijinkan untuk menjaga Dea.


"Ayah Kaka ikut ayah" Rengek nya.


"Nggak nanti kakak nyusul" Ucap Rio.


"Nggak mau ayah, kakak mau nyusul sama siapa coba" Ujar Dea.


"Ya kakak nyusul sendiri lah" Ucap Rio membuat Dea mendengus.


"Ayah jahat, ayah udah gak sayang sama kakak." Ujar Dea membuat Rio terbelalak.


"Hih apaan kok ngomong gitu" Ucap Rio.


"Iya ayah jahat, kakak pengen ikut malah di suru jalan sendiri" Ujarnya.


"Haha yaudah si kakak di tinggal ya Bun" Ucap Rio.


"Nggak bundaaa ihhhh gak mau" Teriak Dea membuat Dio dan Mei tertawa.


"Udah bang biarin aja nanti si kakak nyusul" Ucap Rio lagi.


"Nggak ihhh ayah ngeselin" Kesal Dea.


"Bundaaa ayah nya ini ihhh nyebelin" Teriak Dea.


"Ya kan emang kamu mah nyusul kak gak bareng kita" ucap Sisil dan itu membuat Dea menangis.


"Hiks...hiks... kok pada jahat sii aah" Ujarnya.


"Apaan kita gak jahat juga" Ucap Mei.


"Tau nih malu dong malu" Ujar Dio.


"Terserah" Teriaknya berlari ke kamar.


Setibanya di kamar tangis Dea pun semakin pecah, ya karena Dea belum pernah untuk pisah perjalanan dengan orang tuanya. Dan ini pertama kalinya Dea harus terpisah dari ayah dan bundanya, karena Dea tidak tahu jika sang ayah hanya mengerjainya saja.


Saat Dea tengah menangis Rio pun masuk ke kamar putrinya, dan dilihatnya Dea menangis hingga sesenggukan. Melihat keadaan Dea seperti itu Rio merasa bersalah karena baru kali ini ia mengerjai putrinya hingga menangis.


Dea memang manja terhadap ayah dan bunda nya bahkan kepada keluarganya, namun manjanya Dea selalu meminta kasi sayang lebih. bukan manja yang minta apa-apa harus di belikan, Dea lebih ke ingin bersama dengan keluarganya.


"Kak hei masih nangis haha" Ucap Rio menghampiri Dea yang tengah tengkurap.


"Nggak mau ayah jahat. hiks... hiks" Ujar Dea, masih dengan posisi yang sama.


"Masa cuma kaya gitu doang nangis" Ledek Rio


"Biarin, hiks" Balasnya.


"Kak udah dong kalo nangis tar jelek. ah gimana si" Ucap Rio.


"Ayah jahat biasanya kalo pergi-pergi kakak sama ayah bunda dan Oma, hiks...kenapa sekarang kakak suru pisah perjalanan" Ucap Dea dan membuat Rio tertawa.


"Haha kak ayah bercanda udah dong jangan nangis, maafin ayah" Ucap Rio.


"Nggak lucu bercanda kaya gitu, gak tau anak nya takut di tinggal apa" lirih Dea.


"Hey udah, ayo turun itu bunda lagi pada packing" Ucap Rio.


"Nggak mau" ujar Dea.


Rio yang merasa bersalah pun mengangkat tubuh putrinya untuk di bawa ke ruang keluarga, dan itu membuat Dea meronta-ronta minta turun.


"Ayah lepasin nggak mau hiks...hiks..." teriak Dea.


"Hahaha lagian ngapain di kamar? orang yang lain lagi pada ngumpul juga" Ucap Rio menuruni tangga dengan tubuh Dea yang ia gendong.


"Bundaaa huaaaaaa ayah jahat" tangis nya lagi. Dan saat itu pula Rio menurunkan tubuh Dea di samping sang istri.


"Ayah ih sampe senggukan gini si kakak" ucap Sisil memeluk putrinya.


"Hahaha masa lawan nenek lampir berani, di kerjain gitu doang nangis. gak asik Lo" ledek Dio.


"Abang" ucap Sisil.


"Lagian aneh Bun, berantem sama kak lampir dia Weiner nya. lah pas di usilin ayah nangisnya kaya anak tiri di usir" ledek Dio lagi.


"Beda lah Panjul, kalo Mak lampir gue lawan gak bakal dosa toh dia yang duluan. kalo ayah gue lawan tar gue di kutuk jadi cobek begimana?" teriak Dea di sela-sela tangis nya.


"Udah-udah kak ayah becanda doang gak usah di dengar" ucap Sisil.


"Udah punya calon laki masih cengeng" ejek Rio.


"ayah" ucap Sisil.


"Iyaiya nggak sayang" balas Rio.


merekapun melanjutkan acara packing nya, dengan Dea yang masih sesenggukan akibat menangis. Dan saat sedang asyik-asyiknya bercanda tiba-tiba Justin datang dan itu membuat Rio senang.


Bagaimana tidak jika ada Justin maka Rio bisa menggoda putrinya kembali, ia ingin tahu reaksi Dea akan seperti apa.


"Assalamualaikum" Ucap Justin.


"Walaikumsalam" Jawab para penghuni.


"Wah ada calon mantu bang" Ucap Rio.


"Kenapa?" tanya Justin.


"Di godain ayah bang" Kali ini Mei yang menjawab.


"Kamu kenapa de?" tanya Justin menghampiri Dea, sementara yang di tanya hanya menundukkan kepalanya dalam.


"Dea kan mau ke rumah opa nya nyusul bang, eh malah nangis" ucap Dio.


"Nggak orang gak nyusul" balas Dea.


"Kata siapa? Orang Lo nyusul juga yaaaaa" ledek Dio.


"Ayaaaah" rengek Dea.


"Nyusul kak kamu nyusul" Ucap Rio. dan kembali membuat tangis Dea pecah.


"Bundaaa hiks...hiks.." adu Dea, karena Dea tau sang bunda tidak akan membiarkan nya menangis.


"Yah udah apa anaknya di godain terus" kesal Sisil.


"Dea nyusul Bun ih si bunda pura-pura lupa ya Mei" ucap Rio kepada meitha.


"Nggak tau Mei nggak ikut-ikutan" balas Mei membuat semuanya tertawa.


"Bocah di ajak kerjasama nya malah begitu" ucap Rio.


"Abang aku gak mau nyusul hiks...hiksss" memegang tangan Justin.


"Kenapa?" Tanya Justin.


"Nggak mau masa Dea jalan sendiri" rengek nya.


"Nggak sendiri kamu kan sama saya" Ucap Justin membuat semuanya bersorak.


"Uhuyyyyy jalan nya sama Nyang mbeb inimah dah" Teriak Rio dan Dio.


"Inimah kudu terakhir cilok gundul" tambah Mei.


"Apaan cilok gundul? adanya pala Lo gundul" ucap Dio.


"Idih maksudnya Mei cilok Abang gundul haha" balas Mei dan membuat semuanya tertawa, suasana pun berubah menjadi ramai.


"Yang mahalan dikit Mei jangan cilok. calon mantu bunda kan sultan" Goda Sisil.


"Haha ia kita jalan-jalan aja dah, abisin duit nya bang Tintin" ucap Mei heboh.


"Halah cewek mah udah nggak aneh palingan shopping" Ucap Rio dan Dio.


"Apalagi coba" Balas Sisil.


Dan candaan-candaan lain pun terlontar kan, membuat suasana hangat dan ramai, Dea dan Justin hanya memperhatikan saja dengan tangan yang terus bergerak menyusun pakaiannya ke dalam koper.


Mereka akan berangkat nanti besok pagi, jadi hari ini di sibukkan dengan packing. Justin membantu Dea dan sekarang hubungan keduanya lebih dekat meskipun belum saling mengungkapkan. bahkan masih saja ada perdebatan yang mereka ciptakan.


ini aku kasih visual nya yak😊


Justin Putra Abrisham



Dea Anggita Putri Artadinata



Dio Anggara Putra Artadinata



Meitha Putri Pradanta



Julian Putra Abrisham



Nina Tunisia



Siti Maesaroh



*itu ya gengs kira-kira seperti itulah gambaran nya ya 😁 terlihat dewasa karena sebentar lagi Dea akan kuliah😊


**Jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


N**: Thor Dea buat gue dahπŸ˜‚


A: sueee Lo gak bisa liat yang bening dikit apa yaπŸ˜’


N: nggak bisa gumush banget gue😍


A: serah Lo dah UunπŸ˜’


N: πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚*