Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 296


Sore hari nya semua keluarga sudah pergi menuju hotel, begitupun keluarga kecil Dea dan Mae juga Julian.


Keluarga Rio dan yang lainnya pun sudah menuju hotel, sementara Sisil ia tengan menenangkan Mei yang sedikit gugup. bukan gugup karena akan bertunangan, tapi ia gugup bagaimana harus menghadapi keluarga mommy nya yaitu keluarga Nita.


"Tenanglah sayang, kami ada bersamamu" ucap Sisil mengelus kepala Mei.


"Bunda janji tidak akan meninggalkan Mei" balas nya.


"makasih bunda" ucap Mei, merekapun segera turun menuju aula hotel untuk menemui yang lainnya.


Setibanya di ruangan yang akan di adakan acara pertunangan Mei melihat keluarga Nita sudah berkumpul, bahkan keluarga itu menatap sinis ke arah nya.


Sementara matanya berkeliling mencari keberadaan Oma tersayang nya, yang tak lain adalah mama dari gio.


"Oma akan datang nanti sayang, sekarang ayo kita kesana dulu" ucap Sisil menuntun Mei.


"Baiklah" jawab nya.


Mei berjalan ke dekat Dio dan Rio, disana juga ada Dea dan keluarga Justin. sementara papa Rio ia sedang duduk santai melihat keadaan yang masih terkendali.


Mei dan Dio pun berdiri berhadapan karena acara pertunangan ini hanya di hadiri oleh para keluarga saja, Dio ingin melindungi Mei dan tidak ingin jika Mei menjadi santapan empuk untuk dijadikan pemberitaan.


"Meitha Putri Pradanta, aku Dio Anggara Putra Artadinata sangat menyayangi dan mencintai mu. aku ingin kau hidup bersama ku menjalani hari-hari bersama dengan ku dalam keadaan suka maupun duka, namun untuk mu dan untuk kebahagiaan mu aku akan selalu berusaha membuat mu bahagia dan aku tidak akan membiarkan kamu merasa kesulitan. meitha hari ini aku bukan hanya ingin mengajak mu untuk bertunangan tapi juga aku ingin mengajak mu untuk lebih dari sekedar bertunangan apakah kamu mau" ucap Dio panjang lebar, Mei menatap manik mata milik laki-laki di hadapan nya itu dan mengangguk pasti.


"Meitha Putri Pradanta, Will you marry me" ucap Dio berjongkok di depan Mei, sungguh ini di luar dugaan semua orang termasuk keluarga nya.


Rio, Sisil, dan Dea begitu terkejut melihat tingkah Dio. Dea ingin bersorak gembira namun ia urungkan mengingat dirinya tengah hamil dan disana ada keluarga Nita mommy dari Mei, ia tidak ingin mereka memiliki kesempatan untuk menjatuhkan keluarga ayah nya.


Mei kembali menatap Dio, ia meneteskan air matanya karena haru. bukan hanya itu iapun membayangkan jika saat ini di samping nya ada mommy dan Daddy nya pasti itu akan sangat membahagiakan, bukan.


"Hiks... yes i Will" jawab nya, membuat semua yang melihat tersenyum senang. terkecuali keluarga Nita.


Dio memasangkan cincin berlian yang sangat mewah ke jari manis meitha, begitupun sebaliknya Mei memasangkan cincin di jari manis Dio.


Keduanya saling menatap, ah Dio rasanya ingin memeluk tubuh wanita nya itu jika disana hanya mereka berdua.


Setelah selesai memasang cincin taburan bunga pun berjatuhan di antara Dio dan Mei, Mei merasa ini sebuah mimpi yang sangat indah.


Laki-laki yang sangat sulit untuk ia gapai ternyata untuk menjadi milik nya, tapi ternyata tanpa sadar keduanya sama-sama saling menggapai.


Tuhan rasanya Mei ingin memeluk tubuh tegap lelaki yang menjadi calon suami nya itu, boleh kah. ah sepertinya itu tidak boleh bisa-bisa ia akan di hujat oleh keluarga mommy nya.


...


Setelah acara haru dan bahagia itu kini tinggal acara dimana keluarga Nita duduk satu meja dengan Rio dan Sisil, Rio sudah bisa melihat tujuan keluarga itu datang.


"Apa yang ingin anda bicarakan?" tanya Rio, kepada saudara angkat Nita itu.


"Begini, saya ingin membawa Mei untuk tinggal bersama kami" jawab nya, membuat Rio menatap sinis ke arah nya.


"CK, aku tidak akan memberikan putri yang sudah aku besarkan sejak kecil" ujar Rio.


"Tapi kamu keluarganya juga" jawab nya.


"Apa kalian fikir saya bukan keluarga nya? Gio itu sepupu saya itu artinya saya masih memiliki ikatan darah dengan Meitha" ujar Rio.


Rio mengurus Mei dengan uang nya sendiri, bahkan ia memenuhi semua kebutuhan dan keinginan Mei dengan uang nya bukan uang peninggalan Gio. ia akan memberikan semua milik Gio nanti setelah Mei menikah dan itupun atas nama Mei, bukan atas nama Dio meskipun Gio meminta nama itu di alihkan kepada Dio namun Rio tidak melakukan nya.


"Saya tidak menguasai apapun selain harta dan kekuasaan milik saya dan atas nama saya, selama saya mengurus dan membesarkan Meitha saya tidak pernah menggunakan uang Gio" ucap Mei, membuat keluarga Nita tersenyum sinis.


"Tidak mungkin, selama ini yang saya lihat hidup Mei sangat mewah dan bergelimang dengan barang yang berharga fantastis. jika itu bukan uang gio lalu apa saya haru mengatakan itu uang anda" ucap nya, membuat semua orang yang berada di sana kesal termasuk anak-anak Rio. Dea merasa tidak terima dengan orang yang memandang rendah ayah nya itu.


Dea memegang perutnya dan mengatakan amit-amit berkali-kali, lalu iapun berjaan ke dekat Rio dengan wajah yang penuh dengan emosi.


Braaakkkk... Tidak peduli dengan image nya Dea menggebrak meja dengan sangat keras, semua itu ia lakukan bukan untuk mencari sensasi tapi ia hanya ingin melindungi harga diri ayah nya.


Hal itu membuat semua orang terkejut dengan aksi ibu hamil itu, mata Dea merah penuh amarah. bahkan ia melihat saudara dari aunty nya itu seakan ingin memangsanya.


"Jaga ucapan anda paman, apa kah anda sadar dengan apa yang anda ucapkan" ujar Dea ia menunjuk wajah laki-laki paruh baya yang berada di hadapannya. sungguh hal itu sama sekali tidak pernah ia lakukan sebelumnya.


"Cih, lihat lah bahkan putrimu saja tidak memiliki sopan santun" ujar nya.


"CK, aku akan sopan kepada orang yang memiliki kepribadian yang baik. tapi tidak dengan dirimu paman, lihatlah apa dirimu baik hingga aku harus berlaku sopan terhadap mu yang mengh*na ayah ku" ucap Dea, terdengar tajam.


"Aku hanya meminta hak ku" bentak nya, membuat amarah Dea memuncak.


Sementara yang lain ingin melihat dulu apakah Dea mampu membungkam orang itu, namun ia yakin kata-kata pedas Dea akan berhasil membuat orang itu malu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗


A**: part nya aku campur kebahagiaan dan gereget nya oke 😂


N: kalo udah begini gue yakin cepet masuk series dua nya dah 😂


A: Jan nebak-nebak Uun lomah ah 😁


N: keceplosan 😂🤣


A: sue 😂


N: 🤣🤣🤣*