Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 405


Mei menatap ana dan memegang bahu ana, membuat ana menoleh dan menatap wajah cantik mama muda ini.


"Jadilah diri kamu sendiri ana, selama ini kami sudah cukup melihat kamu hidup sebagai orang lain. bersikap lah jika kamu anak sahabat papi ku yang dititipkan disini, hiduplah sebagai Clara Ariana Alirez hiduplah sebagai putri Alirez ana. buktikan kepada mereka bahwa kamu mampu menggantikan posisi papa mu sebelum kamu menikah dan posisi itu di gantikan oleh suami mu" ucap Mei membuat ana berkaca-kaca.


"Aku hidup menjaga sikap ku nona, aku hidup disini sebagai suster tuan muda bukan sebagai seorang putri" balas ana.


"Ana cepat atau lambat kamu akan menempati posisi papa mu, maka dari itu belajar lah dari sekarang untuk hidup sebagai dirimu sendiri. aku ingat seorang Ariana adalah gadis yang tegas dan cerewet seperti adikku Dena, jika bang Justin, bang Julian dan bang Dio sudah turun tangan tidak lama lagi perusahaan milik orang tuamu akan jatuh ke tangan mu" ucap Mei.


"Aku tidak mengharapkan itu" ucap ana.


"Tapi kami akan membantu kamu menerima nya, kamu berhak bahagia ana bukan seperti ini kamu berhak untuk semua itu" ucap Mae.


"Jika aku kembali aku akan berjauhan dengan Aiden, Alexi dan aneska" lirih ana, Airmata ana pun kembali menetes.


"Ana" ucap Dea.


"Nona saya yang menjaganya dari tuan muda bayi, jika nona sedang lelah saya yang menemani nya bukan. dan akhir-akhir ini tuan selalu bersama saya apa nona tega memisahkan saya dengan tuan" lirih ana membuat Dea terdiam, yang di katakan ana ada benarnya. bahkan saat Justin akan mencari suster lagi untuk Alexi dan Aneska ana melarang nya karena bagi ana tiga suster milik Aiden bisa membantu menjaga Alexi dan Aneska.


"Kamu bisa datang kemari sesuka kamu na, kami tidak akan menolak kedatangan kamu namun jika bang Justin berhasil merebut semuanya dan itu kembali menjadi milik kamu. kami berharap kamu bisa menjaga kepercayaan kami" ucap Dea.


Mae memeluk ana begitupun dengan mei, kedua ibu muda itu dapat merasakan apa yang ana rasakan.


"Kami ada bersama kamu ana, tenang lah kamu akan berhasil membuktikan bahwa kamu pantas" ucap Mae, ana pun mengangguk benar apa yang di katakan Dea dan dua ibu muda itu.


Ana harus bangkit ana harus membuktikan bahwa ana bisa, meskipun ana menginginkan menjadi dokter tapi ia bisa melakukan itu setelah menikah nanti.


...


Di tempat lain Justin sudah menyuruh anak buah nya menyiapkan semua berkas yang akan ia bawa bertemu dengan om dari ana, selama Dea melahirkan Justin meminta Julian untuk mencari tau mengenai ana.


"Bagaimana" tanya Justin.


"Beres tuan muda" jawab Jack.


"Bagus, jangan biarkan mereka mengetahui dulu keberadaan Clara" ucap Justin.


"Baik" jawab nya dan pergi keluar dari ruangan Justin.


"Bang" panggil Julian.


"Ya" sahut Justin.


"Lo bisa gak si Jul gak usah mikirin deketan dulu sama istri" geram Justin.


"Iya bang iya kaga dah, emang kenapa Lo sampe Korek-korek informasi tentang ana si" ucap Julian.


Brakkkk.... Justin meletakkan beberapa berkas di atas meja, hal itu membuat julian mengernyit.


"Ini, hahaha okelah bang gue urus semuanya" ucap Julian yang mengakhiri percakapan keduanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊ðŸĪ— jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: kira-kira apa ya yang di kasi Justin kepada Julian 🙄


A: kepo amat si Lo ah elah ðŸĪŠ


N: gpph kalo gak kepo gue gak bakal tau 😂


A: bener juga sii 😂


N: iya lah gue gitu 😂


A: iya deh gimana Lo aja 😂


N: ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ*