
waktu begitu cepat berlalu seminggu sudah pertengkaran kanita dan Eza hingga pernikahan mereka tinggal menghitung hari, dan tiap hari juga Eza menemui kanita untuk meminta maaf namun kanita masih bersikap sama acuh tak acuh.
hari ini Eza kembali menemui kanita dan hasilnya pun tetap sama Eza merasa frustasi dan menyesal atas kesalahannya yang benar-benar fatal.
tok...tok...tok...
"kan ada Eza di bawah" ucap Sisil
"suruh balik aja bilang aku lagi tidur" balas kanita tanpa membuka pintu kamar nya
"buka dulu aku mau ngomong" teriak Sisil dan kanita pun membuka pintu kamar nya.
"kamu kenapa kan?" tanya Sisil
"aku gak apa-apa kak" jawab nya
"kan plis sayang ini bukan kamu banget, ayolah pernikahan kalian tinggal menghitung hari kenapa kamu kayak gini? apa kamu fikir aku Sabil dan mas Rio seneng liat kamu kayak gini?" ucap Sisil
"kak tenang aja aku gak akan lari di hari pernikahan, aku juga gak mungkin bikin kakak dan papah malu termasuk kak Rio. ayolah aku gak apa-apa" balas nya meyakinkan
"baiklah aku akan bilang sama Eza kalo kamu tidur dari seminggu yang lalu gak bangun sampai sekarang" ucap Sisil
"lah mati dong gue kalo gak bangun-bangun haha" jawab kanita tertawa
"bodo" cetus Sisil
Sisil pun meninggalkan kanita dan kembali menghampiri Eza juga Rio, Eza yang melihat kedatangan Sisil pun yakin jika kanita masih tidak ingin menemui nya.
"za kanita nya tidur" ucap Sisil
"oh gitu yaudah gak apa-apa sil Yo gue balik dulu" balas Eza lalu beranjak pergi.
setelah kepergian Eza Rio bertanya kepada Sisil tentang kanita.
"kanita beneran tidur?" tanya Rio
"nggak" jawab Sisil polos
"terus?" tanya nya lagi
"kanita bilang katanya bilang aja sama Eza kalo dia lagi tidur gitu" jawab nya lagi membuat Rio tersenyum
saat mereka sedang berbincang Sabil tiba bersama Zian, karena mendengar pernikahan sang adik yang sebentar lagi Sabil antusias ingin segera pulang dan menunda pekerjaan nya.
"assalamualaikum" ucap Sabil dan di jawab oleh Rio dan Sisil
"walaikumsalam" jawab nya kompak
"aku butuh penjelasan kalian semua hutang penjelasan sama aku" ucap Sabil dan duduk di tengah-tengah Sisil dan Rio sementara Zian duduk di samping Rio
"woy datang-datang udah nyerocos kaya petasan" balas Rio
"ya iyalah kalian hutang penjelasan sama aku, dari kanita yang bentar lagi nikah terus sekarang aku dapet kabar si kanita cuekin kak Eza" ujar Sabil
"biar gak pusing kita panggil aja kanita nya" ucap Sisil yang di setujui semuanya
Sabil berlari menaiki tangga menuju kamar kanita, saat tiba di depan kamar ia melihat kanita sedang tidur tapi itu tidak membuat Sabil mengurungkan niatnya.
Sabil menarik tangan kanita hingga kanita bangun dan berdiri, tidak banyak bicara Sabil langsung berjalan membawa kanita ke ruang tengah dengan wajah kanita yang terlihat sangat bingung dan kaget.
"duduk" ucap Sabil kanita pun menuruti nya
"ada apa" tanya Sabil lagi menatap kanita
kanita yang bingung karena nyawa nya belum sepenuhnya kumpul masih bengong, namun ia tahu pernyataan Sabil itu mengarah kemana dan seketika mata kanita berkaca-kaca.
"kenapa" kali ini Rio bersuara
"jawab jangan diam" ucap Sabil
kanita menarik nafas nya dan menghembuskan perlahan.
"apa yang mau kalian tau" balas kanita dengan air mata yang sudah mengalir.
"kamu kenapa kan cerita sama kita ada apa?" ucap Sisil
"oke aku akan cerita sama kalian semua" balas kanita di sela-sela tangis nya.
Flashback on
*tiga hari yang lalu kanita Lala dan ria pergi ke sebuah kafe namun mereka hanya ber empat saja karena Denia tidak ikut, namun saat mereka sudah tiba di kafe kanita melihat denia bersama Eza.
denia menggenggam tangan Eza sambil berbicara dengan seru nya tadinya kanita berfikir mungkin memang ada urusan yang penting, denia sudah masuk kerja dengan kanita saat itu namun ria sahabat kanita yang menyadari jika denia terlalu dekat dengan eza membuat kanita berfikir negatif.
kanita membiarkan saja mereka tanpa menegur, namun kesabaran kanita habis saat kanita melihat denia menelpon Eza di hadapan nya. saat itu Eza sedang memohon dan meminta maaf kepada kanita hal itu membuat kanita semakin kesal. hingga tiba di kampus kanita menemui Lala dan ria sahabat nya..
"la liat denia gak?" tanya kanita
"nggak kan kenapa emang" jawab Lala
"eh la bukan nya si denia tadi ijin ke kelas ya" ucap ria karena mereka sedang ada di taman kampus.
"ah iya bener tuh" balas Lala tanpa mempedulikan Lala dan ria kanita berjalan menuju kelas
"eh kan Lo mau kemana gue ikut" teriak lala dan ria yang mengikuti kanita dari belakang
setibanya di kelas kanita langsung menghampiri denia yang sedang sibuk dengan ponselnya.
"denia aku mau ngomong" ucap kanita datar
"iya mau ngomong apa kan?" tanya denia
"apa hubungan kamu sama kak Eza" ucap kanita
"ya Eza Giovano" jawab kanita hal itu membuat denia tertegun
"kenapa kamu nanya kaya gitu?" ucap denia
"denia aku nanya sama kamu kenapa gak kamu jawab apa hubungan kamu sama dia" tanya kanita dengan nada yang sudah mulai meninggi. sementara ria dan Lala hanya menonton saja mereka bingung harus gimana.
"kan a...aku...aku...kan aku cinta sama Eza" jawab denia terbata
deegg...
betapa terkejutnya kanita wanita yang ia bantu yang selama ini ia perhatikan dan selama ini ia anggap sahabat ternyata menyukai calon suami nya. tidak kanita tidak ingin merelakan lagi bodoamat dibilang egois untuk kali ini kanita tidak mau mengalah.
"hahaha cinta kamu bilang? denia kamu tau kalo kak Eza udah mau nikah" tanya kanita lagi
"ya aku tau kan tapi aku sayang dia aku mohon kamu ngerti" jawab denia
ria dan Lala terkejut mendengar jawaban denia yang kekeh, hilih hilih tak tau diri begitu lah fikiran ria dan Lala.
"tapi denia kak Eza itu punya aku dia milik aku dan aku gak akan biarin kamu sama dia aku gak akan lepasin dia" ucap kanita lagi
"kan aku mohon biarin dia sama aku, kamu tahu keadaan aku kayak gimana kamu tau cuma dia yang bisa bebasin aku dari masalah keluarga aku" pinta denia dengan air mata yang mengalir
"kamu minta aku buat tinggalin dia sama kamu? sadar gak apa yang kamu ucapin ke aku? kamu kemana saat dia merasa sendiri denia kamu kemana saat dia butuh wanita untuk di ajak bicara dan di ajak berdebat apa kamu ada?" tanya kanita
"kan aku tau kamu yang berhasil merubah kak Eza tapi aku mohon kan biarin dia sama aku" pinta nya lagi
"nggak buat kali ini aku gak akan relain dia udah cukup aku baik sama kamu udah cukup aku selalu merelakan tapi nggak buat sekarang, apalagi kita udah mau nikah aku gak mungkin hancurin harapan dia dan harapan keluarga aku. kalo soal kamu mau kak Eza ya kita ajak dia ketemu siapa yang akan dia pilih" ucap kanita meninggalkan denia yang sedang menangis.
jam tiga sore kanita meminta Eza dan denia untuk menemui nya di taman, kanita ingin memperjelas semuanya mengingat pernikahan yang tidak lama lagi maka kanita akan menuntaskan semuanya sekarang. meskipun mungkin ia butuh waktu untuk kembali bawel dan manja kepada Eza.
setelah tiga puluh menit Eza dan denia tiba di taman dan Eza yang tidak mengetahui keberadaan denia langsung berlari dan memeluk kanita erat.
denia yang sedari tadi berada di belakang Eza terkejut mata nya memanas namun itu ia tangan untuk mendapatkan Jawaban yang pasti...
"kanita maaf aku mohon maaf. aku sayang kamu aku gak mau kamu kaya gini kan plis maaf" lirih Eza
"kak lepasin disini bukan cuma ada kita" ucap kanita membuat Eza melepaskan pelukannya, ia tidak merasa terkejut saat melihat denia karena sekarang hatinya yakin kanita lah yang terbaik. Eza tidak mau peduli dengan perasaan denia karena tujuan nya saat ini adalah perasaan kanita.
"kak_" belum sempat kanita bertanya Eza memotong ucapan nya.
"kan plis aku gak ada apa-apa sama denia aku juga gak punya perasaan apa-apa, aku tau kamu nyuru aku kesini karena ingin kejelasan tapi aku rasa kamu udah cukup mendapat bukti kalo aku hanya ingin sama kamu. kanita aku cinta kamu soal pertengkaran kita kemarin aku mohon aku gak ada maksud apa-apa aku tidak menginginkan denia yang aku ingin sekarang hanya kamu" ucap Eza
membuat kanita dan denia meneteskan air matanya denia pergi meninggalkan kanita dan Eza kanita yang merasa hari masih tetap ingin melihat sampai mau Eza akan sabar, mungkin setelah menikah rasa kesal kanita akan hilang begitu fikir nya.
**Flashback off***
Sabil Rio dan Sisil hanya ber "Oooo" begitupun dengan Zian.
"gila itu cewek jujur amat" ucap Sabil
"mungkin fikir nya biar si kanita kasian dan relain Eza" balas rio
"haha belum tau dia siapa si kanita" tambah Sisil
"hello sebaik-baiknya gue kalo soal pacar gak akan gue lepasin, apalagi ini udah nyebar surat undangan yakali tubuh pemeran wanita nya di ganti kan gak lucu kasian si author nya tar di hujat deterjen" ucap kanita meninggalkan ruang tengah.
sementara rio, Sisil, Sabil dan Zian hanya tertawa mendengar ucapan kanita yang ceplas-ceplos.
.
.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N**: Alhamdulillah kawin Thorπ
A: nikah Mun nikahπ
N: Jan lama-lama Thorπ
A: iya Mun kaga lagian kasian si kanita pada dibilang gak bakal kawin-kawinπ
N: sama sapa Thorπ
A: sama deterjen munπ
N: sabar Thor deterjen emang gitu mulut nya π
A: sama kaya Loπ
N: kok gue π
A: iya mulut Lo pedes kebanyakan ngatain orang cabe set*n aja kalah pedes nya π
N: π€£π€£π€£ tau aeeeπ
A: bodo π
**N: ππππ***