
pagi hari Terlihat Dea sedang bermain sepeda dengan mei juga Dio, namun saat Dea akan menggoes sepedanya dengan usil Justin memegang jok sepeda Dea. hingga itu membuat Dea sulit dan tidak bisa jalan.
"Dio Mei tunggu aku Napa" teriak Dea saat Melihat Mei dan Dio sudah jauh.
"duh mereka ninggalin lagi, ini sepeda kenapa jadi berat begitu amsyong deh gue" Grutu Dea.
"apa jangan-jangan ada set*n yang megangin sepeda aku ya? kaya di film horor gitu" Dea pun bergidik, namun tingkah nya malah terlihat gemas. sempat-sempat nya ia mengerjai Dea saat akan ke kantor.
ya jika sedang berada di tanah air maka Justin akan sering ke kantor karena ia adalah calon CEO baru nanti setelah urusan nya selesai di luar negeri.
"bang Justin" teriak Dea saat ia menoleh karena penasaran.
"apa!" saut Justin datar.
"yaampun dia yang ngerjain dia yang judes" ucap Dea
"lalu?" tanya Justin
"ih ngidam apa mami alin saat hamil Abang, bisa-bisanya punya anak dingin judes kaya gini" jawab Dea
"yang jelas mami saya ngidam makanan yang bergizi!" balas Justin.
"iyalah iyalah terserah Abang aja ya, aku nggak peduli" ucap Dea.
saat itu pula Justin menyunggingkan senyum nya, tanpa mereka sadari jika Rio ayah Dea melihat kejadian itu. ya Rio melihat nya saat akan pergi ke kantor, tak lupa ia memanggil Dea karena sang putri harus sekolah.
"kak gak sekolah?" tanya Rio
"iya mau ayah" jawab nya bergegas masuk ke rumah tanpa menunggu Mei dan Dio.
"Hay om apa kabar?" tanya Justin menyapa Rio.
"hay, kabar om baik. kamu sendiri?" balas Rio
"baik ko om" ucap Justin Rio pun tersenyum.
ia mengingat dirinya dulu dan sekarang ia sudah menjadi ayah dari anak-anak nya, terdengar lucu bukan jika saat ini Justin menjadi menantunya. bahkan wajah Rio tidak terlihat tua malah lebih terlihat seperti adik dan kakak jika sedang bersama Justin.
"yasudah om jalan dulu" pamit Rio dan Justin pun sama ia bergegas pergi ke kantor nya.
(om katanya haha kok lucu ya kalo gue udah punya calon mantu aja, bahkan anak gue sendiri gak tau kalo bapak nya udah cukup tua kalo dia nikah. Dea ayah akan lakuin apapun buat kebahagiaan Dea, Dea princess pertama yang bikin ayah memiliki tantangan dan tanggung jawab yang besar. menjaga Dea tidak semudah ayah menjaga Dio, banyak yang harus ayah jaga dalam diri Dea) batin Rio.
ya Rio selalu memikirkan anak-anaknya jalan hidupnya sudah berjalan dengan lancar selama ini, namun ia takut jika jalan hidup anak-anak nya tidak akan semudah jalan hidup yang ia lalui selama ini.
mengingat Justin yang sangat tampan dan juga banyak disukai wanita Rio takut jika Dea akan tersakiti, tapi bagaimanapun Rio tetap akan berada dibelakang putrinya jika Dea sudah tidak mampu maka Rio lah yang akan menghadapi nya.
...
di rumah Dea selesai bersiap untuk ke sekolah dengan hanya memakan selembar roti, ya karena akhir-akhir ini ia selalu di Katai gemuk oleh Dio padahal kenyataannya tidak.
"gak sarapan dulu de?" tanya kanita
"nggak ah Tan" jawab Dea.
"kenapa?" tanya kanita.
"mau diet" jawab nya membuat Sisil menyambar.
"apaan kamu diet-diet kak" tanya Sisil membuat Dea merutuki dirinya. kenapa bisa keceplosan.
"nggak ada gitu-gitu enak aja!" ucap Sisil tegas membuat kanita tersenyum.
"bunda ihhh, aku capek dikatain gendut Mulu sama Dio" rengek nya.
"siapa yang katain gendut? Abang?" tanya Sisil
"iya" ucap Dea melas.
dengan kekuatan the power of emak-emak Dio pun dapet ceramahan dari Sisil, iya karena Sisil tidak ingin Dea diet karena Dea itu nggak gemuk. body nya yang seperti gitar spanyol membuat Dea Terlihat gemuk padahal tidak tubuh Dea itu proposional berisi tidak gemuk, bahkan bagian bokong pun tidak terlalu besar.
"abaaaaang" teriak Sisil membuat Dio kucar-kacir berlari ke arah sang bunda.
"iya bunda ada apa? kenapa teriak-teriak" ujar Dio.
"kamu kenapa katain kakak kamu gemuk?" tanya Sisil tegas.
"ya emang gendut" jawab Dio membuat Dea mencebikan bibir nya.
"Abang kamu tahu kakak itu bukan gendut tapi bohay yes! kamu tau cewek yang memiliki tubuh kayak kakak kamu itu tidak akan mudah kamu dapatkan" ucap Sisil menggoda Dio juga menasehati nya.
gleek... Dio menelan Saliva nya, memang benar bahkan di sekolah Dea menjadi primadona nya, Dio normal maka iapun menyukai postur tubuh sang kakak. andai saja Dea bukan kakak nya mungkin Dio akan ikut berlomba mendapatkan Dea, Dio mengatai Dea gemuk hanya untuk menggoda Dea dan Dio tidak tahu jika Dea malah memikirkan perkataan nya.
"iyaiya tau bunda" jawab Dio
"sekali lagi kamu katain Dea gemuk dan bikin dia sampe mau diet awas kamu, uang jajan bunda potong" ancam Sisil membuat Dio terkejut saat mendengar Dea ingin diet.
"Dea Lo jangan aneh-aneh deh, masa mau diet tar kalo Lo kaya orang cacingan gimana. pasti gue yang di hakimi oleh ayah" ucap Dio.
tidak ingin mempedulikan ucapan Dio Dea pergi begitu saja, ia malas berdebat kanita yang melihat itu hanya tersenyum rasanya ia ingin memiliki anak gadis apalagi jika seperti Dea dan Dena.
setelah kepergian Dea, Dio dan meitha pun ikut pamit kepada sang bunda, begitulah mereka tidak ingin ada yang tersakiti satu sama lain. karena Rio selalu menjaga kebersamaan dan keharmonisan keluarga yang sangat dicintainya.
.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Mon maap telat😂
N: jamileh nunggu gue tuh😒
A: Mon maapkan aku ketemi😂
N: hilihh😒
A: 🤣🤣🤣*