
Di tempat lain Justin terlihat kesal saat mendapat kabar mengenai Joni, yang tidak pernah menyerah untuk mengejar Dea.
Sempat berfikir jika ia akan mengajak Dea untuk ikut ke luar negeri, namun ia yakin Dea tidak akan mau. apalagi melihat gadis itu yang sangat dekat dengan bundanya.
"Apa saja yang dia lakukan" tanya Justin, Kepada orang suruhannya.
"Ia selalu mengikuti nona muda tuan, bahkan ia selalu tahu jika nona muda sedang keluar" jawab nya.
"Pantau terus dia, ini bukan saat nya untuk memberi dia pelajaran" ucap Justin tegas.
"Baiklah tuan, jika begitu saya undur diri" ujarnya dan berlalu.
Justin terus saja memikirkan mengenai Dea, ia tidak ingin melepaskan Dea namun juga ia bingung dengan perasaannya.
Saat sedang melamun Julian sang adik masuk gitu saja, dan itu membuat Justin kesal.
"Kau apa tidak bisa mengetuk pintu dulu" kesal Justin.
"Hehe maaf bang" ucap nya.
"Ada apa kau kemari" tanya Justin.
Julian pun terdiam, ia menemui Justin ingin memberi tahukan mengenai Agis wanita yang beberapa tahun ini di cari oleh Justin. namun mengingat Justin yang sebentar lagi akan menikah ia mengurungkan niatnya.
Julian tidak ingin Dea gadis yang di cintainya selama ini sakit hati dan kecewa, Dea sangat baik di mata Julian dan ia pun yakin Dea mampu merubah sifat Justin yang sangar.
"Cih.sombong sekali, aku hanya ingin menemui kakak ku" jawab Julian
"Kau sudah bertemu dengan ku, maka pulang lah" ucap Justin. membuat Julian mendengus .
"Bang ingat kau akan menikah dengan Dea, wanita yang selama ini aku dambakan. dan jika kau menyakiti nya aku tidak akan segan merebut dia darimu, tanpa peduli kau kakak ku" Ancam Julian. yang niat nya bercanda namun itu mengundang emosi Justin hingga.
pletakkkkkk... pena milik Justin mendarat sempurna di dahi Julian.
"Awwwwh" pekik nya mengelus kening.
"Jangan berani-berani kau menyentuh milikku" tegas Justin.
"Haha kau ingat, bukan hanya aku yang menyukai wanitamu itu. tapi banyak laki-laki yang mengincarnya, sekali kan melakukan kesalahan yang membuat nya kecewa maka disitulah kau akan melihat betapa banyak nya saingan mu yang menginginkan Dea. ingat itu!" ucap Julian.
Justin membenarkan ucapan Julian, buktinya Joni saja tidak menyerah untuk mengejar Dea yang bisa di bilang masih remaja dan belum dewasa. Justin menatap Julian dengan tajam dan itu membuat sang adik cengengesan.
"Hehe maaf bang kalo begitu gue balik dah ya" ucap nya dan pergi meninggalkan Justin. sebelum melihat raja singa marah fikirnya.
"Sial*n sudah membuat fikiran ku bercabang dia pergi begitu saja" umpat Justin.
ia kembali memikirkan ucapan Julian yang terngiang di telinganya, bahkan sesekali ia merutuki Dea yang memiliki wajah cantik, imut, lucu dan manis. namun ia juga berfikir jika Dea tidak memiliki wajah seperti itu iapun yakin tidak akan menerima pernikahan ini.
Araaagghhh Justin benar-benar dilema, Dea yang selalu mengisi hari-harinya dengan kebisingan karena banyak bicara sekarang bungkam dan tidak banyak bicara.
...
Sore hari Justin sudah pulang dari kantor, ia bergegas ke kamar nya karena rumah Justin dan rumah Dea bersebrangan. itu memudahkan Justin untuk melihat Dea apalagi jendela kamar Justin dan Dea bisa di bilang berhadapan.
Dari situ justin dapat melihat Dea yang sedang memainkan ponselnya, iyapun berinisiatif untuk mengirimi Dea pesan. sadar sudah membuat gadis itu kesal.
***Pesan chat
**Dea: .....
Justin**: Unyil.
**Dea: .....
Justin**: balas atau saya akan menyusup ke dalam kamar mu!
Dea: apasi? ganggu banget!
Justin: kenapa kau marah-marah seperti ibu-ibu kekurangan garam!
Dea: apa urusan mu tuan muda!
Justin: berkata seperti itu lagi saya akan benar-benar ke kamar mu!
Dea: oke maaf!
Justin: lagi apa nyil?
Dea: nyuci piring!
Justin: nyil!
Dea: udah ah aku mau bobok!.
pesan pun berakhir*.
(ternyata dia benar-benar marah kepadaku. araaagghhh bodoh Justin bodoh) kesalnya mengumpati diri sendiri.
karena merasa lelah dan kesal di diamkan oleh Dea Justin pun membersihkan diri nya, setelah itu iya tidur hingga masuk ke alam mimpi yang begitu indah baginya.
.
.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya ππ
A**: noh akoh kasi lagiπ
N: tiap hari ya Thorπ
A: di usahakan π
N: haha okkπ*