
Saat tengah asik berbincang yang di tunggu oleh Dea pun tiba, Dea yang mendengar suara orang mengucapkan salam pun menoleh hingga membuat nya tersenyum dengan manis.
"Assalamualaikum" ucap Justin dan Carl secara bersamaan.
"Walaikumsalam, anak tampan kesayangan mommy" ucap Dea menghampiri suami dan putranya.
"Jadi Carl aja nih yang jadi kesayangan, Daddy nya nggak" ucap Justin.
"Cieeee Daddy nya cemburu" goda Dea.
"Ayolah sayang" ucap Justin.
"Iya iya kalian kesayangan nya aku, sama ini yang belum hadir di antara kita" ucap Dea mengelus perutnya.
"Nah gitu dong" ucap Justin mencium pipi Dea, sementara Dea mencium pipi Carl.
"Abang sama Daddy mandi dulu, tadi mommy buatin kue kesukaan Abang sama Daddy" ucap Dea, Justin dan Carl pun pergi menuju kamar nya. sementara Dea menyiapkan pakaian untuk Justin dan juga Carl.
Setelah itu Dea kembali turun menyiapkan kue untuk suami dan putranya, Dea membuatkan juice jeruk untuk Carl sementara untuk Justin Dea membuatkan teh hijau.
Tidak lama setelah itu Justin dan Carl pun menghampiri Dea, mereka bertiga benar-benar terlihat seperti keluarga bahagia.
Justin duduk berhadapan dengan Carl, sementara Dea duduk di samping Justin, Dea memperhatikan dua lelaki yang menjadi kebahagiaan nya itu.
"Gimana enak gak kue nya?" tanya Dea.
"Enak mom enak banget, Abang suka" jawab Carl antusias, yang membuat Justin dan Dea tersenyum.
"Bang mommy udah pilihin sekolah buat Abang" ucap Dea hati-hati, ia takut putranya itu marah.
"Iya mom, apapun pilihan mommy Abang akan menerima nya" ucap Carl, ia tidak ingin mengecewakan wanita yang menjadi pengganti ibunya itu.
"Tapi kalo Abang gak suka gak apa-apa, Abang bisa pilih sekolah sendiri iya kan dad" ujar Dea, membuat Justin mengangguk. Justin tau Carl tidak akan menolak apapun yang di ucapkan oleh Dea, karena Carl sangat menyayangi Dea.
"Gak mom, Abang yakin ko apapun pilihan mommy itu yang terbaik buat Abang" ucap Carl membuat Dea berkaca-kaca.
Dea beranjak dari tempat duduk nya dan menghampiri Carl, Dea memeluk Carl penuh sayang ia sangat merindukan putranya itu.
Karena akhir-akhir ini Carl sangat sibuk hingga membuat nya sulit untuk berlama-lama bersama Carl, karena kemarin Carl sibuk ujian untuk menyelesaikan sekolah nya dan saat libur Carl lebih memilih untuk membantu Justin.
"Mommy kangen Abang, akhir-akhir ini kita jarang banget ketemu, Abang jadi sibuk sama kaya Daddy. bang kalo di kantor Daddy kasi pekerjaan banyak ke Abang bilang sama mommy" ucap Dea membuat Justin menelan Saliva nya, ia takut jika Carl bercerita kepada Dea.
"Nggak kok mom, Daddy gak pernah kasi aku pekerjaan banyak. Daddy cuma ngajarin aku aja biar nanti aku gak pusing lagi kalo udah kerja" ucap Carl membuat Justin bernafas lega.
Namun Dea tau jika Carl sedang melindungi Daddy nya, tidak masalah Dea tidak ingin Carl merasa tidak nyaman.
Karena selama ini yang menjadi kenyamanan Carl adalah kebahagiaan Daddy dan mommy nya, mereka terus saja berbincang dengan penuh canda dan tawa yang mengisi ruang makan tersebut.
...
Sementara di sebuah apartemen seorang lelaki tengah memandangi wajah wanitanya, Dio memandangi foto Mei yang berada di ponselnya.
Dio memutuskan untuk mengirim pesan kepada Mei, karena ia sudah sangat merindukan gadis crewet nya itu.
***Pesan chat
Dio**: assalamualaikum π€
Mei: walaikumsalam π
Dio: lagi apa dek?
Mei: lagi mikirin calon suami, eaaaaaaak π
Dio: berdebar-debar dong hati Abang ππ
Mei: sesak gak bang sesak gak? π
Dio: bukan lagi, untung gak beng*k π€£
Mei: hilih sue banget π oiya Abang lagi apa?
Dio: lagi mikirin calon makmum dongπ
Mei: haduhhhh bang jantung nya neng berdisko ini π€£
Dio: ajep-ajep gak dek? π
Mei: Jedar jeder dah π€£π€£
Dio: paan tuh Jedar jederπ
Dio: haihhh dasar Lo maemunah π
Mei: apasi Abang Mansyur π
Dio: kangen gak dek? π
Mei: kangen banget pen peyukπ
Dio: Cian sini dong honeyπ
Mei: Jan ledek dongπ
Dio: ngapa emang π
Mei: aku cubit ginjal nya mauπͺ
Dio: sakit dong π
Mei: nggak paling cenat-cenut kaya hati akohπ
Dio: ganjen Lo ketemiπ€¨
Mei: rese Lo Jamil, di ajak romantis susah banget dasar kayu balokπ
Dio: cie ngambek π
Mei: bodo Mamat, udah ah aku mau bobokπͺ
Dio: baik-baik disana my queen, tunggu Abang balik buat lamar kamu π€
Mei: aku selalu menunggumu dengan baik disini my prince β€οΈ aku harap kamu pun melakukan hal yang samaπ
Dio: apapun yang terbaik untukmu akan aku lakukan π
Mei: yaudah Mei di panggil bunda dulu, Abang istirahat ya jangan lupa jaga kesehatan nya. Babay πππ*
*Dio: kamu juga jaga kesehatan nya ya sayang π
Mei: huaaaaaa Mei lompat-lompat dong dibilang sayang πππ
Dio: ngoceh Mulu bocah, katanya di panggil bundaπ
Mei: oiya lupa ππ yaudah Babay π*
Dio pun hanya membaca pesan terakhir dari Mei, ia tidak membalas nya lagi karena takut jika Mei akan terus meladeninya.
Dio merasa tenang setelah mendapatkan kabar dari Mei, ia akan secepatnya melangsungkan pertungan nya setelah itu akan segera melangsungkan pernikahan nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ππ€
A**: segini dulu ya, pala aku udah mulai pusing π
N: iya Thor gpph ko, jangan di paksain tar yang ada malah gak up lagi π
A: iya Uun makasih ya, kamu terngerti π€
N: sama-sama author π€*