
pagi hari Terlihat Dea sedang berada di perpustakaan, tidak seperti biasanya ia akan ke perpustakaan saat jam istirahat. setelah kejadian sang bunda yang tiba-tiba muncul seperti jailangkung di sekolah nya membuat Dea ingin menghindari segala pertanyaan teman-teman nya.
Dea memang tidak masalah jika teman-teman nya tahu jati dirinya, namun sekarang bukan lah saat yang tepat baginya. biarlah semua teman-teman nya memandang Dea gadis biasa karena itu yang lebih membuat nya nyaman. berteman tanpa peduli kasta dan berteman tanpa membandingkan status sosial.
"yaampun ijem gue cari-cari ternyata udah nyungsep disini aja" ucap Nina yang sedari tadi mencari keberadaan Dea.
"___" tidak menjawab.
"gue baru tau gadis bawel kaya Lo bisa mingkem juga" ucap nya lagi.
"etolong ya itu mulut di jaga! Lo pikir gue apaan nggak bisa mingkem?" ujar Dea yang akhirnya mengeluarkan suara.
"haha santai dong nem gak usah emosi gitu" ucap Nina.
"uun kalo Lo nggak bisa diem mending Lo ke toilet aja" ujar Dea membuat Nina mengernyitkan dahinya.
"Mumun ah Lo mah masa Uun lagi! lagian kenapa harus ke toilet?" ucap Nina kesal
"eplis ya gak usah komen! biar Lo ngoceh-ngoceh sendiri dalam toilet" ujar Dea ketus.
"jahat bener" ucap Nina. ia terdiam sebentar namun fikirannya tiba-tiba teringat dengan profl keluarga rio. ya Nina mengetahui itu dari sosial media sabil aunty nya Dea yang dulu selalu memposting foto kecil Dea dan Dio. namun saat Dea dan Dio dewasa Sabil tidak lagi memposting foto-foto keponakan nya itu karena permintaan Rio agar anak-anak tidak banyak di kenal oleh publik.
"Dea" panggil nina
"hmmmm" jawab nya.
"Lo tau Putri_" ucap nya terhenti saat Dea memotong nya.
"apa putri yang ditukar?" tanya Dea.
"hilihh jamileh denger dulu apa" jawab Nina dan Dea pun mengangguk. dengan pandangan yang masih fokus terhadap buku yang ia baca.
"Putri Sabylla Artadinata adik nya Rio Artadinata yang jadi seorang model internasional, tau gak si gue kepoin sosial medianya kan ya sampe ke akar-akarnya. dan Lo tau gue liat dia posting foto baby kembar terus sama anak cewek kaya nya si itu pas si baby nya udah agak gedean. muka nya mirip Lo de" ucap Nina membuat Dea tersedak.
"uhuk..uhuk" batuk Dea terkejod. ia tidak menyangka jika Nina akan melakukan hal konyol.
" de. Lo kenapa dah? beng*k?" tanya Nina
"sembarangan" jawab Dea.
ini semua gara-gara Lo yang terus membahas keluarga Artadinata! gak mikir apa yak yang Lo omongin baby kembar itu emang gue Uun hilih untung Lo temen gue! coba kalo Lo buah anggur udah gue makan dari kapan tau! begitulah isi fikiran Dea.
"tapi serius inimah ya de. serius itu dia mosting foto launching nya baby kembar yang namanya Dhea Anggita Putri Artadinata sama *D**hio* Anggara Putra Artadinata. tapi kalo di fikir-fikir nama ko sama kaya nama Lo ya de" ucap Nina berfikir. sementara Dea menepuk dahinya.
Dea malas untuk menjelaskan saat ini, bukan karena ia tidak percaya atau apa. hanya saja Dea tidak ingin Nina merasa minder nantinya karena keadaan keluarga Nina yang tidak terbilang kaya.
"Mun Lo kerajinan amat liat-liat kaya begituan" ucap Dea melirik sahabatnya.
"bukan begitu de, tapi kalo gue liat Lo emang mirip sama si Dio kaya kembar gitu. mungkin gue baru nyadar sekarang kali ya" ujar Nina.
tanpa menjawab ucapan Nina Dea pergi ke kelasnya dan di ikuti oleh Nina dari belakang, Dea merasa risih karena Nina berada di belakangnya bukan di samping nya. hal ini yang membuat Dea tidak ingin bercerita kepada Nina karena ia tidak ingin sahabatnya itu menjauh. baru mengira-ngira saja Nina sudah minder bagaimana jika tahu kebenaran nya.
"na Lo ngapain di belakang gue" tanya Dea yang membalikkan badannya.
"nggak apa-apa" jawab nya.
"Lo sahabatnya gue bukan asisten gue! jadi jalan di samping gue" ucap Dea membuat Nina menatap nya.
"na plis ya kita temenan dari kita SMP sampe sekarang SMA, dan Lo harus percaya siapapun gue gak akan beda-bedain yang namanya temen" tambah Dea lagi yang membuat Nina mengangguk. tanpa mereka sadari Dio sedari tadi memperhatikan keduanya. Dio merasa kagum dengan Nina yang tidak memandang kasta begitupun dengan Dea kakak nya yang tidak sombong dan angkuh seperti kebanyakan orang.
...
sore hari Dio sedang Santai di kamarnya dan tiba-tiba ponsel nya berbunyi menandakan pesan masuk.
saat dilihat nya itu pesan dari grup Jomblo bermartabat yang beranggotakan Dio, Juna, Bobi, dan Anggi ketiga sahabat nya.
**jomblo bermartabat
*Juna**: woy para jomblo ๐
Bobi: berisik bujang lapuk๐
Juna: esorry ya selapuk-lapuk nya gue Masi punya temen jalan ๐
Anggi: bisa gak si nggak usah songong gitu๐
Juna: hilih ganteng nya lo gak guna kalo Masi jomblo ๐
Dio: sorry ya jomblo nya gue bermartabat ๐
Juna: hilihh apa yang lo banggain dari predikat jomblo ๐ค
Dio: etolong ya sesama jomblo gak usah teriak jomblo ๐
Bobi: haha nusuk Banget kata-kata si Dio๐คฃ
Anggi: bukan lagi nyindir itumah ๐คฃ
Juna: Dio Lo jahad sama gue๐ญ
Dio: nggak usah lebay deh๐
**Bobi: ๐คฃ๐คฃ๐คฃ***
percakapan dalam grup pun tidak hanya sampai disitu saja, namun Dio tidak ingin ikut campur biarkan saja teman-temannya itu heboh. ia lebih memilih menghampiri sang kakak di kamarnya.
saat membuka pintu kamar Dea Terlihat sang kakak sedang berbaring di atas tempat tidur nya sambil memainkan ponselnya.
"Dea" panggil Dio. ya Dio tidak memanggil kakak jika sedang berdua karena Dea yang memintanya. bahkan mereka sudah terbiasa dengan hanya memanggil nama karena jika di sekolah tidak mungkin jika Dio harus memanggil nya kakak.
"ya" jawab Dea mengalihkan pandangannya.
"keluar yu" ajak Dio membuat Dea mengernyitkan dahinya.
"tumben ada angin dimana Lo ngajak keluar" tanya Dea
"Dea gak usah ngajak debat deh, mau apa nggak" ucap Dio membuat Dea tersenyum.
"keluar mau ngapain?" tanya Dea.
"jalan lah makan atau nonton gitu" jawab Dio.
"nggak ah Dea takut jalan sama Dio" ucap Dea membuat Dio heran.
"kenapa" tanya Dio yang saat ini sudah duduk di tepi tempat tidur milik Dea.
"takut di serang fans nya Dio haha" jawab Dea tertawa. sementara Dio menyebikan bibir nya.
Dio tahu akan sangat sulit mengajak kakak nya ini keluar mengingat banyak wanita yang selalu memperhatikan nya. begitupun sebaliknya ia selalu merasa tidak nyaman saat banyak lelaki yang memperhatikan Dea, bukan cemburu hanya saja Dio kesal melihat tatapan nafsu para lelaki itu kepada kakak nya....
.
.
.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya ๐๐
A**: ini aku post nya dikit-dikit ya biar gak terlalu kosong๐
N: Masi sakit Thor?๐
A: iya Mun jadi Mon maklum ya bukan karena pelit atau lebay. tapi pala gue pusing kalo sakit sambil mikir๐
N: iya Thor gak apa-apa. cepet sembuh dah ya๐ค
A: iya makasih Mumunโค๏ธ
N: sama-sama ๐*