Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 110


setelah sekian bulan kanita menjalani kuliah nya dan menjalankan profesi sebagai seorang model dengan baik ia pun merasa bersyukur waktu yang habis terbuang demi cita-cita dan pendidikan nya...


"Hay kan" sapa Azlan peria yang beberapa bulan lalu menabrak kanita


"ya kak" jawab kanita dingin


"mau kemana" tanya Azlan


"aku mau ke toko buku" jawab nya


"aku antar ya" ajak Azlan


"gak makasih" balas kanita tersenyum


melihat kanita yang selalu dingin dan cuek saat di dekati Azlan pun merasa itu sebuah tantangan untuk nya, sebelum janur kuning melengkung kanita masih boleh di kejar tandas nya...


"kan kamu kenapa sii" ucap Azlan dengan intonasi tinggi


"apanya" tanya kanita takut-takut


"setiap aku deketin tapi kamu malah kaya gitu" jelas Azlan


"kak maaf aku buru-buru lagian aku pergi gak sendirian ko sama ria dan Lala juga" ucap kanita


"kamu bohong" balas Azlan


"aku gak bohong" jelas kanita meninggalkan Azlan


di sudut lain Genk dela memantau kanita, karena Azlan incaran Tiara sahabat dela


"berani banget sih itu cewek deketin kak Azlan" gerutu Tiara


"heh lo kaya yang gak tau aja selain kak Azlan kan si Kiki juga tergila-gila sama itu bocah" ucap dela


"liat aja gue bakal bikin perhitungan sama tuh bocah!" balas Tiara


"yaudah mending kita ikuti aja tuh anak" ajak dela dan Tiara pun menyetujui nya...


...


setibanya di mall kanita menghampiri kedua sahabatnya yang sudah menunggu disana...


"Hay" ucap kanita


"Hay kankan" balas Lala dan ria


"jadi ke toko buku nya" tanya kanita namun kedua sahabatnya malah menggelengkan kepala


"nggak" jawab ria dan Lala kompak


"dih kenapa" tanya kanita


"males ah mending kita shopping aja" ajak ria


"dodol emang kalo mau shopping mah mending gue nyusul kak Sabil ke tempat kerja" gerutu kanita


"haha dodol manis kan kaya gue" jawab Lala tertawa


"iya lengket juga kaya pelakor jagain mangsa!" dengus kanita


disaat mereka sedang asik nya berbincang sambil berjalan...


bruugghh.... kanita di senggol oleh dela dan Tiara


"woy kalo jalan pake mata dong" ucap Tiara


"dih ngocak dimana-mana yang jalan itu pake kaki neng" jawab kanita


"ngeyel Lo ya" balas dela


"lah santai dong gausah ngegas" ucap ria


"diem lo" teriak Tiara


"hey santai kenapa pake otot sama gas dah kaga pada bisa ngerem Lo pada" ucap kanita membuat Tiara dan dela saling pandang


"tau gak takut tuh urat leher Lo putus hah" ucap Lala


"berisik lo" tegas dela


"yaaaaa yang teriak-teriak kaya dihutan siapa yang dibilang berisik nya siapa" ejek ria


"Lo ya dasar simpanan om-om" ucap tiada kepada ria


"cih apa Lo bilang? gue simpenan om-om? gak salah" jawab ria


"haha iya lah mana ada anak sekolah udah tunangan" jelas Tiara


"jaga omongan Lo ya! gue udah tunangan tapi tunangan gue itu bukan om-om" tegas ria


"udah-udah gausah berantem. Lo Tiara mau Lo itu apa sii?" ucap kanita


"haha sok banget Lo nanya kaya gitu, emang kalo gue ngomong Lo bakal ikutin" jawab Tiara


"kalo Lo gak minta yang aneh-aneh ya gak masalah" imbuh kanita


"oke kanita gue mau Lo jauhin kak Azlan" ucap Tiara yang membuat kanita, ria dan Lala tertawa


"kenapa ada yang salah" tanya Tiara


"CK...jelas Lo salah mak lampir" jawab ria membuat Tiara menatap nya tajam


"lagian Lo lucu si ra, harusnya sebelum Lo ngomong kaya gitu lo pikir dulu yang ngejar-ngejar itu siapa kanita apa itu kak Azlan nya elo" ucap Lala namun kanita hanya menghela nafas panjang


"Tiara Lo salah marah-marah sama gue dari dulu gue itu gak pernah tertarik sama cowok di kampus termasuk kak Azlan nya elo itu! ya kalo Lo mau ambil aja gue gak keberatan lagian dia yang ngejar gue bukan gue yang ngejar dia" jelas kanita. jawaban kanita membuat muka Tiara dan dela merah padam menahan malu dan menahan amarah...


baginya ini suatu penghinaan, lihat saja di kanita itu memang dia fikir akan bebas gitu aja. Tiara gak akan mudah membebaskan kanita...


...


hari ini kanita merasa lelah tapi dia merindukan si kembar dan itu membuat kanita mengunjungi kediaman Sisil...


"orang itu kalo bertamu yang sopan bukan teriak-teriak" ucap Sisil yang menyambut sang adik


"haha maafkan adikmu yang manis ini kak" jawab nya memeluk Sisil manja


"iya iya aku selalu memaafkan kamu" jelas Sisil yang membuat kanita terkekeh


"si kembar dimana" tanya kanita


"di ruang keluarga sama ayah nya" jawab Sisil, kanita yang mendengar kata ayah pun mengerutkan dahi nya...


"ayah?" tanya kanita


"iyalah ayah emang apa? kakek" dengus Sisil


"haha iya deh ayah bunda mah beda" goda kanita mengikuti langkah kaki Sisil


saat tiba di ruang keluarga kanita langsung memeluk Dio ponakan ganteng nya itu, entahlah rasanya kanita sangat merindukan Dio daripada dea sang kakak...


"baby Dio i'm coming" ucapnya menciumi pipi chubby Dio


"woy woy anak gue tuh awas aja kalo kenapa-napa" ujar Sisil melihat kanita menciumi Dio dengan gemas


"yaelah santai aja kak gak akan kenapa-napa pelit amat" gerutu kanita namun Dio hanya tersenyum bahagia layak na baby berusia 11 bulan


"baby Dio cepet jalan dong jangan cuma bisa Yayah Yayah aja ayo dong" ucap kanita membuat Rio tersenyum namun berbeda dengan Sisil


"muka Lo kenapa si kak di tekuk gitu" tanya kanita kepada Sisil yang sedang menggendong baby Dea


" Dio tuh ya sama banget kaya bapa nya kesel gue" jawab Sisil membuat Rio terkekeh


"lah p*a namanya kan kak Rio bapa nya si Dio kak gimana sii, kalo Dio gak mirip kak Rio patut di curigai ini" jelas kanita


"bukan gitu si maksudnya Dea aja muka nya kaya gue sama mas Rio lah si Dio ke mas Rio semua" gerutu Sisil


"hahaha Dea kan cewek kak kalo Dea muka nya ke mas Rio semua tar ganteng dong bukan cantik" ucap kanita tertawa


"kanita ihh kalo gitu kenapa muka nya dea gak mirip gue semua aja" jawab Sisil


"haha rugi kalo muka nya Dea kaya Lo semua" balas kanita tertawa


"rugi maksudnya" tanya Sisil


"ck...ya rugi lah kak sia-sia kak Rio tiap malam kerja keras lembur sampai pagi tapi gak dapet hasil duplikat dari dirinya" imbuh kanita membuat Rio terkekeh namun Sisil mengerucutkan bibirnya


"kanitaaaa" teriak Sisil yang mulai kesal


"iya apa ibu negara" jawab kanita menutup telinga nya


"Lo ya ngeselin Lo adik siapa sii" dengus Sisil


"lah gak di akuin gue jahad sangat" ucap kanita tertawa


"diem Lo mau gue sumpel Lo pake popok hah" balas Sisil


"haha udah jadi ibu-ibu mah beda sekarang mainan nya popok" ujar kanita membuat Rio terkekeh melihat perdebatan kanita dan Sisil yang seperti tom and Jerry


"serah Lo! tar juga Lo ngalamin berurusan dengan popok" ucap Sisil


"ya bodomamat, gue mau jadi ibu-ibu berdaster yang mempesona" balas kanita mengibaskan rambutnya


"dih naj*s kaya yang iya aja Lo" ucap Sisil


"Yee biarin sirik aja Lo Ema-ema berpopok" balas nya tertawa


"nikah sana Lo nikah" ucap Sisil


"ngapa biar gue cepet-cepet berdaster" jawab kanita namun Sisil hanya mencebikan bibir nya saja...


berdebat dengan kanita hal yang disukai oleh Sisil, selain kanita orang yang prontal kanita juga gak munafik dalam berbicara. berdebat dengan kanita bukan membuat nya kesal namun hati ingin tertawa melihat tingkah gadis itu. yang dulunya terlihat calm dan tertutup tapi sekarang terlihat bawel dan lucu dalam berkata itulah yang membuat Sisil selalu kesepian jika si bontot tidak berkunjung kerumahnya...


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen sama vote nya πŸ™πŸ˜‰


N**: author gue rindu Thor rindu πŸ˜πŸ˜‚


A: masasehh πŸ˜‚


N: iya Thor gue rindu Lo update πŸ˜‚


A: sialan 😏


N: Thor kapan si kanita berdaster Thor 😁


A: kepo Lo ah 😏


N: elah Thor pelit amat Lo😭


A: bodomamat gimana gue lah 😜


N: gue doain elo Thor yang berdasterπŸ˜‚


A: jangan dong gue kan belum siap berdaster 😭


N: biarin aja lah gimana gue yang berdoa Lo mah Aminin aja πŸ˜‚


A: jahad sangad 😭


N: πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚*