
Di rumah sakit yang sama dengan tempat Mae juga ada seorang wanita hamil yang mengalami kecelakaan, hal itu membuat dokter bingung karena keadaan ibu nya sangat tidak memungkinkan untuk selamat.
Namun besar kuasa Tuhan bayi yang di kandung nya baik-baik saja, dan saat sedang kebingungan ada seorang laki-laki menghampiri nya. dia adalah orang yang sama yang membawa korban kerumah sakit. dan meminta dokter itu untuk melakukan operasi agar bayi tersebut bisa selamat.
"Apa tuan suaminya" tanya dokter itu.
"Bukan dok saya... saya_" ucap nya terhenti saat dirinya di panggil oleh seseorang yang ia kenal.
"Juna" panggil Dio, ya lelaki itu adalah Juna yang menolong Nina saat mengalami tabrakan.
"Dio Lo, Lo ngapain disini" tanya Juna terkejut.
"Gue mau periksa kandungan Mei dan mau jenguk anak Julian soalnya Mae juga lagi di rumah sakit ini" jawab Dio membuat juna mengangguk.
"Lo ngapain disini" tanya Dio balik.
"Gue... gue" ucap Juna menggantung saat dokter mengeluarkan suara nya.
"Tuan Juna tolong segera tanda tangani surat ini karena keadaan pasien yang semakin memburuk, dan kami harus segera menyelamatkan bayi yang di kandung nya" ucap dokter itu, membuat Juna buru-buru menandatangani surat persetujuan itu.
"Pasien?" tanya Dio namun Juna terdiam.
"Kak Juna" tanya mei, namun bukannya menjawab Juna justru menangis dan langsung memeluk Dio.
"Juna Lo kenapa" tanya Dio heran.
"Niat... niat gue mau tanggung jawab apa salah Yo kenapa gue selalu di hadapkan dengan masalah yang bahkan gue sendiri gak ngerti" lirih Juna membuat Mei merasa tidak tega.
"Kak kakak tenangin diri kakak dulu dan Kaka ceritakan apa yang sebenarnya terjadi" ucap Mei membuat Dio membawa Juna untuk duduk.
"Beberapa bulan yang lalu Nina datang ke rumah Lo kan Yo Mei" ucap Juna membuat Dio dan Mei terdiam, keduanya mengingat saat Mei bercerita mengenai Nina yang ingin menitipkan anaknya.
"Iya dia...dia bilang mau titip anak nya ke kak Dea atau nggak kak Mae" balas Mei.
"Nah gue mau tanggung jawab atas anak itu Yo tapi dia malah gak terima" ucap Juna.
"Loh bukannya itu bukan anak kak Juna, kak Nina bilang kalo dia" ucap Mei terdiam ia merasa tidak enak.
"Gak mei itu anak aku dan karena dia sedang hamil dia juga gak mau nikah sama aku orang tua nya ngusir dia, dan hari ini aku nemuin dia ke apartemen nya buat ajak dia nikah aku udah bilang orang tua aku kok. Yo gue pernah bilang kan kalo gue mau punya anak Yo dan dia malah mau titipin anak itu ke kakak Lo sementara gue ayah nya pun jauh mampu buat nanggung dan biayain anak gue, tapi dia malah ngamuk dan pergi sampe dia mengalami kecelakaan dia mengalami tabrakan" ujar Juna membuat Dio dan Mei terkejut, mata Mei membulat sempurna saat mendengar pernyataan dari Juna.
"Lo serius" tanya Dio.
"Hmmmmm, dan yang tadi dokter minta persetujuan agar Nina bisa di Operasi buat selametin anak nya" jawab Juna membuat Mei dan Dio merasa iba.
"Terus Lo mau gedein anak itu sendiri" tanya Dio, ia benar-benar merasa tidak tega melihat keadaan Juna.
"Lo pasti bisa Juna gue yakin keluarga Lo juga akan sayang sama anak Lo" ucap Dio.
"Ya itu semua pasti ko" ucap Juna tersenyum, meskipun hatinya berantakan namun ia tidak ingin terus terpuruk ia harus bangkit demi anak nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Nina nya kecelakaan gaes 😊
N: Sian dah Thor 😊
A: tapi kan salah nya dia kenapa boong Mulu coba, dulu bilang nya itu bukan anak Juna pake ngarang cerita dia korban anuan 😁
N: ah elah bener pisan udah dah biarin aja Thor yang penting itu anak selamat ketemu bapak nya 😁
A: tepat sekali kamu Uun 😂
N: iyadong gue 😂*