Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 152


hari ini Sisil sedang menata sarapan di meja makan untuk anak-anak dan suami tercinta nya, selesai menata makanan Sisil memanggil suami dan anaknya.


"mas bangun" ucap Sisil mengelus pipi Rio dengan lembut


"hmmmm" dehem Rio.


"bangun mas ini sudah pagi" ujar Sisil lagi


"Lima menit lagi sayang" ucap Rio dengan suara berat nya.


"nggak ada tawar-menawar aku bukan tukang cabe" ujar Sisil


"sini" ucap Rio mendekat kan wajah Sisil dengan wajah nya.


"apa?" tanya Sisil


cup


"morning kiss sayang" ucap Rio


"iya yaudah ayo bangun aku mau bangunin Dea sama Dio dulu" ucap sisil


Rio pun bergegas ke kamar mandi, melihat sang suami yang sudah beranjak dari tempat tidur nya Sisil pun menyiapkan pakaian Rio dan segera membangun anak-anak nya.


namun satu yang selalu membuat nya semangat yaitu membangun kan Dio, Sisil yang memiliki satu anak laki-laki dan itu sangat mirip dengan Rio membuat nya sangat menyayangi Dio. jika Sisil sangat semangat dengan anak laki-laki nya maka Rio sangat semangat dengan anak perempuan nya yaitu Dea dan Dena.


"Abang sayang bangun bang" ucap Sisil mengelus kepala putranya.


"bentar lagi bunda" pintanya.


"udah jam tujuh bang" boong Sisil


"apa? serius Bun?" tanya Dio kaget dan langsung beranjak dari tempat tidur nya.


"iya bang kakak udah pada berangkat" jawab Sisil. ia sengaja mengerjai sang putra karena Dio yang tidak pernah marah jika di kerjai bundanya.


"gawat gawat gawat ini" Grutu nya membuat Sisil menahan tawa.


"apa bang? kawat?" ucap Sisil


"terserah bunda intinya aku mau mandi" ujar Dio berlari ke kamar mandi.


setelah tubuh Dio menghilang di balik pintu Sisil pun tertawa, putranya yang lucu selalu saja kena jika di kerjai.


...


di sisi lain Dea sedang bersiap-siap dengan seragam sekolah nya dan juga memakai sepatu kesayangannya. jika sepatu mei dan Dio sudah menggantung maka sepatu Dea masih aman bersama pasangan nya.


jika kedua adik nya sedang asik usil soal lempar melempar barang, namun Dea malah asik dengan membuat kue dan memasak bersama mami alin.


setelah selesai dengan pakaian nya Dea keluar dari kamar dan menuruni tangga, terlihat lah sosok lelaki yang tampan yang selama ini menjadi laki-laki pertama yang sangat di cintainya yaitu sang ayah.


"pagi ayah" ucap Dea mengecup pipi sang ayah.


"pagi princess" balas Rio mengecup pipi Dea.


"ayah" panggil Dea


"kenapa kak?" sahut Rio


"aku nanti mau nginep rumah Nina boleh gak" tanya Dea


"nginep? ngapain?" ucap Rio


"nemenin Nina yah boleh nggak?" ujar Dea


"ya gak bakal mau kak Dea bawa si Nina yah" ucap Dio yang entah muncul dari mana tiba-tiba nyaut.


"loh kenapa?" tanya Rio


"kan kak Dea gak mau orang-orang tau kalo dia putri dari keluarga Artadinata" jawab Dio membuat Dea menatap nya tajam.


"ada yang salah dengan keluarga Artadinata kak" tanya Rio kepada Dea.


"ehhh nggak ada yah, cuma_" ucap Dea terhenti saat tiba-tiba Mei datang dan membuat semuanya menoleh.


"kakaaaaaak sumpah demi tahu bulat di goreng dadakan dan bentuknya masih bulat. itu si Panjul cakep banget gustiii" teriak Mei dengan suara Tujuh oktafnya.


"kakak bukan cuma si Panjul aja itu si Tintin juga cekep cool OMG hello" tambah nya lagi tanpa menyadari di ruang makan bukan cuma ada Dea dan Dio. tapi juga ada Sisil dan Rio.


"Mei" ucap Dea sambil melirikan matanya ke arah Sisil dan Rio.


"apasi kak. udah deh aku tau aku cakep dan Panjul pasti suka aku kan iyakan" ujarnya penuh percaya diri.


"bukan itu meitha" geram dea kembali melirikan matanya. dan melihat gelagat yang aneh Mei pun mengikuti arah mata Dea.


woowww Mei terkejut karena ia di tatap oleh Sisil dan juga Rio. untuk menghilangkan rasa Canggung Mei menyengir kuda.


"eh ayah sama bunda. hehe sejak kapan disitu" tanya Mei membuat Dea menepuk dahinya.


"sejak tadi sebelum kamu teriak-teriak" jawab Sisil tersenyum.


"Mon maap. Mulut Mei emang suka gak punya rem" ucap nya membuat Rio tertawa.


"nggak apa-apa sayang sekarang kita makan" ucap Rio. sejujurnya Rio bahagia karena Mei selalu ceria jika berdekatan dengan anak-anak nya. namun Rio bingung dengan perkataan Mei mengenai si Panjul dan si tin tin, tapi yasudah lah cepat atau lambat ia akan mengetahui siapa yang di maksud oleh anak asuhnya itu.


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


N**: dikit-dikit amaatπŸ˜’


A: sabar apa Mun gue lagi sibuk ini 😌


N: sibuk apa sii Lo? mau kawin?πŸ˜‚


A: iya tapi bukan gue😭


N: lah terus siapa? πŸ™„


A: kepo amat Lo 😬


N: dikit doang Thor πŸ˜‚


A: gaboleh 😝


N: pelitπŸ˜’


A: πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚*