Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 168


Dea berbaring di kamar nya, setelah menemui Justin Dea Terlihat lebih dewasa, meskipun sikap ceplas-ceplos nya belum hilang.


setidaknya Dea bisa bernafas karena Justin akan kembali ke luar negeri, Dea memandangi tangan yang terdapat cincin berlian dengan bertuliskan nama Justin di dalam nya.


"hilihh niatnya mau nyari opa-opa Korea dapet nya bintang Korea haha" ucap Dea.


tak lama Mei tiba-tiba menerobos masuk ke dalam kamar Dea, membuat Dea mendengus kesal kepada adiknya itu.


"ketuk dulu apa Mei" ucap Dea.


"lupa aku haha" jawab Mei.


"kakak" Mei melompat ke atas ranjang Dea.


"apa" jawab Dea.


"kakak sudah terima bang Justin?" tanya Mei.


"belum" jawab Dea menggeleng.


"lalu itu" tanya Mei menunjuk cincin di tangan Dea.


"hah" Dea melenguh panjang.


"kenapa?" tanya Mei.


"aku nggak bisa egois Mei, aku emang nggak mau hal ini tapi_" jawab Dea menggantung


"tapi apa?" tanya Mei penasaran.


"tapi aku lebih mikirin harga diri ayah sama bunda, aku nggak mau bikin mereka malu mei. aku bisa aja membatalkan semuanya tapi aku gunakan otakku bekerja Mei sekuat apapun aku menghindar jika dia jodohku maka kita akan di persatukan, begitupun sebaliknya sekeras apapun aku mengejar jika dia bukan jodohku makan Tidak akan pernah bisa aku gapai. dan untuk saat ini biarkan saja semua berjalan sesuai sekenario nya, tuhan tidak akan menjerumuskan hambanya" jawab Dea membuat Mei terharu.


"kakak bener, contoh nya aku sekeras apapun aku mengejar jika dia bukan untukku maka aku tidak akan bisa mendapatkan ya" ucap Mei membuat Dea menoleh ke arah nya.


"maksudnya?" tanya Dea penasaran.


"entahlah. aku bingung kadang Abang baik sama aku tapi kadang juga judes, bahkan mulut Abang pedes kaya cabe set*n" jawab Mei.


"oooh, Dio mah emang begitu dia kalo ngomong mulut nya taken banget" ucap Dea Mei pun mengangguk.


"kamu suka sama Dio?" tanya Dea membuat Mei tersentak.


"eh, nggak kak. aku cuma kesel aja sama Abang" elak Mei dan Dea pun hanya ber Oooo ria.


tanpa mereka sadari jika dari tadi Rio, Sisil dan para Tante memperhatikan keduanya. Sisil senang karena anak nya sudah bersikap biasa saja.


"kakak" panggil Mei.


"hmmmm" sahut Dea.


"kalo Abang Justin sama kakak, itu berarti dia nunggu jodoh nya dari bocah ya" ucap Mei.


"maksudnya?" tanya Dea.


"iyalah nunggu kakak dari sekolah kan sampe lulus nanti" jawab Mei.


"jodoh kan nggak ada yang tau" ucap Dea.


"kan tadi Kaka yang bilang sekeras apapun kakak menghindar jika dia jodoh kakak maka akan di persatukan. itu buktinya kakak udah ngejauh berantem Mulu kaya kucing sama tikus eh sekarang sepasang tunangan" ucap Mei membuat Dea berfikir.


ya yang di ucapkan oleh Mei ada benarnya, bahkan Dea memilih untuk tidak memiliki nomor telepon Justin agar bisa jauh. tapi rencana nya lain lagi saat ini Dea bukan hanya harus menyimpan nomor telepon Justin, bahkan ia malah di dekat kan dengan suatu ikatan. ah mungkin memang jalan nya seperti ini begitu fikir Dea toh Justin juga akan jarang pulang.


...


malam hari Mei menghampiri Dio dan melompat ke atas ranjang Dio, membuat si empunya melompat kaget.


"anak curut sial*n kaget gue" umpat Dio mengelus dada nya.


"haha biasa aja dong bang muka nya, gak usah minta di tabok gitu" ucap Mei menabok wajah Dio pelan.


"anj*r beneran di tabok" ujar Dio.


"nggak usah lebay lah. orang di tabok nya pake cintah" ucap Mei mengedipkan matanya.


"kenapa mata Lo cacingan kedip-kedip gitu?" tanya Dio membuat Mei mencebikan bibir nya.


"ini kedip-kedip cetar taugak si" dengus Mei


"cetar palamu gundul" ucap Dio.


"Abang sorry ya Mei nggak gundul-gundul pacul" balas Mei


"ya terus?" tanya Dio.


"Abang tuh yang gundul" jawab Mei membungkus kepala Dio dengan pelastik. lalu Mei berlari keluar kamar.


"anak kampr*t meithaaaaa! gak ada ahlak emang Lo" teriak Dio mengejar mei.


Mei lari ke ruang keluarga dimana ada kanita, dea, Sabil dan Dena yang sedang berkumpul. sementara Sisil dan Rio sedang keluar membeli cemilan.


Mei sembunyi di belakang Dena karena ia tahu jika Dena akan membelanya.


"sini gak Lo hah" ucap Dio menibani Mei.


"haha Abang ampun Abang" mohon Mei.


"gak ada ampun-ampun" ucap Dio membuat penghuni ruang keluarga bingung.


"Abang ih ketek Abang bau hahaha" teriak Mei tertawa.


"mana ada bau wangi gini, ngarang Lo ya" ucap Dio.


"Abang janan kacian Kaka Mei" ucap Dena dengan logat Cadell nya.


"biarin aja" ucap Dio.


"Abang aku nggak bisa nafas" lirih Mei. ya Mei di kasi ide oleh Sabil agar pura-pura pingsan. Sabil berbisik di telinga Mei dan Mei pun menuruti nya.


"boong Lo" ucap Dio.


"Abang bane_" lirih Mei terputus dan memejamkan matanya. sontak membuat yang ada disitu kaget.


"Dio Mei" teriak Dea kaget, karena ia tidak tahu jika Mei pura-pura.


"Mei jangan becanda Mei gak lucu" ucap Dio menepuk pipi Mei pelan.


"Mei serius gak lucu sumpah" ucap Dio lagi panik.


"elo si becanda kelewatan banget" kesal Dea.


"ya maaf kan gue nggak tau" ucap Dio, dan saat mendengar suara mobil Rio. Dio pun bergegas menggendong Mei untuk dibawa ke kamar milik Mei.


Sabil dan kanita menahan tawa nya melihat Dio kocar-kacir, begitupun dengan mei yang sudah tidak kuat melihat kepanikan Dio.


setibanya di kamar milik Mei, Dio melekatkan Mei dan ia duduk di samping nya.


"Mei bangun Mei" ucap Dio mendekatkan wajahnya dan tiba-tiba.


"baaaaaa hahaha" ucap Mei membuat Dio terlonjak kaget hingga terjatuh.


"shit! pinggang gue anj*r" teriak Dio namun Mei malah tertawa puas.


"hahaha sukurin mang enak" ucap Mei terpingkal-pingkal.


"gak ada ahlak emang! pinggang gue encok ini" ucap Dio kembali membuat Mei tertawa.


"haha yaudah aku bantu" ucap Mei membantu Dio berdiri.


"sial*n Lo ya, di ajarin siapa Lo ngerjain gue" ucap Dio mencubit hidung mungil Mei.


"hahaha Abang ampun, aku dikasi ide sama mami sabil" ucap Mei. membuat Dio mendengus.


"kalian para cewek itu sama aja" balas Dio.


"sama apa?" tanya Mei.


"sama-sama nyebelin" jawab Dio membuat Mei tersenyum.


"Utuk utuk Abang takit apanya yang takut" ucap mei seperti seorang ibu yang menggoda anak nya.


deegg... jantung Dio berdegup kencang.


"apasi minggir" ucap Dio saat sudah menguasai dirinya. ia pun pergi dari kamar mei sambil memegang pinggang nya, dan itu malah membuat Mei Kembali tertawa hingga membuat perut nya sakit.


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: kawinin Thor😂


A: hah?! sapa yang di kawinin ketemi?🙄


N: Dio sama Mei lah Thor🤣


A: hilih Dea aja belum kawin jamileh 😒


N: balapin lah Thor😂


A: Lo kira bebek yang bisa di kawinin grebeg-grebeg😑


N: biar cepet 🤣


A: cepet pala Lo😌


N: 🤣🤣🤣. Thor pen liat muka Lo Thor😁


A: ngapain jamileh?


N: pengen tau lah 😒


A: jangan muka gue mah burik ya😌 nanti Lo ilfeel lagi😁


N: haha mana ada😑


A: muka gue burik Uun. kalo di foto cakep berarti efek nya jahat🤣


N: hilih pea😒


A: 🤣🤣🤣*