Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 90


di sekolah kanita sedang makan di kantin bersama teman nya Lala karena jam istirahat telah tiba kanita memilih untuk mengisi perut nya yang sudah mulai berdemo meminta masukan makanan...


"kan kamu tahu tidak si Kiki dia kan masuk tim basket" ucap Lala di sela makan nya


"kiki siapa" tanya kanita terheran


"itu loh cowok populer yang sekarang sedang menjadi incaran para wanita" jelas lala


"oh aku tidak tahu" jawab kanita simple ya karena kanita memang tidak terlalu ingin banyak tahu mengenai para lelaki di sekolah nya...


kanita selalu berfikir jika ia memang akan memiliki kekasih tapi tidak ingin anak sekolah ia lebih memilih seperti pekerja saja karena akan lebih dewasa dan akan lebih dapat membimbing nya, fikir nya jika ia memiliki kekasih anak sekolah maka tidak akan ada yang mengajak lebih dewasa...


tidak mencari orang kaya or terpandang karena ia hanya ingin seseorang yang pekerja keras tapi jika tuhan memberikan nya kekasih kaya dan selebihnya anggap saja itu sebuah hadiah terbaik yang ia dapatkan begitu fikir kanita...


"huh mana mungkin kamu tahu, wanita dingin seperti mu tidak akan tahu tentang cowok populer mana pun" balas Lala


"cihhh jika aku harus memiliki kekasih saat ini maka kau sudah tahu kan lelaki seperti apa yang aku harapkan" ucap kanita


"ya ya aku tahu yang sudah bekerja bukan yang bisa berfikir bijak dan dewasa seperti itu" balas Lala tersenyum kepada kanita


ya sebenarnya kanita dan Lala memiliki pemikiran yang sama ia tidak ingin tenggelam dengan cinta masa sekolah meskipun ia tahu jika jatuh cinta kepada orang yang lebih dewasa pun belum tentu akan membahagiakan namun untuk membimbing nya bersikap dewasa bisa mereka harapkan...


teng....teng.... teng.... bel sekolah pun berbunyi menandakan waktu istirahat telah habis kanita dan Lala pun berjalan menuju kelas....


...


dirumah Sisil sedang membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur setelah memeriksa kan kandungan nya Sisil merasa lelah hingga ia terlelap...


"kak Sisil" panggil Sabila yang berjalan ke arah Sisil namun ia mendapati kakak iparnya sedang terlelap Sabil pun tidak ingin mengganggu istirahat Sisil


"tidur nyenyak kakak ipar dan istirahat yang nyaman ponakan Tante yang di dalam perut bunda baik-baik ya nak Tante tunggu kamu lahir disini jangan bikin bunda mu kerepotan ya" gumam Sabil tanpa ia sadari tangan nya mengelus perut Sisil yang mulai membuncit Sabil tersenyum karena melihat perut kakak ipar nya...


"Ck...segini baru empat bulan sudah terlihat buncit nya bagaimana nanti kalau sudah memasuki usia delapan bulan bisa seperti orang yang sedang menggendong drumband haha" gumam nya lagi lalu tertawa sendiri


Sabil pun berjalan keluar ia masuk kedalam kamar yang biasa di tempati oleh kanita jika sedang menginap di rumah Sisil dan membaringkan tubuhnya hingga terlelap...


"Kanita" isi pesan yang masuk ke ponsel nya bertuliskan kontak yang bernama *Kak eza* kanita belum menyadari bahwa ada pesan di ponsel nya


"hey gadis kecil" pesan Eza lagi kepada kanita dan saat ini kanita menyadari bahwa ada pesan masuk ia meraih ponselnya yang berada di atas nakas samping tempat tidur karena setelah pulang sekolah ia memutuskan untuk tidur, kanita pulang kerumah pak gerry bukan kerumah Sisil meskipun Rio meminta kanita untuk tinggal di rumah nya bersama Sisil selama pak Gerry sedang tidak ada namun kanita merasa tidak enak...


"enak saja gadis kecil" jawab kanita membalas pesan Eza


"CK... lalu apa jika bukan gadis kecil" balas Eza lagi


"terserah jangan memanggilku gadis kecil" balas kanita dengan kesal


"ya baiklah, kau ada dimana?" tanya Eza


"ada apa kakak mencariku?" balas kanita


"percaya diri sekali kamu aku tidak mencari mu aku hanya bertanya keberadaan mu" tambah Eza


"ya terserah bukan urusanmu" balas kanita merasa sebal namun berbeda dengan Eza ia justru merasa senang dan merasa sangat gemas karena telah berhasil membuat kanita kesal ia berharap bahwa kanita akan terus merespon nya...


.


.


.


.


.


.


jangan lupa like dan vote nya🙏😉