
Pagi hari nya Mae bangun dan menatap wajah Julian di samping nya, syukurlah itu kata yang di ucapkan Mae karena saat ini Julian benar-benar menjadi milik nya.
Mae pun beranjak dari tempat tidur nya dan menuju ke kamar mandi, setelah selesai mandi Mae memakai pakaian nya dan membangun kan Julian.
"Jul bangun" ucap Mae mengelus pipi suaminya.
"Emmmhhh, sebentar lagi sayang" jawab nya.
"Hei ini sudah jam 7, apa kamu tidak akan ke kantor" bohong Mae, padahal sekarang masih jam setengah 6 pagi.
"Apa, aku harus mandi hari ini ada meeting penting" ucap Julian, yang langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Sementara Mae tertawa melihat tingkah suaminya itu, Mae menyiapkan pakaian untuk suaminya bekerja.
Setelah itu ia turun ke dapur dilihat nya Dea sudah standby dengan peralatan memasak nya, Mae memeluk Dea layak nya seorang adik kepada kakak nya.
"Good morning, bumil" ucap Mae, membuat Dea tersenyum.
"Berkacalah sayang, memang nya kamu bukan bumil" kekeh Dea.
"Hmmmmm, ya kita sama-sama ibu hamil" balas Mae.
"Masak apa" tanya nya, melihat Dea yang sibuk memasak berbeda dengan dirinya yang sibuk makan.
Melihat ada roti bakar Mae pun memakan nya, ia tahu Dea sudah menyiapkan itu untuk dirinya.
Karena itu sudah menjadi kebiasaan Dea setiap pagi, setelah mengetahui Mae menjadi suka makan.
"Mai jangan makan Mulu, nanti yang ada kamu gak makan nasi lagi" ucap Dea.
"Aku gak nafsu makan nasi" balas Mae, Dea pun duduk berhadapan dengan Mae.
"Nanti badan kamu semakin bulat, apa kamu mau" ucap Dea.
"Tidak, tapi aku tidak bisa kalau tidak makan seperti ini de" balas Mae memelas, Dea yang mengerti pun tersenyum.
"Mbak nanti tolong di tata di meja makan ya, saya mau membangunkan tuang dulu" ucap Dea, kepada salah satu pelayan.
"Baik nona" jawab nya, Dea pun menaiki anak tangga dengan hati-hati. karena kandungan nya sudah mulai membesar.
setibanya di kamar Dea sudah tidak melihat Justin di tempat tidur nya, yang artinya Justin sudah bangun dan sedang membersihkan diri.
Dea menyiapkan pakaian untuk Justin, setelah itu ia pergi menuju kamar Carl untuk membangun kan putranya.
Saat tiba di kamar Carl Dea melihat putranya sudah rapi dan tersenyum kepada nya, Dea menghampiri Carl dan mencium pipi putranya itu.
"Kau sudah rapi, turun lah aunty Mae sudah menunggu di meja makan. mom akan memanggil Daddy mu" ucap Dea Kepada Carl.
"Ya baiklah" jawab nya, saat akan menuruni tangga Carl bertemu dengan Julian.
Julian yang melihat keponakan nya pun tersenyum dan menepuk bahu Carl, Carl membalas perlakuan uncle nya itu.
"Carilah wanita agar hidup mu tidak hampa" bisik Julian membuat Carl mendengus, karena uncle nya itu selalu menggoda nya.
"Tidak mau" cebik Carl.
"Kenapa? kau tahu mencari wanita yang bisa di terima oleh mommy mu tidak lah mudah. maka kau harus mencarinya dari sekarang" goda Julian.
"Aku tidak ingin mengecewakan mommy ku, jika mau uncle saja yang mencari wanita" stak Carl, membuat Julian mendengus.
"Dasar anak bang Justin, anak sama bapak sama aja" dengus nya, membuat Carl terkekeh.
"Uncle kau tau, bahkan aunty Mae sangat menyukai ku. apa kau tidak takut menyuruh ku untuk mencari wanita, bisa-bisa aku akan mendekati aunty Mae" goda Carl membuat Julian mencebikan bibirnya.
"Tenang saja, aunty Mae dan uncle sudah seperti mommy and Daddy bagiku" ucap Carl membuat Julian tersenyum.
"Ayo kita ke ruang makan, seperti nya aunty mu sudah menunggu" ucap Julian yang di angguki oleh Carl.
Benar saja setibanya di ruang makan Julian melihat Mae yang tengah memakan roti bakar, Julian duduk di samping istrinya itu.
"Kau selalu saja makan roti bakar, yang membuat mu malas makan nasi" ucap Julian membuat Mae terkekeh.
Dengan cepat Mae mengambil kan makanan untuk Julian dan juga Carl, begitupun dengan Dea ia mengambil makanan untuk Justin.
Semuanya makan dengan tenang, hingga selesai sarapan para lelaki itu pergi dengan kegiatan masing-masing. Justin dan Julian pergi ke kantor, sementara Carl ia pergi menuju sekolah nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Babang Justin
Babang Julian
Babang Carl
***Happy reading 😊🤗
N**: ngapa gue di bikin dilema sama ketampanan mereka dah Thor😭
A: sengaja biar Lo oleng 😂
N: jahat dah Lo Thor 😭 gue kan bingun mau pilih yang mana semuanya bening😭
A: gak apa-apa anggap aja cuci mata 🤣
N: karung mana karung etdah lama-lama gue karungin semua juga tuh laki😭
A: serakah amat Mumun Lo 🤣
N: lagi punya muka pada ganteng 😭
A: 🤣🤣🤣*