Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 116


keesokan paginya seperti biasa Eza mengganti bunga mawar merah kesukaan kanita dengan yang baru... kali ini kanita yang menyapa Eza, setelah kemarin kanita kembali tidak sadarkan diri akibat kepala nya yang masih merasa sakit namun pagi ini kanita terlihat lebih segar...


"good morning" sapa kanita dengan senyum yang manis dan membuat Eza terkejut.


"kamu sudah bangun" tanya Eza


"menurut kakak" jawab kanita


"tidak tidak jika kau bangun dan untuk kembali tidak sadarkan diri lebih baik dirimu tidak usah bangun" ucap Eza


"apa maksudnya tidak usah bangun" tanya nya heran


"ya kemarin-kemarin kamu bangun lalu tersenyum membuat diriku bahagia dan kau kembali tidak sadarkan diri" jawab Eza membuat kanita tersenyum


"kemarin kepala ku sangat sakit dan seketika penglihatan ku gelap" ucap nya


"lalu sejak kapan kamu bangun?" tanya Eza


"semalam saat suster memeriksa keadaan ku dan kakak sudah tertidur" jelas kanita


"benarkan?" tanya Eza penasaran


"ya apa kau tidak percaya" ucap kanita dan sontak membuat Eza memeluk nya dengan erat


"jangan lakukan hal bodoh yang akan membuat diriku mati lagi" ujar Eza masih dengan memeluk kanita


"kenapa kau mau mati" tanya nya polos


"karena dirimu aku hampir saja gila" dengus Eza


"sungguh" tanya kanita antusias


"ya, bahkan bukan cuma aku Sabil pun hampir gila karena dirimu" jawab eza, kanita yang mendengar nama Sabil pun teringat jika ia mendorong Sabil.


"lalu bagaimana keadaan nya" tanya kanita


"ya Sabil baik-baik saja" jawab Eza


"apa dia terluka" tanya nya lagi, namun bukannya menjawab Eza malah menyuruh kanita makan


"makan lah dulu baru bercerita lagi" ucap Eza


"itu pasti tidak enak" balas kanita menatap bubur yang berada di tangan Eza


"kenapa kau banyak tingkah sekali, makan saja dulu" ucap Eza lagi


"tidak itu tidak enak" gerutu kanita menutup mulutnya


"CK...mana ada makanan rumah sakit yang enak jamileh" ucap Eza


"pokonya aku tidak akan mau makan Bambang" dengus kanita


"ayolah sayang makan ya" rayu Eza yang membuat wajah kanita bersemu merah


"tidak" jawab nya


"lalu apa yang kamu inginkan" tanya Eza


"apa kakak akan memberikan nya" tanya kanita dengan mata yang berbinar


"tergantung, memang apa yang kamu inginkan" ucap Eza


"aku ingin burger kak" pintanya dengan memelas


"ahhh ayolah kakak" bikin kanita menarik tangan Eza


"makan dulu bubur ini baru aku pesankan burger untuk mu" ucap Eza


"tapi aku tidak suka itu" katanya


"harus suka" balas Eza dengan terpaksa kanita pun memakan makanan nya, saat tengah makan pintu kamar kanita terbuka masuk lah Rio Sisil dan juga Sabil..


"kanita" ucap Sabil yang melihat kanita tengah duduk


"Hay" balas kanita tersenyum, Sabil dan Sisil memeluk kanita dengan erat


"gadis bodoh kenapa kau melakukan itu" ucap Sabil


"apa begini caramu memperlakukan aku? aku masih sakit kau malah mengomel" jawab kanita dengan wajah yang dibuat imut


"tidak sayang aku tidak memarahi dirimu" ucap Sabil kembali memeluk kanita, disisi lain Sisil merasa iri


"apa kau melupakan aku" ucap Sisil membuat kanita menoleh


"uhhh tentu saja tidak momyku tersayang" balas kanita memeluk Sisil


"jangan lakukan itu lagi oke" ucap Sisil kanita pun mengangguk di dalam pelukan Sisil..


...


Rio dan Eza membahas keberadaan naina yang berhasil di temukan oleh anak buah Rio, sekarang naina sedang di sekap oleh anak buah Rio di sebuah markas. Eza memutuskan untuk menunggu kesembuhan kanita karena selama kanita masih dirumah sakit ia tidak ingin meninggalkan kanita sendiri dan Rio pun menyetujui hal itu....


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen and vote nya ๐Ÿ™๐Ÿ˜‰


N**: aku padamu Thor aku padamu๐Ÿ˜‚


A: bodomamat ๐Ÿ˜


N: Thor maafkan aku telah menghujat dirimu๐Ÿ˜Œ


A: terserah Lo dah ๐Ÿ˜


N: maapin yak ๐Ÿ˜ญ


**A: ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ


N**: bentar lagi bulan puasa Thor dosa kalo gak di maapin๐Ÿ˜


A: iya dah iya asal komen Lo Jan jahat-jahat aja sama gue๐Ÿ˜Œ


N: iya deng ngga๐Ÿ˜‚*