
Malam hari Justin sudah pulang dari kantor ia memutuskan untuk pergi ke basecamp, Justin sudah ada janji dengan temannya yaitu Rayen dan Joni lelaki yang sempat memiliki hati kepada istrinya.
"Daddy mau kemana?" tanya Carl yang melihat Justin menuruni tangga.
"Oh Daddy mau berkumpul dengan teman-teman Daddy sayang" jawab Justin.
"Mommy sudah tau?" tanya Carl khawatir jika Dea belum tahu.
"Sudah kok, kenapa?" tanya Justin lagi.
"Aku boleh ikut? aku bosan dirumah terus" jawab Carl. Justin pun nempak berfikir sejenak.
(Dea kan ngijinin gue perginya sendiri gak sama anak terus gak boleh pulang lewat dari jam 11, terus kalo gue pergi ajak Carl emak nya ngamuk gak ya? ah tapi itu urusan nanti deh) batin Justin.
"Yasudah ayo, kamu pakai jaket tapi" ucap Justin.
Dengan senang hati Carl menuruti perintah Daddy nya itu, setelah mengambil jaket Carl dan Justin pun pergi.
...
Kini Justin tengah duduk di basecamp yang tak lain adalah club milik Rayen, Carl yang mengetahui tempat tongkrongan Daddy nya pun melongok.
"Ini Daddy gak salah kan ya bawa gue ke tempat beginian" gumam Carl.
"Kamu kenapa Bang?" tanya Justin.
"Eh nggak dad aku gak apa-apa" jawab Carl, merekapun masuk dan menemui Rayen juga Joni.
"Woyy bro akhirnya datang juga Lo" ucap rayen.
"CK.gak di larang lagi Lo sama Dea" ledek Joni.
"Haish gak usah ngeledek, Lo ngomong begitu karena sirik kan Dea lebih milih gue" ucap Justin.
Namun pandangan mata kedua temannya itu teralihkan pada sosok lelaki tampan di samping Justin, rayen menatap meminta penjelasan kepada Justin.
"Oh iya kenalin bang ini uncle Rayen dan yang ini uncle Joni teman Daddy" ucap Justin.
"Carl uncle" ucap Carl pada keduanya.
"Nah Lo berdua kenalin ini anak gue" ucap Justin dengan bangga.
"Wah lama-lama Lo bakal kalah tampan sama anak Lo jast" ucap rayen.
"Bukan lagi Dea lebih sayang anak nya dari pada bapak nya kalo begini" ledek Joni.
"Kok Lo tau si Jon, emang bini gue lebih sayang anak nya. kemarin gue nyuruh carl buat belajar mengenai bisnis eh emak nya ngamuk" ucap Justin membuat rayen dan Joni tertawa.
"Lagian Lo ada-ada aja anak Masi kecil udah di suruh belajar" ucap rayen.
Sementara Carl merasa tidak nyaman dengan suasana di club' tersebut, ia melirik kanan dan kiri.
"Carl gak usah malu disini banyak cewek cantik" goda Joni.
"Si*lan jangan racunin anak gue se*an, bisa di doser emak nya gue" ucap Justin membuat Carl tersenyum.
"Iya Carl jalan aja gak usah dengerin Daddy, diamah emang begitu padahal ceweknya banyak" goda rayen membuat Carl menatap Justin horor.
"Se*an emang Lo berdua, asal Lo tau Carl sama Dea itu saling menyayangi. kalo gue macem-macem sama emak nya bisa-bisa di gebok sama anak nya gue" ucap Justin.
"CK.takut banget Lo sama Dea" ucap rayen.
Merekapun berbincang dengan ria tanpa ingat waktu, namun seketika Justin melihat jam yang melingkar si tangan nya menunjukkan pukul 2 dinihari. seketika matanya membulat dan menatap Carl yang sedang duduk dengan tenang.
"Shiiiitttt!!!" umpat Justin.
"Ngapa Lo?" tanya rayen.
"Gue telat balik men, bisa kena Omelan ibu negara inimah" jawab Justin frustasi.
"Ck. yaudah balik Sono" ucap Joni.
"Udah balik telat gue pergi bawa anak pula" ujar Justin membuat kedua temannya terkekeh.
"Yaudah balik sana, kasian juga Carl" ucap rayen.
"Yaudah gue balik ya, ayo bang" ucap Justin.
"Uncle aku pulang ya" ucap Carl.
"Hati-hati Carl, kalo Daddy kamu kebut-kebutan sambit aja palanya" ucap Joni.
Justin dan Carl pun bergegas pulang, Justin yang takut Dea marah begitupun Carl ia juga takut jika momy nya marah.
...
Setibanya di rumah Justin dan Carl masuk dengan cara mengendap-endap, Justin jalan di depan dan diikuti oleh Carl dari belakang.
Saat akan menaiki anak tangga mereka di kejutkan oleh suara deheman, hingga Justin berhenti mendadak membuat Carl menabrak punggung Daddy nya.
Bruuuk...
"Akhhhh" pekik Carl memegang kening nya, Justin yang mendengar rintihan putranya berbalik.
"Kamu gak apa-apa bang?" tanya Justin.
"Ehemm" dehem Dea.
"Mom_my" ucap Carl terbata.
"Sa_yang kau belum tidur?" tanya Justin gugup.
"Jam berapa sekarang" ucap Dea, tanpa menjawab pertanyaan Justin.
"Setengah tiga sayang" jawab Justin, menggaruk kepalanya yang tidak gatal. ya perjalanan dari club' kerumah Justin membutuhkan waktu 30 menit.
"Kau janji akan pulang jam berapa Abang?". tanya Dea.
"J_jam 11 honey" jawab nya lagi.
"Lalu sekarang" ucap Dea.
"Iya maaf sayang, aku gak sadar kalo sekarang udah malam" ucap justin.
"Ini bukan malam tapi pagi" ketus Dea, pandangan nya beralih kepada sang putra yang sejak tadi terdiam.
Melihat tatapan mata Dea Carl menelan Saliva nya susah payah, akhirnya ia akan terkena semprot juga. bukan tidak peduli Dea mengomel karena sangat menyayangi kedua lelakinya itu, apalagi Carl yang masih di bawah umur. untung lah besok hari libur jadi Carl bisa menggantikan waktu tidurnya dengan besok.
"Carl" panggil Dea.
Gleeekk... Carl merasa takut akan membuat mommy nya marah.
"Ya mom" sahutnya.
"Kenapa kau bisa bersama dengan Daddy mu?" tanya Dea.
"Anu mom tadi aku meminta ikut kepada Daddy, karena aku merasa bosan dan tidak bisa tidur" jawab Carl jujur.
"Kenapa kau tidak memanggil mommy?" tanya Dea.
"Karena aku mengira mommy sudah tidur" jawab nya lagi.
"Dan kau Abang sudah tau kau membawa anak mu, lalu kenapa kau pulang selarut ini" ucap Dea.
(udah dah mau sekeras apapun anak gue berjuang buat belain Daddy nya gak bakal berhasil, semua pasti gue yang di salahin. lelaki emang selalu salah dan kau para wanita selalu benar) batin Justin.
"Ya sayang aku minta maaf, janji nggak akan ngulangi lagi" ucap Justin.
"Mom maaf ya" ucap Carl dengan wajah manis nya, membuat Dea menghela nafas.
"Masuk ke kamar mu dan tidur lah" ucap Dea, namun Carl tak bergeming. ia takut jika Dea masih marah kepada Daddy nya.
"Carrl mommy bilang masuk kamar" tegas Dea.
"No mom, kalo mommy masih marah sama Daddy aku gak akan masuk ke kamar. karena itu nggak adil buat Daddy" ucap Carl membuat Justin berdecak kagum, ternyata putranya itu sangat peduli kepada nya.
"Kenapa begitu?" tanya Dea.
"Daddy gak salah mom, ini karena aku memaksa ingin ikut bersama Daddy. dan harusnya aku ingetin Daddy buat pulang bukan malah ikut asik disana, jadi kalo mommy mau hukum Daddy maka mommy juga harus hukum aku" ucap carl, yang membuat Dea terperangah. ia tidak percaya jika Carl begitu memikirkan keadaan Justin.
"Baiklah mommy tidak akan marah lagi, dan tidak akan menghukum Daddy ataupun kamu nak. kalian masuk lah ke kamar dan beristirahat." ucap Dea, membuat Justin dan Carl saling pandang dan adu TOS. hal itu membuat Dea menggeleng tidak percaya.
.
.
.
.
.
.
.
Daddy Justin
Bang Carl
***happy reading 😊🤗
N**: Thor Carl nya buat gue boleh nggak 😁
A: nggak boleh Uun 😂
N: pelit nya author 😪
A: bodomamat 😜
N: serah Lo sama si Mamat dah 😒
A: 😂😂😂*