
Di tempat lain beberapa hari ini Joni selalu emosi apalagi saat mengetahui tentang Dea dan Justin, hatinya panas dan merasa geram.
Joni bertekstur untuk merebut Dea dari Justin, ia akan melakukan apapun untuk bisa mendapatkan Dea.
"Kenapa aku harus selalu berhadapan dengan nya, aku menyukai gadis itu tapi kenapa Justin selalu lebih dulu mendapatkan gadis yang aku inginkan" gumam nya.
Dia bergegas pergi keluar berharap dapat menemukan Dea, selama beberapa hari ini Joni kehilangan jejak Dea karena saat itu Dea pergi ke rumah opa nya.
...
Di gedung yang besar dan menjulang tinggi terdapat seorang pria tampan, dan ia adalah Justin. saat ini Justin sedang menunggu kedatangan Dea karena ia meminta Dea untuk ke kantor nya.
Justin pun menoleh saat tiba-tiba Dea masuk dan langsung duduk di kursi, ia menghela nafasnya saat melihat tingkah Dea yang selalu fokus pada ponselnya. Tanpa mempedulikan kehadiran Justin.
Justin memanggil Dea hingga membuat gadis itu menoleh, dan mengalihkan pandangannya dari ponsel lalu tersenyum tanpa dosa.
Dan itu membuat Justin gemas, apalagi penampilan Dea yang terlihat santai tidak seperti kebanyakan wanita pada umumnya.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Justin.
"Duduk lah" Jawab Dea polos.
"Tidak ada yang mengatakan kamu sedang berguling Dea" Geram Justin.
"Ya kan tadi Abang nanya" Ucap Dea.
"Maksudku apa yang kamu lakukan dengan ponsel mu itu?" Tanya nya.
"Ohhh aku sedang main game Abang" Jawab Dea.
"Letakan ponselmu. atau aku menghapus permainan di ponsel milikmu" ancam Justin, dan sontak membuat Dea meletakan ponsel nya.
"Udah" jawab nya.
"Ada apa denganmu?" Tanya Justin lagi.
"Kenapa? aku tidak apa-apa" Jawab Dea.
"Kenapa kau memakai sweater?" tanya Justin.
"Oh ini? aku lagi males kemana-mana. lagi enak-enak tiduran Abang malah nyuruh aku ke sini" jawab dea.
"Lalu" balas Justin yang merasa kesal.
"Abang tau? aku masuk sini mengenakan upluk sweater ku" ucap Dea. membuat Justin mengerutkan keningnya.
"Kenapa?" tanya nya.
"Agar aku tidak di kenali banyak orang, dan aku bilang saja kalo aku utusan mami alin" Jawab nya tersenyum bahagia.
Justin heran dengan kelakuan Dea, jika wanita lain akan bangga menemuinya namun kenapa gadis ini malah terlihat ingin bersembunyi.
Bahkan Dea hanya mengenakan jeans berwarna hitam, sweater putih lalu dan sepatu. bahkan ia bingung Dea masuk ke kantor nya dengan menutup kepala sudah seperti detektif fikir Justin.
"Abang kenapa minta Dea datang?" tanya Dea.
"Aku hanya ingin kau menemaniku bekerja" jawab Justin, yang mana membuat Dea membuka mulutnya.
"Itu doang?" tanya Dea.
"Hmmmmm" jawab Justin menganggukkan kepalanya.
"Haisshhhh menyebalkan" gerutu Dea.
"Kenapa" tanya Justin.
"Abang mengganggu tidurku dan menyuruh aku untuk segera tiba disini, lalu hanya untuk melihat Abang bekerja?" jawab Dea.
"Ya" ucap Justin.
"Iyalah sultan mah bebas. serah Abang aja dah" ucap Dea kesal.
Dea memilih untuk membaringkan tubuhnya di sofa dan kembali memainkan ponselnya, hingga ada seseorang masuk yang tak lain adalah sekretaris Justin.
tok...tok...tok... dan masuk setelah sang bos menyuruhnya.
"Permisi pak ini ada berkas yang harus anda tanda tangani" ucapnya, lalu menatap Dea dengan sinis.
Mulut Dea komat-kamit mengumpati sekretaris Justin yang sinis kepada nya, hingga akhirnya pergi namun mulutnya belum berhenti komat-kamit.
"Kenapa mulutmu? apa cacingan?" tanya Justin, yang bingung melihat tingkah Dea.
"Mana ada cewek cantik kaya aku cacingan" jawab Dea kesal.
"Lalu ada apa dengan mulut mu?" tanya nya lagi.
"Tidak ada apa-apa" jawab Dea.
Justin pun melanjutkan pekerjaannya, ia merasa aneh dengan tingkah Dea. namun biarlah fikirnya nanti juga sembuh sendiri.
...
Setelah seharian menemani sang raja kini waktunya Dea dan Justin pulang, saat akan keluar ruangan Justin Dea kembali menutup kepala nya dengan upluk.
Dan itu membuat Justin heran mengapa Dea kembali menyamar? padahal ia akan keluar bersama dengan Justin.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Justin.
"Main congklak bang" jawab Dea asal.
"Serius" ucapannya lagi.
"Belum di seriusin Abang kan, orang nikah aja belum gimana mau serius" ucap Dea,asih sibuk merapikan penampilan nya.
"Selesai. ayo bang" tambah nya menarik tangan Justin.
"Kenapa pake upluk lagi?" tanya Justin setelah keluar dari ruangan nya.
"Biar gak ada yang ngenalin ih, tar kalo mereka liat aku gawat" ucap Dea.
"Kenapa?" tanya Justin.
"Aku takut di serang sama fans nya Abang" jawab dea, membuat Justin berdecak.
"Kamu sama haters saya aja berani, masa sama fans saya takut" ucap Justin, membuat Dea mencebikan bibir nya. dan itu membuat para karyawan menatap ke arah mereka.
"Beda lah Abang kalo sama haters nya Abang aku berani, ya emang aku gak peduli toh dia cuma mau jatuhin Abang. lain lagi kalo sama fans kan mereka bisa aja terobsesi buat dapetin Abang, terus ngelakuin segala cara buat menyingkirkan aku" jawab Dea.
"Haih kebanyakan nonton drama kamu" ucap Justin membuat Dea terkekeh.
"Abang" panggil Dea, dan Justin pun menoleh.
"Gak usah di ganteng-gantengin gitu lah muka nya" goda Dea, membuat Justin menatap nya sinis.
"Memang udah ganteng" jawab nya datar.
"Haha iyadeh yang ganteng mah beda" balas Dea.
Dan merekapun terus saja berbincang dan berdebat, hingga tiba di parkiran. Justin meminta Dea untuk satu mobil dengannya namun Dea menolak karena ia membawa mobil, hingga akhirnya Justin menyuruh orang untuk membawa mobil milik Dea dan Dea pun mengalah.
Apalah dayaku jika yang mulia sudah mengambil keputusan, aku hanya bisa mengikuti nya saja. begitulah fikir dea, hingga akhirnya merekapun melanjutkan perjalanan dengan perdebatan kecil.
.
.
.
.
.
.
***Jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: up lagi akunya gengs😂
N: yang banyak😂
A: vote nya juga harus banyak kalo begitu🤣
N: siap dah haha😁
A: yang ikhlas ya biar berkah😁
N: iya Thor iya😁*