Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 236


Hari ini Mae belum di perbolehkan untuk pulang karena permintaan konyol Julian, akhirnya meitha lah yang menjadi korban untuk menemani Mae.


Karena Dea tidak di perbolehkan oleh Justin, Begitupun Sisil karena dirumah ada Dena jadi khawatir akan mencari sang bunda.


Mendengar kabar Mae yang masuk rumah sakit, mami alin buru-buru untuk menjenguk Mae.


"Assalamualaikum" ucap mami alin.


"Walaikumsalam" jawab Mae dan Mei bersamaan.


"Mae kamu kenapa sayang? kenapa sampe kaya gini. haduhh mami hampir jantungan denger kamu masuk rumah sakit" heboh mami alin yang membuat Mei tersenyum, ternyata Dea beruntung memiliki mertua seperti mami alin.


"Mae nggak apa-apa mi, tanya aja Mei" jawab Mae.


"Mei yaampun sayang makasih udah jaga Mae ya nak" ucap mami alin.


"Haha mami apaansi kaya ke siapa aja" balas Mei.


"Ya kan mami gak enak, takutnya kamu lagi sibuk terus malah nunggu Mae disini" ujar mami alin.


"Mei nggak apa-apa kok mi" balas Mei tersenyum.


"Mami kesini sama siapa?" tanya Mae.


"Mami kesini sama Julian, tapi kemana anak itu" jawab mami alin celingukan.


"Mungkin diluar mi" balas Mei.


"Ya mungkin, tadinya mami mau ajak Dea tapi kasian ah kemarin dia udah kesini. jadi biarin Dea istirahat aja dirumah" jelas mami alin.


"Iya mi nggak apa-apa, lagian Mae juga udah sembuh cuma Julian nya aja yang lebay nyuru Mae disini dulu" ujar Mae.


Tidak lama kemudian Julian masuk dan itu membuat tiga wanita tersebut menoleh, tanpa mengucap salam julian duduk di sofa.


"Assalamualaikum ya calon kubur" cetus mami alin.


"Eh, walaikumsalam senior kubur" balas Julian.


"Sue kamu Jul, salam dulu apa baru duduk" ucap sang mami.


"Kan udah di wakili sama mami" balas Julian.


"Gak bisa gitu dong, kamu kan masuk nya gak bareng sama mami" ujarnya.


"Ya terus harus gimana mami ku sayang?" tanya Julian.


"Ya ulang lah, buruan" jawab mami alin. tanpa menunggu lama Julian mengikuti keinginan mami nya.


"Assalamualaikum" ucapnya dengan lantang.


"Walaikumsalam" jawab ketiganya kompak.


"Nah gitu dong, kan ganteng jadinya Mae makin suka nanti" goda mami alin.


"Asiiiiikkkk hajatan mi" ucap Mei.


"Pesta Mei kalo Julian bisa nikahin Mae, kita pesta setengah jam" canda mami alin, membuat Julian membelalak.


"Ngapain setengah jam doang? itu tamu mau pada salaman expres?" tanya Julian.


"Oh Julian mau nya lama mi, jangan setengah jam" goda Mei.


"Cieeee cuit cuiwww njull gaya ahh, kerja dulu njul baru bikin pesta tujuh hari tujuh malam" ucap mami alin.


"Mami lama amat itu tujuh hari tujuh malam" ucap Mei.


"Abis setengah jam Julian nya gak mau Mei" ujar mami alin.


"Gak seminggu juga lah mi" protes Julian.


"Eh emang Mae nya mau sama kamu Jul, percaya diri banget kamu" goda mami alin.


"Nggak lah, orang dia udah di jodohin" ucap Julian bangga.


"Yaahh, usaha dong Jul sebelum janur kuning melengkung Mae bukan punya siapa-siapa" ucap mami alin santai.


"Dih ogah, mami aja sana yang usaha. kan mami yang mau dia jadi mantu mami" ucap Julian.


"Ah kalo mami yang usaha mah gampang, tinggal kedip juga Mae bisa nikah sama kamu. tapi kan dimana-mana lelaki yang berjuang Jul bukan emak-emak" ucap mami alin lagi.


"Nggak, aku gak mau mi elah maksa banget sii" kesal Julian.


"Awas kamu Jul, liatin aja nanti" ancam mami alin.


"Jangan suka ngadu Abang mi, gak kasian sama aku apa" kesal Julian.


Sementara Mei dan Mae hanya menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah ibu dan anak itu, namun Mei dan Mae merasa salut kepada mami alin yang sangat lembut seperti Sisil.


...


Di negara lain seorang lelaki sedang galau, padahal sahabatnya itu terus saja mengoceh namun sama sekali tidak di respon.


"Dio yaampun ngapa Lo? cac*ngan diem Mulu" tanya Juna yang sudah mulai kesal.


"Bingung gue" jawab Dio.


"Ngapa? cerita sama babang cerita" ucap Juna membuat Dio mengernyitkan dahi.


"So banget Lo, jomblo juga mana ngerti" cetus Dio.


"Heh kuny*k Lo jangan neyepelein gue yang jomblo, karena kenyataannya yang jomblo lebih bahagia. buktinya gue bahagia kan gak galau kaya Lo" ucap Juna.


"Gue lagi kefikiran Mei sama Mae" ucap Dio.


"Sejak kapan Lo jadi begini si Dio? dulu Lo yakin banget sama Mei" ucap Juna.


"Gue hutang nyawa sama Mae Jun" ucap Dio.


"Apa yang Mae lakuin sampe Lo ngerasa hutang nyawa?" tanya Juna.


"waktu Dea di culik, Mae korbanin dirinya buat selametin Dea Jun sampe dia ketembak" ucap Dio membuat Juna membelalak.


"Yang bener Lo? Mae ketembak?" tanya Juna panik.


"Ya, dan Lo tahu ini semua gara-gara si Nina" jawab Dio.


"Dio gue ngerti perasaan Lo, tapi saran gue Lo jangan gegabah. Lo itu gak suka sama Mae Lo cuma ngerasa bersalah sama dia." ucap Juna.


"Mae udah banyak berkorban buat Lo, dan dia udah rela Lo Sama Mei kan. jadi lebih baik Lo bahagiain Mei, jangan bikin usaha dan pengorbanan Mae sia-sia. karena itu bakal bikin dia sakit buat kesekian kalinya" jelas Juna.


"Ya Lo bener, gue bakal berjuang buat bahagiain Mei" ucap Dio.


"Iya saking semangatnya Lo tega ninggalin gue, gila gak sii Dio Lo jahat" ucap Juna.


"Lebay Lo ah" balas Dio.


Ya Dio memang mempercepat masa kuliah nya, sama seperti Dea yang mempercepat masa kuliah nya agar cepat mengambil S2.


Kakak beradik itu benar-benar kompak, bahkan selama Dio di luar negeri Dea yang turun tangan memegang perusahaan tuan gerry yaitu papa dari Sisil.


Karena sang opa sudah tidak mungkin untuk terus bekerja, mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi.


Bahkan tuan Gerry sudah menetap di negara B untuk menghabiskan masa tuanya, dan perusahaan di tanah air ia serahkan kepada Rio yang sekarang berada di bawah kendali Dea.


Tadinya Dea menolak karena ia ingin bekerja di kantor ayah nya, namun karena permohonan dari tuan Gerry dan Rio akhirnya Dea menyetujui. dengan ijin dari Justin tentunya.


Dea akan tetap kuliah dan setelah selesai ia akan pergi ke kantor, Dea sering kali menyumpah serapahi adiknya yang lama sekali lulus kuliah.


Dea merasa tidak pantas untuk menjadi pimpinan, namun semenjak perusahaan itu di bawah Kendali Dea manjedi semakin maju dengan pesat.


Hingga membuat Rio, Sisil, tuan Gerry juga Justin bangga kepada Dea. meskipun ia harus membagi waktu dengan kuliah namun Dea berhasil meningkatkan perusahaan sang opa.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading ๐Ÿ˜Š๐Ÿค—


A**: ini part mami alin sama Julian oiya calon mantu dalam mimpi eaaak๐Ÿ˜‚


N: Mae sama Julian ya Thor๐Ÿ˜


A: gatau tunggu dulu aja ๐Ÿคฃ


N: hilihhh๐Ÿ˜’


A: liat nanti lah Uun sabar ๐Ÿ˜‚


N: okelah ๐Ÿ˜*