Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 132


waktu begitu cepat berlalu kini tiba saatnya pernikahan Sabil dan Zian yang di tunggu-tunggu, hari istimewa yang selalu di nantikan oleh keluarga nya...


Sabil terlihat cantik dengan gaun pengantin nya begitupun dengan Zian yang terlihat tampan seperti sang pangeran.




seperti inilah pesta pernikahan Sabil, Zian yang sudah berjabat tangan dengan Penghulu dan segera mengucapkan ijab Kabul membuat Sabil dan para tamu terharu. dan saat para saksi mengucapkan kata SAH. Sabil meneteskan air matanya berasa mimpi bagi Sabil ia saat ini sudah menyandang status sebagai seorang istri.


Sabil dan Zian menyambut para tamu dan kali ini Rey di kutub Utara menggandeng Mella dan itu membuat semua orang menatap nya. Mela yang cantik dan anggun yang berjalan menuju Sabil bersama Rey.


"selamat bibil, cepet kasi aku ponakan ya" ucap Mella membuat Sabil tersenyum malu


"selamat juga tuan Zian" tambah nya


"makasih kak Mel cepat nyusul ya, jangan kelamaan pacaran lah yang kredit rumah aja kalah nanti" balas Sabil


"tenang bila nunggu ponakan dari kamu dulu baru kita nyusul" ucap Rey


"ditunggu bos" balas Zian membuat semuanya tertawa


"kakak selamat semoga aku cepat dapat ponakan yang cakep-cakep" ucap kanita dan Eza "selamat bil"


"kenapa gak kalian dulu yang kasi aku ponakan marpuah" jawab Sabil


"nggak boleh langkahin aku udah langkahin nikah, jadi aku ngalah dan ngasi kesempatan buat kakak duluan deh" ucar kanita membuat semuanya tertawa termasuk Eza dia merasa gemas dengan istrinya itu.


"masa gitu" jawab Sabi


"iya jadi kakak jangan lama-lama punya anak nya kasian aku ya hehe" ucapa kanita


"secepatnya kan langsung aja" balas Zian kembali meramaikan acara.


"sikat terus jangan kasi kendor" ucap Rio kembali membuat semuanya tertawa


"Lo dulu kaga ngasi kendor ya Yo mangkanya anak Lo langsung dua" balas gio


"lah elah jomblo mah mana paham" ucap zian


"si kambing lo ya bawa-bawa partai gue sate tau rasa Lo" balas gio tertawa


"Lo za gimana di kasi kendor gak" tanya Zian membuat kanita malu


"kendor Mulu guemah bini gue K.O duluan Mulu" jawab Eza kembali membuat tertawa orang yang mendengar nya.


"minum obat pusing kan biar kuat" ucap gio


"kaga sekalian aja batuk pilek nya" jawab kanita


"tambah diare aja biar lengkap" tambah Sisil


"Lo pada mau buka apotek riweh ngomongin obat" kali ini Nita bersuara dan itu membuat semua orang memandang ke arah nya.


"wehhhh gio jomblo molek Lo noh" ucap Rio


"yaampun bidadari surga gue broh" jawab gio membuat semuanya terkekeh


"gandeng lah om gio" ucap Sisil


"sudah neng penuh perjuangan gue kalo mau gandeng dia, tapi gue maunya langsung gandeng ke pelaminan boleh gak" balas gio


"eaaaaaaak sikat om" jawab semuanya serentak. Nita yang terus-menerus di goda merasa wajah nya panas dan pipinya merona.


acara yang meriah berjalan dengan baik waktu demi waktu, kali ini saat nya Nita dan gio duet...


****Tak mengerti


Apa yang telah terjadi


Kau tak lagi sama


Engkau bukan engkau


Yang selalu


Mencari dan meneleponku


Dering darimu


Tak ada lagi


Walau kau menghapus


Menghempas diriku


Mengganti cintaku


Semua tak mampu


Hilangkan cinta


Yang telah kau beri


Walau kau berubah


Aku 'kan bertahan


Di sepanjang waktuku


Biarkan aku mencintaimu


Dengan caraku


Tak mengerti


Mengapa engkau membisu


Kau tak lagi sama


Engkau bukan engkau


Sampai aku


Ragu untuk meneleponmu


Mengertikah kamu


Aku rindu kamu


Walau kau menghapus


Menghempas diriku


Mengganti cintaku


Semua tak mampu


Hilangkan cinta


Yang telah kau beri


Walau kau berubah


Aku 'kan bertahan


Di sepanjang waktuku


Biarkan aku mencintaimu


Dengan caraku****


melihat keduanya bernyanyi semua orang merasa kagum begitupun dengan Sisil dan Rio.


"oh tuhan cocoknya" ucap kanita


"iya benar mereka cocok banget" tambah Mela


"tapi lagunya kaya suatu pengungkapan" ucap Sisil membuat semuanya menoleh


"atau jangan-jangan" balas Mela


"butuh penjelasan ini butuh penjelasan" ucap Sisil yang di angguki oleh semuanya


"kan nanyi dong" ucap Mela


"nyanyi apa?" tanya kanita


"apa aja duet sana sama om Eza" ucap Mela lagi.


"iya kan jangan mau kalah dong Gimana seh" ucap Sabil


"oke baiklah tunggu ya fans tunggu" balas kanita.


setelah gio dan Nita selesai bernyanyi kanita menarik Eza untuk naik ke panggung, saat kanita berjalan menuju panggung semua orang bersorak bahagia dengan pasangan ini.


kanita berdiri di samping Eza dan menikmati musik sampai akhirnya mereka mulai bernyanyi.


****Hanya kamu di hatiku, yang mampu mengertiku


Menjadikan diriku yang lebih baik


Aku menyayangi kamu


Kamu selalu setia menemani diriku


Cinta kita memang tidak semudah yang dibayangkan


Dulu kita saling menyakiti dan hampir menyerah


Tapi kini kita ada 'tuk saling menyempurnakan


'Ku berdoa untuk bisa hidup dan menua bersamamu


Cinta kita memang tidak semudah yang dibayangkan


Dulu kita saling menyakiti dan hampir menyerah


Tapi kini kita ada 'tuk saling menyempurnakan


'Ku berdoa untuk bisa hidup dan menua bersamamu


Cinta kita memang tidak semudah yang dibayangkan


Dulu kita saling menyakiti dan hampir menyerah


Tapi kini kita ada 'tuk saling menyempurnakan


'Ku berdoa untuk bisa hidup dan menua bersamamu


Hidup dan menua bersamamu


Menua bersamamu, semoga saja****


"yaampun cocok banget" ucap Nita


"romantis om Eza" Tambah Sabil


"masih kalah romantis sama gue sama bini gue woy" cetuk Rio membuat semua memandang ke arah nya dan Sisil


"iya tau Lo mah udah udah ada buktinya dua lagi" ucap gio


"sabar bang gio nanti kamu nyusul" ucap Sabil.


"amin Bu manten" jawab gio


waktu terus berlalu dan para tamu mulai pulang ke kediaman nya masing-masing, begitupun dengan keluarga juga sahabat. Sabil dan Zian menuju kamar hotel nya untuk membersihkan diri dan beristirahat.


(part Sabil gak aku jelasin soal nganu nya yak😊 soalnya gak boleh banyak-banyak pamali cukup kanita aja yang aku kasi ulasan nganu nya jadi Mon dimaklum para readers 🙏😊)


...


hari berganti hari bulan berganti bulan semua sahabat Rio dan Sisil sudah pada menikah, dan kini tiba anak Sisil dan Rio sudah duduk di bangku SMP Dea dan Dio begitu giat sekolah, Dea yang tumbuh jadi anak ceria bawel dan centil membuat Sisil dan rio selalu menggelengkan kepalanya karena tingkah Dea berada dengan Dio yang cuek dan dingin.


"Dea cepet nak nanti kamu telat ke sekolah nya" teriak sisil


"iya bunda sabar" jawab Dea


saat melihat Dio turun akan ke ruang makan Sisil mencegat nya dan membuat Dio bingung"


"ada apa bunda?" tanya Dio


"panggilin kakak kamu dari tadi gak turun-turun" ucap Sisil


"kak Dea turun gak Lo kalo gak turun-turun gue doser tangga nya biar Lo gak bisa turun sekalian" teriak Dio membuat Sisil dan Rio saling pandang


"anak kamu noh mas yang satu centil nya kebangetan yang satu datar banget gak ada belok-belok nya" ucap Sisil membuat Rio terkekeh


"kalo Dea centil ya berarti kaya bunda nya lah" jawab Rio


"kok aku kan aku gak centil" gerutu Sisil


"ya kalo kaya aku malah lebih aneh mana ada cowok centil" ucap Rio


"oiya aku lupa hehe" jawab Sisil


tidak lama kemudian Dea turun ke ruang makan, Dea terlihat sangat cantik dan mempesona dengan body nya yang agak berisi. pertumbuhan Dea seperti Oma nya mama Rio memiliki tubuh seperti Gitar Spanyol.


"abis ngapain aja kak ko lama" tanya Rio, belum sempat Dea menjawab Sisil sudah memotong nya.


"jangan make-up make-up kak kamu baru SMP" ucap Sisil


"ihhh apa sii bunda nggak, akutu tadi sakit perut mangkanya lama" jawab Dea


"ayah Tante Sabil udah lahiran belum?" tanya Dea


"belum lah kak Masi lama kenapa emang" jawab Rio


"aku berdoa anak Tante Sabil itu cewek dan aku berdoa nanti anak Tante kankan juga cewek" ucap Dea


"gak bisa, anak Tante Sabil harus cowok kalo anak Tante kankan boleh cewek" ujar Dio


"apasi kamu ikut-ikutan aja" dengus Dea


selesai sarapan Rio mengantarkan kedua anak nya ke sekolah, dan saat tiba di sekolah seperti biasa Dea dan Dio menjadi pusat perhatian Dea yang cantik meskipun Masi SMP dan Dio yang tampan juga cool seperti ayah nya hal itu membuat semua orang terkagum-kagum kepada keduanya....


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen dan vote nya 🙏 😉


N**: Thor Dea udah gede Thor🙄


A: iya udah gadis dia cantik bukan kaya gue🤣


N: lagian yang bilang cantek kaya Lo sapa dah😒


A: nggak ada 🤣


N: Sian bener author gue😂


A: gak usah ledek Mun gak apa-apa jelek asal gak burik🤣


N: bukan gak apa-apa burik asal glowing 😂


A: gue nggak glowing Mumun😒


N: lah Sian 🤣 gampang Thor kalo mau glowing Lo pake minyak bekas ikan asin aja kan mengkilat tuh🤣🤣🤣


A: jahad bener si Mumun 😔 glowing kagak di semutin iya gue 😒


N: yang penting mengkilat 🤣🤣


A: serah Lo Bambang😏


N: 🤣🤣🤣🤣🤣*