Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 21


pagi hari pun tiba, setelah ketiga sahabat itu bercerita banyak kini saat nya mereka kembali beraktivitas seperti biasanya...


Sisil, Mella dan Nita pun tiba di kantor melihat keadaan kantor yang masih sepi belum banyak karyawan yang datang mereka memutuskan untuk ke ruang kerjanya masing-masing termasuk juga Sisil...


karna tidak masuk kerja selama beberapa hari Sisil bergegas menuju ruang kerjanya, karna ia berfikir pasti banyak sekali pekerjaan yang harus ia selesaikan....


setibanya di ruang kerja Sisil memikirkan apa yang ia bicarakan semalam dengan Mela dan Nita...


"yaampun sill bodoh banget sii! gimana kalau pa Presdir curiga dan bertanya macam-macam" gumam Sisil dengan ekspresi bingung


tidak lama kemudian Rio dan Rey pun datang Sisil terkejut ia menundukkan kepala nya isyarat memberi hormat...


Rio yang melihat Sisil ia teringat dengan tugas yang ia berikan pada Rey, merekapun masuk kedalam ruang Presdir lebih tepatnya ruang kerja Rio


"Rey bagaimana tugas yang aku berikan? apa sudah kamu selesai kan?" tanya Rio uang menatap rey


"iya tuan sudah" balas Rey sambil meletakkan map coklat di hadapan Rio


Rio pun membuka map itu dengan penuh penasaran, setelah ia melihat beberapa foto Rio begitu terkejut...


"apa ini foto Sisil" tanya Rio tanpa mengalihkan pandangan nya


"iya tuan itu foto nona Sisil dulu saat mendiang ibunya Masi ada dan foto nona Sisil sekarang" ucap Rey dengan jelas


"Prisylla Anindya Pratama, nama yang sangat tidak asing untukku" gumam Rio yang masih bisa terdengar oleh Rey


"jelaskan rey" tambah Rio


"nona prisylla ini putri tunggal dari tuan Gerry Pratama pemilik perusahaan Pratama Star tuan, ia pun tinggal hanya berdua dengan papah nya yaitu tuan Gerry setelah kepergian ibunya, bahkan ia sangat disayangi oleh tuan Gerry" penjelasan Rey


"baiklah Rey kau benar-benar bisa di andalkan aku puas dengan cara kerja mu" ucap Rio dengan bangga


"terimakasih tuan" balas Rey menunduk


Rio pun terus menatap berkas-berkas mengenai Sisil yang sebenarnya, ia menyuruh Rey untuk memanggil Sisil kedalam ruang kerjanya...


💞 💞 💞


"baik tuan" jawab Rey patuh


diruang kerjanya Sisil sedang mengecek beberapa berkas yang akan ia serahkan kepada Rio, tak lama kemudian Rey datang menghampiri Sisil....


"permisi nona" ucap Rey sambil menatap Sisil


"ya ada apa sekretaris Rey? balas Sisil tanpa melirik Rey


"anda di minta untuk segera ke ruangan tuan muda" imbuh Rey


deg...... Sisil langsung mendongakkan kepalanya menatap rey dengan wajah pucat nya, ternyata apa yang ia takutkan benar juga....


"ada apa? kenapa memanggil ku?" tanya Sisil sambil menyembunyikan ketakutan nya


Rey yang melihat ekspresi wajah sisil pun heran....


(kenapa kau seperti ketakutan begitu nona? seperti kau akan dimakan saja oleh tuan muda, kau tidak usah takut tuan tidak akan berani menyakitimu) batin Rey


"sebaiknya nona segera ke ruangan tuan muda" balas Rey singkat lalu pergi


Sisil yang masih mematung di tempat duduk nya sibuk dengan fikiran harus memberi alasan apa....


"ahhh sudah lah lebih baik aku keruangan nya dulu, soal alasan itu nanti urusannya" Sisil pun bergegas menuju ruang kerja Rio


tok tok tok..... "permisi tuan anda memanggil saya" ucap Sisil dengan penuh hati-hati....


.


.


.


jangan lupa like dan vote nya 🙏😊