Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 349


Setelah di tunggu-tunggu akhirnya dokter tiba juga, Mae langsung mengajak dokter itu menuju kamar Dea dan Justin. hal itu membuat Julian yang baru saja keluar kamar menjadi penasaran.


Julian berjalan cepat karena ia melihat Mae yang berjalan buru-buru ke kamar kakak nya itu, tanpa menunggu lama Julian pun melihat pemandangan yang ada di hadapannya.


"Dea kenapa mom" tanya Julian kepada Mae.


"Nggak tau, tadi pas aku mau ke kemar El, gak sengaja liat Dea nangis-nangis" jawab Mae.


Dokter keluarga Abrisham pun segera memeriksa Dea karena sudah mendapat tatapan tajam dari tuan muda nya, dokter itu memeriksa dengan teliti karena tidak ingin ada kesalahan.


Setelah memeriksa keadaan Dea dokter itu memasang jarum infus di tangan Dea, karena keadaan Dea yang begitu lemah.


"Bagaimana keadaan nya" tanya Justin, ia begitu khawatir dengan keadaan Dea.


"Tuan nona mengalami hyperemesis gravidarum, Wanita hamil dengan hyperemesis gravidarum muntah begitu sering sehingga mereka tidak bisa menjaga cukup makanan dan cairan. Kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi, penurunan berat badan, dan kemungkinan komplikasi lainnya. Secara singkat, ini adalah bentuk ekstrem dari morning sickness. maka dari itu nona harus menjaga kesehatan dan pola makan nya, di usahakan meskipun sedikit tapi nona memiliki asupan makanan." ujar nya membuat Justin tercengang, apa katanya hamil Dea hamil? iyakah. begitulah pemikiran Justin.


"Hamil" tanya Justin dan Julian, kedua adik kakak itu begitu penasaran.


"Benar tuan usia kandungan nona baru menginjak Minggu ke empat, lebih jelas nya tuan bisa memanggil dokter kandungan" ujar nya, membuat Justin beralih menatap Dea.


Karena Julian dan Justin merasa terkejut akhirnya Mae pun mengucapkan terimakasih, dan mengantarkan dokter itu keluar.


Saat tiba di ambang pintu rumah nya mae melihat mami alin pulang, Mae tersenyum kepada ibu mertua nya itu.


"Dokter? siapa yang sakit" tanya mami alin.


"Dea mi, Dea sakit" jawab Mae membuat mami alin mengangguk.


"Apa? Dea sakit kenapa sakit apa dia" pekik nya setelah menyadari ucapan Mae.


"Mami liat aja ke kamar nya yu" ucap Mae, ia tidak ingin berdebat dengan mertua nya yang gaul ini.


Mami alin pun menurut ia berjalan cepat menuju kamar Dea, di lihatnya sang menantu terbaring lemah dengan selang infus di tangan nya.


"Dea kamu kenapa mami sampe kaget denger kamu sakit" cerocos nya, ia memegang tangan dan wajah Dea.


"Dea nggak apa-apa mi" jawab nya lemah.


"Nggak apa-apa gimana, ini kamu sampai di infus begini" ujar mami alin, Justin yang melihat kekhawatiran mami nya itu terdiam begitupun Julian dan Mae.


Mam*us lah kau bang jika mami tahu Dea Midun sampe sakit begini, rasakan tongkat sakti mu itu akan menjadi ocehan mami. begitulah pemikiran Julian.


"Justin bisa jelasin sama mami" ucap mami alin, membuat Julian menelan Saliva nya kasar. mami nya yang biasa memanggi Justin dengan sebutan Abang itu kali inu memanggil nama nya.


"Anu mi Dea kecapean aja" ucap Justin, membuat Julian membuka mulutnya.


"Boong mi Dea Midun mi, parah Lo bang anak sendiri itu bang" ujar Julian membuat mami alin melotot, begitupun dengan Justin.


"Yaampun pusing ni pala mami pusing, kalian itu kenapa nyemburin lahar panas barengan gitu heran mami" pekik mami alin.


"Mi maaf mi Dea kelupaan" ucap Dea, ya karena biasanya ia meminum pil kontrasepsi. namun beberapa kali ini ia melupakan itu.


"Dikira peralon pake di lakban" dengus Justin.


"Anak Julian aja belum berojol kamu udah bikin penerus nya bang" ujar mami alin.


"Anugrah mi jangan lupa" ucap Justin, kali ini ia mampu membungkam mami nya itu.


"Iya mami tau bang, tapi nyadar diri lah anak kamu itu nanti nya bibit unggul semua Abang. Maruk bener dah" cebik mami alin.


"Beruntung gak tuh mi punya cucu cakep-cakep" ujar Julian.


"Bersyukur lah mami rezeki yang selalu indah" ujar nya, mami alin mengelus kepala Dea dan mencium kening menantu nya itu.


"Tapi de tadinya kan Lo gak mual" ujar Mae.


"Iya kemarin itu liat Mei muntah-muntah Mai jadi nular kan" lirih nya, membuat mami alin menepuk dahinya sendiri.


oke baiklah kali ini anak-anak Dea, Mae dan Mei akan seumuran Hany beda bulan saja.


usia kandungan Mei 3 bulan, kandungan Mae 5 bulan dan kandungan Dea satu bulan bisa di bayangkan sendiri oke. yang jelas mereka gak akan barengan kaya Dea sama Mae dulu.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗


A**: disini ngapa anak Dea jadi bontot Mulu yak 😂


N: telat mendarat kaya nya 😂


A: mendarat dikira apaan Uun 😪


N: apaan ya males mikir deh 😂


A: sue Lo 😒


N: 😂😂😂*