
sadar akan kedatangan Rio kanita pun mengalihkan pandangannya...
"sudah pulang kak" tanya kanita
"hmmmmm, apa kau belum ingin pulang" jawab Rio
"nanti saja" jelas kanita
drrrrtttt...drrrrtttt... bunyi Ponsel Rio menandakan panggilan masuk, setelah melihat nama si pemanggil yang bertuliskan Gio Rio pun mengangkat nya...
"ya ada apa" ucap Rio
"Lo dimana Yo Masi dirumah sakit gak?" tanya Gio dari sebrang telpon
"iya gue Masi dirumah sakit kenapa" jawab Rio
"gue sama Eza mau kesana sekalian jengukin Sisil" jelas Gio
"yaudah kesini aja tar gue kirim alamat nya" jawab Rio mematikan teleponnya...
mendengar suara sang suami Sisil pun terbangun dan membuka matanya...
"udah pulang mas" tanya sisil dengan suara pelan
"iya bagaimana keadaanmu" tanya Rio menghampiri sisil
"jauh lebih baik" Jawab Sisil sambil tersenyum
"cepat sembuh ya aku merindukan mu" ucapnya sambil mencium kening Sisil
kanita yang melihat drama kakak dan kakak ipar nya itu merasa sebal karena mereka bermesraan tanpa berfikir ada jomblo di dalam ruangan itu...
"khemmm....khemmm" dehem kanita membuat Sisil dan Rio menoleh
"ada apa dengan mu girls" tanya Rio
"bisa tidak kalian bermesraan nya nanti saja kalo aku sudah pulang" pintanya dengan wajah memelas
"kenapa" tanya Rio pura-pura tidak tahu
"kalian membuat jiwa jomblo ku meronta-ronta rasanya aku ingin berdemo saja" ucap kanita sambil memajukan bibir nya
💞 💞 💞
Sisil dan Rio yang mendengar jawaban kanita pun tertawa karna ekspresi kanita yang seperti anak kecil sedang minta di belikan permen...
"tenanglah nanti Rey akan kesini" goda Rio dan Sisil
"berhenti menyebutkan namanya kak, kau tau ucapan mu bisa membuat ku baper" ucap nya
"kenapa bagus dong jadi kamu gak jomblo lagi" jelas Sisil
ya memang kanita merasa kagum terhadap Rey ia suka namun kanita lebih berfikir positif, suka bukan berarti harus terobsesi harus memiliki nya ia bisa membiarkan Rey bahagia dengan pilihannya sendiri, lagian untuk saat ini ia ingin fokus kepada sekolah nya...
"apa maksudmu milik orang lain" tanya Rio penasaran
"huh bahkan kau saja yang selalu bersama nya seperti amplop dan prangko tidak mengetahui nya" jelas kanita yang membuat Sisil dan Rio semakin penasaran
"apa kau melihat Rey bersama wanita" tanya Sisil pelan
"hmmmmm" jawab kanita
"apa kau cemburu" tanya Rio menyelidik
"tidak untuk apa aku cemburu" jawab kanita
"lalu" tanya Sisil
sepasang suami istri itu dengan kompak menanyai kanita dan menunggu jawaban yang akan keluar dari kanita yang di anggap adik kecil nya itu...
"kakak kalaupun aku menyukainya aku tidak ingin terobsesi untuk memiliki nya karna itu akan membuat ku terlihat bodoh, biarkan saja dia bahagia dengan pilihannya sendiri karna itu sudah cukup membuat ku bahagia" jelas kanita
jawaban itu membuat Rio dan Sisil terkejut dan membuka mulutnya sambil menatap kanita, sementara kanita melihat kedua ekspresi kakaknya itu hanya menutup mulut menahan tawa...
"heyy apa kalian ingin membuat pulau bersama dengan air liur kalian itu hahaha" ucap kanita usil
sontak saja Rio dan Sisil mengelus bibirnya karna keusilan kanita namun gadis itu hanya tertawa saja...
"heyy gadis kecil berani sekali kau mengerjai Kaka mu" ucap Sisil
"sudah lah berhenti membahas itu tidak penting" jelas kanita
ya Rio memang orang yang tegas dan di takuti di luar rumah namun jika sedang berada dirumah ia bisa menunjukkan sikap humoris nya seperti saat bersama Sisil juga kanita, Rio senang menggoda kanita karna ya ia memang ingin memiliki adik perempuan namun kenyataan berkata lain Rio di takdir tidak memiliki adik sama seperti prisylla...
.
.
.
.
.
.
***Bersambung...
jangan lupa like dan vote nya 🙏😉***