
siang hari di kantor Eza sedang duduk di sofa ruang kerja Rio setelah kejadian kemarin Rio meminta Eza untuk menemui nya...
"Lo gak bisa terus kaya gini za" ucap Rio memulai percakapan
"iya gue tau Yo tapi gue masih bingung" jawab nya
"bingung apa? soal perasaan Lo sama Sabil yang dulu pernah ketunda" tanya Rio
"iya gue bingung di sisi lain gue nyaman kalo Deket kanita dan gue juga gabisa lihat dia kaya kemarin yang menghindar dari Sabil" jawab nya tak lama gio yang selalu membuntuti kedua sahabatnya itu yang sedari tadi hanya setia menjadi pendengar yang baik pun angkat suara...
"terus gimana perasaan Lo sama Sabil za" tanya Gio polos yang mendapat tatapan dari Rio
"entahlah gue bingung" jawab Eza
"Lo harus bisa pilih salah satu dari mereka za Li gak bisa buat milikinya atau mainin kedua nya" ucap Rio dengan tegas
"iya gue tau Yo tapi" ucapan Eza terpotong oleh Rio
"dua-duanya itu adik gue za yang harus gue jaga kalo Lo gak bisa tegas dan gak bisa mantepin hati Lo buat salah satu dari mereka oke gak masalah" ucap Rio yang mendapat tatapan dari kedua sahabat nya yang tak lain adalah Eza dan gio
"maksud Lo apa Yo" tanya Eza Bingung
"gue bakal kirim kanita keluar negeri buat lanjutin studi di sana, gue gak mau cita-cita berantakan cuma karena hati nya yang terus rapuh karena terus mengalah" ucap Rio menjelaskan
"mengalah maksud Lo apa" kali ini gio yang bertanya
"kanita pernah relain seseorang buat orang lain bahagia dan dia gak punya dendam sama sekali bahkan dia sangat akrab dengan kekasih cowok itu, dan gue gak mau itu ke ulang lagi meskipun dia bisa tertawa riang gue tau hati nya gak se bahagia itu" jawab Rio dengan kata-kata sok peka
"siapa yang dia suka" tanya Gio Rio menghela nafas nya untuk melanjutkan jawaban dari pertanyaan gio
"Rey dia suka sama Rey sampai pada akhirnya dia memergoki Rey bersama Mella kekasih nya yang tak lain adalah sahabat dari prisylla kakak nya, apa dia dendam atau berusaha merebut Rey? enggak tuh tapi untuk kali ini gue gak bakal biarin dia ngalamin kaya gitu lagi apalagi ini berselisih dengan adik gue sendiri dua-duanya adik gue gadis kecil gue" jelas Rio tanpa ia sadari ada seseorang yang mematung dekat pintu saat mendengar perkataan dari Rio orang itu adalah Rey ia terkejut mendengar pernyataan Rio
"tuan" panggil Rey suara Rey membuat ketiga peria di dalam ruangan itu menoleh
"apa yang kau lakukan disitu" tanya Rio heran melihat asisten nya berdiri dekat pintu
"sudah lah tidak usah di bahas lagi, buat Lo ya za jangan pernah Lo mainin adik-adik gue kalau Lo gak bisa sama mereka gak usah nunjukin sikap Lo yang bikin cewe baper" jelas Rio menatap Eza sinis
"sorry yo gu...gue sebenarnya" ucap Eza gugup
"apa" jawab Rio
"gue gak bisa sama Sabil Yo perasaan gue buat Sabil perlahan memudar" tambah Eza
"za gue gak pernah minta Lo buat pacaran sama Sabil itu Lo yang deketin Sabil kan dulu" balas Rio
"ya gue tau gue salah, tapi Yo kalo kanita gue beneran deh gue tertarik sama dia gue suka sama dia" ucapan Eza yang membuat Rey Gio dan Rio menatap nya tajam
"Lo jangan main-main za kanita masih kecil" ucap gio menyadarkan sahabat nya
"gue gak main-main gue serius nanti gue bakal jelasin pelan-pelan ke Sabil biar dia ngerti" jawab Eza yang mendapat anggukan dari Rio
"terserah intinya kalau Lo berani nyakitin adik-adik gue Was aja" ancam Rio
ya Rio memang tidak pernah terlalu memaksa dan melarang tapi bukan berarti dia tidak peduli Rio orang yang sangat pedulian kok hanya saja ia menjaga adik nya dengan caranya sendiri agar yang di jaga tetap merasa nyaman tanpa merasa seperti sultan yang harus di kawal oleh bodyguard...
.
.
.
.
.
selamat membaca maaf kalau telat up nya 🙏😉