Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 304


Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba, hari dimana Mei dan Dio akan melepaskan masa lajang nya. dan hari dimana keduanya akan merubah status nya menjadi sepasang suami istri.


Pernikahan keduanya tidak di publikasikan karena Dio ingin pernikahan nya sama seperti Dea dan Mae, demi keamanan Mei maka Dio akan menutup identitas Mei yang awal nya di publikasikan sebagai pewaris utama dari seorang Gio Pradanta.


Mei terlihat cantik di hari spesial nya begitupun dengan Dio yang terlihat sangat tampan, keduanya benar-benar serasi menjadi sepasang suami istri.


Dio menjabat tangan ayah nya untuk mengucapkan ijab kabul, karena Rio lah yang akan menjadi wali nikah Mei.


Rio adalah saudara satu-satunya dari gio, dengan suara yang lantang Dio mengucapkan ijab kabul nya.


Sepersekian menit kata *SAH* pun terdengar, semua orang yang berada di dalam ruangan itu merasa senang dan haru, Dea dan sisil menuntun Mei dan mendudukkan Mei di samping dio.


Dio pun menoleh dan memandang wajah cantik Mei yang saat ini sudah menjadi istrinya, sungguh ini sangat mengharukan untuk Dio.


"Selamat sayang, selamat datang juga di keluarga Artadinata sebagai seorang menantu sekaligus seorang putri untuk kami" ucap Rio, memeluk dan mencium kening Mei.


"Makasih banyak ayah, selama ini ayah sudah menjaga dan merawat Mei dengan baik" ucap Mei, meneteskan air matanya.


"Ayah bahagia melakukan itu, bahagia lah kami sangat mengharapkan kebahagiaan kamu" ucap Rio lagi, dan Mei pun mengangguk.


"Selamat putri bunda yang cantik, akhirnya perjuangan kamu buat nunggu Abang nggak sia-sia. perjuangan kamu terbayarkan sayang" ucap Sisil memeluk dan menciumi pipi Mei.


"Makasih, ini semua karena bunda yang selalu dukung Mei" jawab nya.


"Selamat bang, jagain anak bunda baik-baik. awas kalo kamu jahat bunda bawa pulang Mei nya" ucap Sisil.


"Bun yang anak bunda kan aku, lagian Mei juga kan tinggal nya sama bunda" ucap Dio membuat semuanya tertawa.


"Ya, pokoknya kamu harus bahagiain Mei" ujar Sisil, Dio pun mengangguk. ia tau jika bunda nya itu sangat menyayangi Mei.


Dea yang melihat orang tuanya berkumpul dekat Dio dan Mei pun menghampiri mereka, Dea memeluk Dio penuh sayang. karena adik nya itu sudah tidak akan bermanja lagi kepada nya.


"Selamat boy, gak nyangka aja si meskipun kita kembar ternyata gue lebih sakit liat Lo nikah" ucap Dea memeluk erat Dio.


"Hey bumil, ayolah aku akan selalu ada buat kamu. sampai kapan pun kamu tetap kesayangan nya aku setelah istri aku" ujar Dio.


"Baik-baik ya, inget jagain Mei nya jangan di sakitin. Mei juga kakak nitip Dio ya di rawat Dio nya jangan di telantarkan" ucap Dea, membuat Mei memeluk Dea.


"Pastinya, aku gak akan bikin kakak kecewa" ucap Mei membuat Dea tersenyum.


Semua orang sudah mengucapkan selamat kepada sepasang pengantin baru itu, semua keluarga terlihat sangat bahagia.


Apalagi di keluarga mereka ada dua ibu hamil yang selalu membuat kelucuan, jantungan Dea yang sudah menginjak bulan keenam pun menjadi pusat perhatian.


Pasalnya Justin selalu bermain dengan perut istrinya itu, ia sangat senang karena perut Dea yang sering bergerak jika di sentuh oleh Nya.


Namun seketika semua orang menatap ke arah pintu melihat seseorang yang di kenal nya, orang itu terlihat anggun dan cantik.


Setelah sekian lama menghilang Nina kembali karena mendengar Dio menikah, ia melihat Mae dengan tatapan sinis saat matanya menatap perut buncit Mae.


Sementara Mae dan Dea mematung kedua wanita itu sangat merindukan sahabatnya, namun melihat tatapan Nina kepada Mae Dea menepis rasa rindunya begitupun dengan Mae.


"Thanks" ucap Dio, membalas jabatan tangan Nina.


"Hay Meitha, ternyata di balik persaingan kita kamulah pemenang nya. aku kira kamu gadis yang polos dan baik hati, tapi ternyata kamu cukup egois untuk memiliki dia yang bukan hanya di sukai oleh ku tapi juga oleh Mae" ucap Nina, membuat mata Mae membulat sempurna.


"Maksudnya kakak apa ya" tanya mei.


"Kepolosan kamu udah gak ada artinya saat status kamu berubah menjadi istri Dio, aku rasa kamu tau gimana aku berjuang buat Dio namun seenak jidat kamu mengambil dan menikah dengan nya" ucap Nina sinis, Dio menatap Nina dengan tatapan tajam.


"CK, gue kira Lo udah berubah na. ternyata" ucap Mae, ia berjalan mendekati Nina.


"Ooooh Lo Mae, sahabat gue? ups, sorry gak ada sahabat yang gak mendukung sahabatnya kan. dan bahkan gak mungkin ada sahabat yang menyukai laki-laki yang sama dengan sahabatnya" ucap Nina membuat emosi Mae membuncah.


"Haduh gue heran Gusti, ngapa ada orang model begini. udah tau kan cowok yang Lo kejar itu gak suka sama Lo na, dan Lo Masi aja ngarepin dia bahkan Lo datang ke nikahan nya cuma mau ngatain istri tercinta nya" ucap Mae, ia sengaja menekankan kata Tercinta pada kalimat nya.


Nina menatap Mae dengan kesal, ia pun beralih menatap Dea dengan sendu. sungguh ia tidak menyangka jika Dea tidak akan peduli terhadap nya seperti saat ini.


Nina ingin menghampiri Dea namun ia harus ingat bahwa ia kembali hanya untuk misi nya, yaitu untuk mendapatkan Dio. buka. untuk bersedih dan meminta belas kasih.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€—


A**: yang kemarin nanyain si Nina nih udah nongol, dia kan nongol buat jadi tamu undangan πŸ˜‚


N: dia Masi suka sama bang Dio ah 😁


A: gimana kaga suka Dio nya bening begitu πŸ˜‚ gue aja meleleh coy😭


N: haha sama pen gue karungin 😭


A: heh Jan macem-macem Lo, laki orang itu πŸ˜‚


N: iya deh Mon maap gue hilap🀣


A: iya di maafin dahπŸ˜‚


N: πŸ€—πŸ€—πŸ€—*