
Hari ini Dea merasa tubuh nya mudah sekali lelah, sepulang dari kantor Dea merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. namun tiba-tiba ia merasa perut nya tidak nyaman kepala yang berat membuat nya enggan untuk bangun.
Hingga akhirnya Justin pulang ia melihat keadaan Dea yang lemah dan wajah yang pucat, Justin mendekat ke arah Dea dan mengecup kening Dea hingga membuat Dea membuka matanya.
"Emmmhhh, Abang jangan deket-deket aku" ucap nya, membuat justin mengernyit.
"Lah kenapa emang, biasanya kamu suka kalo aku deket-deket kamu" ucap justin.
"Ihhh Abang jangan deket-deket bau tubuh kamu gak enak banget" ujarnya.
Justin pun mencium bau tubuhnya sendiri, ia merasa bingung dengan Dea jelas-jelas tubuhnya masih wangi tapi di Katai bau.
"Sayang ini wangi nggak bau" ucap Justin.
"Nggak mau Abang" teriaknya menutup hidung, Justin yang ngeyel terus saja menempel kepada Dea hingga membuat perut Dea bergejolak. Dea berlari ke kamar mandi dan mengeluarkan isi perutnya.
Hoeeeekkkk...hoeeekkk.... Justin yang mendengar Dea muntah langsung menghampiri istrinya itu, ia melihat Dea yang terus mengeluarkan makanan dalam perut nya.
"Sayang kamu kenapa, kamu sakit" tanya nya.
"Aku sudah bilang Abang jangan deket-deket, bau badan Abang gak enak banget aku mual" ucap Dea.
"Sayang kita periksa ya" ajak Justin, belum sempat dea menjawab tubuhnya sudah ambruk lebih dulu. untung saja Justin sigap menangkap tubuh Dea.
"Sayang yaampun, kamu kenapa" ujarnya, sambil membopong tubuh Dea. ya memang selain nafsu makan yang berkurang pekerjaan Dea pun cukup banyak, hingga membuat Dea kelelahan.
Justin langsung menghubungi dokter keluarga nya, mami alin yang tau Justin menghubungi dokter pun segera ke kamar putranya.
"Ada apa bang? kenapa kamu panggil dokter?" tanya mami alin, ia melihat Dea yang sedang di periksa.
"Dea sakit" tanya nya khawatir.
"Nggak tau mi tadi tiba-tiba aja Dea muntah-muntah" jawab Justin.
Carl yang mendengar rame-rame pun ikut melihat keadaan mommy nya, mata jernih nya itu menatap sendu kepada tubuh Dea yang tengah berbaring.
Justin yang menyadari kehadiran Carl menepuk bahu putranya, Justin menenangkan Carl jika Dea baik-baik saja.
"Tenanglah boy mommy mu pasti baik-baik saja" ucap Justin, Carl pun mengangguk.
Setelah selesai memeriksa keadaan Dea Justin dan mami alin sudah memberikan banyak pertanyaan, dokter itu merasa bingung akan menjawab yang mana dulu.
"Bagaimana dok, katakan istri saya baik-baik saja kan dok" tanya Justin.
"Tenanglah tuan no_" belum sempat melanjutkan Justin sudah memotong nya.
"Tenang katamu, kau lihat istriku tidak sadarkan diri apa kau sudah bosan menjadi seorang dokter" pekik Justin.
"Dad tenang dulu, tadi Daddy yang memintaku untuk tenang bukan" ucap Carl, karena ia merasa tidak sabar ingin mengetahui keberadaan Dea.
"Ah iya maafkan Daddy nak" ujar Justin.
"Nona baik-baik saja tuan hanya sedikit kelelahan, dan selamat saat ini nona tengah mengandung tuan. usia kandungan nona sudah memasuki Minggu ke lima, oleh karena itu nona akan mudah sekali merasa lelah. alangkah baiknya nona tidak banyak melakukan aktivitas yang membuat nya lelah, karena itu akan berdampak pada kandungan nya" ucap dokter itu menjelaskan. Sementara Justin, mami alin dan Carl mematung dan masih mencerna ucapan dokter tersebut.
Hingga tiba-tiba Carl berjingkrak kegirangan ia sangat bahagia karena akan memiliki adik, Carl memeluk sang Oma dengan haru.
"Yeaaaayyyy, aku akan punya adik Oma aku akan punya adik" pekik nya membuat mami alin dan Justin tersadar.
"Dea hamil" tanya mami alin.
"Iya nyonya, dan ini vitamin yang harus di minum oleh nona untuk mengurangi rasa mual nya. kalau begitu saya permisi nyonya" jawab nya, langsung berpamitan.
"Mi Dea hamil mi" ucap Justin, tanpa terasa air matanya menetes. ia kembali mengingat saat pertama kali Dea mengandung, ia yang belum sempat mengetahui nya dan saat ia tahu kehamilan Dea saat itu namun dalam waktu yang sama ia pun harus kehilangan calon anak nya.
"Iya sayang kamu akan memiliki dua anak nak, Carl dan janin yang dikandung oleh Dea" ucap mami alin memeluk Justin dan Carl.
"Wey boy kamu akan punya adik" ucap Justin memeluk Carl.
"Thank you Daddy" ucap Carl.
Justin menghampiri Dea dan menghambur memeluk Dea, Justin mencium kening dan bibir Dea sekilas.
"Terimakasih sayang terimakasih, kamu sudah menambah kebahagiaan keluarga kecil kita" lirih Justin.
Dea pun membuka matanya perlahan ia melihat Justin yang meneteskan air matanya, Dea bingung kenapa suaminya itu menangis.
"Abang Kenapa" tanya Dea pelan, jujur saja saat ini ia tengah menahan bau tubuh Justin.
"Maksud Abang" tanya Dea Bingung.
"Dea selamat kamu hamil nak, saat ini kamu tengah mengandung sayang" ucap mami alin, membuat Dea meneteskan air matanya.
"Ma_mami gak boong kan? aku beneran hamil" tanya Dea.
"Iya sayang kamu hamil" ucap mami alin, jujur saja mami alin merasa sedih, andai Julian seperti Justin pasti rumah nya akan terasa ramai dengan kebahagiaan. tidak lupa dengan rengekan ibu hamil yang akan ngidam aneh-aneh.
"Hiks hiks... abang" lirih nya.
"Iya sayang, mulai saat ini aku akan selau ada buat kamu" ucap Justin.
"Iya bang, tapi aku gak bisa kalo terus-terusan Deket sama Abang" ucap Dea memelas.
"Kenapa" tanya Justin.
"Abang kalo mau deket aku nggak usah pake parfum ya" ucap Dea.
"Baiklah sayang Abang tidak akan memakai nya jika saat bersama kamu" ujar Justin. Dea mengalihkan pandangannya kepada Carl yang berdiri di belakang Justin, Dea tersenyum dan merenggang kan tangan nya agar carl masuk kedalam pelukannya.
"Boy" panggil Dea, Carl yang mengerti menghambur ke dalam pelukan Dea. ia meneteskan air matanya, Carl benar-benar merasa bahagia bahkan di saat seperti ini Dea tidak melupakan kehadiran nya. justru Dea semakin menyayangi nya.
"Mommy thank you, kau terbaik mom tidak ada yang bisa menggantikan posisi mommy" ucap Carl membuat justin dan mami alin terharu.
"Tentu saja aku ini mommy mu, tidak ada yang boleh mengambil putra ku bukan. aku tidak akan membiarkan siapapun merebut mu dari pelukan ku" ucap Dea, mengecup kening dan pipi Carl.
"Ya dan aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mommy, aku akan menjaga mommy dan dedek bayi" ucap Carl.
"Uhhhh putraku sayang" ucap Dea penuh sayang.
Semuanya merasa terharu melihat Dea dan Carl yang saling menyayangi, layaknya seorang ibu dan anak nya.
Cie yang mau nambah anak mah seneng meleπ
Daddy
Mommy
Ini yang mau punya adik, manis banget si bikin ncun meleleh π
Bang Carl
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ππ€
A**: yang nebak-nebak Dea Midun, dan yang greget sama tingkah Dea ni gue kasi jawaban nya ya π
N: keren bisa barengan begitu π
A: janjian Uun waktu produksi nya π€£
N: dikira apaan produksi π€£
A: sabun colek unπ€£
N: an*Ir π€£π€£π€£*