Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 331


Dea yang mendengar ada suara langsung keluar dari kamar mandi, ia melihat Justin yang menggendong putranya.


"Abang udah pulang" tanya Dea, jujur saja jantung nya saat ini berdegup kencang. apalagi saat ia melihat wajah putra nya yang sembab habis menangis.


"Sudah sayang" jawab Justin, ia mencium kening Dea.


"Baby ai kenapa" tanya Dea.


"Ini tangan ai kenapa bisa memar gini" tanya Justin, membuat Dea terkekeh.


"Tanya noh sama anak nya, aktif bener lagian kursi di naikin. itu gara-gara dia manjat lemari pas turun badan nya udah turun tangan nya Masi nyangkut, terus pintu lemari mainan nya ketutup kenceng banget tau kan mainan Aiden kaya apa" ujar Dea, membuat justin menatap putranya.


"Does this hurt boy" (apakah ini menyakitkan boy). tanya Justin.


"Yes dad" jawab Aiden.


"don't be like that anymore, dad doesn't want you to get hurt" (jangan seperti itu lagi, ayah tidak ingin kamu terluka). ucap Justin, ia tidak pernah memarahi seperti membentak atau berteriak, namun Justin selalu memberikan pengertian yang penuh kelembutan dan kasih sayang.


Bukan hanya kepada Aiden, namun juga Justin melakukan itu kepada Carl. entahlah Dea sendiri pun merasa bingung. kenapa banyak sekali yang takut kepada suaminya, padahal jika di rumah Justin selalu terlihat lembut dan penyanyi.


"I'm solly dad" lirih Aiden. Justin tersenyum mencium pipi putranya itu.


"Ini udah kamu kasi obat mom" tanya Justin, membuat Dea menganga karena suaminya biru berkata mom Kepada dirinya.


"Eh, sudah tapi sudah aku beri salep" ucap Dea.


"Dad Aiden want to buy the latest car, and Aiden want to have a younger brother." (Dad aiden ingin membeli mobilan terbaru, dan aiden ingin memiliki adik laki-laki). ucap Aiden membuat Justin tersenyum, sementara Dea terkejut dengan perkataan putranya itu.


Di usia nya yang baru satu tahun Aiden sudah sangat cerdas, hal itu yang membuat Justin selalu menutup rapat mengenai putranya itu.


Namun Dea tidak pernah menyangka jika putranya ingin memiliki adik, Dea menatap Justin dengan horor.


"Bukan aku yang ngajarin" ucap Justin, yang tau arti tatapan Dea.


"Kalo bukan Daddy nya terus siapa Abang" tanya Dea.


"Ya mana aku tahu sayang, yang jelas bukan aku. lagi pula Aiden kan lebih sering bersama kamu" ucap justin.


"Nggak, aku gak ajarin Aiden kaya gitu." ujar Dea.


"Ya aku juga nggak honey, percaya lah buka aku" ucap Justin meyakinkan Dea.


"Yaudah, kalo bukan aku dan bukan Abang udah pasti. tersangka nya adalah_" ucap Dea terhenti, kini keduanya saling adu tatap.


"Mami alin" ucap Dea dan Justin bersamaan.


"Mami kamu tuh bang, Aiden Masi kecil udah suruh minta adik" rengek Dea, kini Dea sudah duduk di samping Justin.


"Aku memang mau Aiden punya adik, tapi nanti kalo usia nya udah dua atau tiga tahun sayang" ucap Justin.


"Aku mah bingung ah, kalian sama aja. emak sama anak 11 12" ujar Dea membuat justin terkekeh.


"Sayang bukan begitu maksudnya, kalo baby ai punya adik saat usia Masi kecil nanti mereka akan terlihat kembar" ucap Justin.


"Iya tapi nggak begitu juga bang, dikira lahirin nggak sakit apa. ini sakit nya Masi terbayang-bayang sama aku" dengus Dea.


"Iya sayang Abang tau, maaf ya Abang gak maksud kok buat bikin kamu kesel" ucap Justin, ia tidak ingin istrinya itu terlihat tertekan.


...


Di tempat lain Aleta tengan bermain dengan boneka nya, gadis itu tidak kalah seperti Aiden yang menjadi kesayangan.


Aleta yang tengah bermain di ruang keluarga di kejutkan oleh kepulangan mami alin, Aleta mendongak dan tersenyum manis.


"El, oma kangen kamu uhhh sayang nya Oma" pekik mami alin.


"Oma stop, ini Deli" teriak Aleta, yang merasa kegelian karena mami alin menciumi pipi gembul nya.


"Hehe, maafkan Oma nak." ucap mami alin.


"Mi udah datang" tanya Mae, yang muncul di belakang mami alin.


"Eh sayang, sudah mami baru saja tiba. dimana Aiden" ujar mami alin.


"Di kamar nya mi tadi lagi sama ana" ucap Mae.


"Mi, jangan di biasain kaya gini. takut nya nanti El jadi manja" ujar Mae, bukan tidak menyayangi putrinya. namun ia hanya ingin putrinya itu mendiri tidak manja apalagi bergantung kepada orang lain.


"Kau ini bicara apa, mami memberikan hadiah untuk nya. wajar saja jika mami memanjakan nya, cucu mami cuma baby El sama baby ai" ucap mami alin, membuat Mae menghela nafasnya.


"Mami kapan datang" tanya Dea, ia baru saja keluar kamar dan menuruni anak tangga dengan Aiden di gendongan nya.


"Belum lama sayang, kemarikan cucu ku" ucap mami alin.


"Ini ambilah cucu mu yang terlewat aktif ini" ucap Dea, membuat Mae tertawa kecil.


"Hey kenapa dengan tangan Aiden" tanya mami alin.


"Tanyakan saja kepada cucuk kesayangan mami itu, kenapa dia manjat-manjat lemari" jawab Dea, yang kini tengah duduk di sofa.


"Apa Daddy nya tidak memarahi mu, karena membuat anak nya seperti ini" ujar mami alin.


"Mau marah gimana, baru nanya aja itu mata udah melotot" ujar Justinn yang tiba-tiba muncul.


"Kalian ini, kenapa tidak bisa menjaga cucuk ku dengan baik" cerocos nya, sambil mengelus jemari Aiden.


"Mami ini kenapa, kami bukan menjaga nya dengan baik. tapi memang Aiden itu lagi aktif mi, dia selalu penasaran dengan segala hal" ucap Dea.


"Cucuk ku ini memang sangat cerdas, dan aku tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi. mau itu kepada Aleta apalagi kepada Aiden" ujar nya.


"Mami itu terlalu memanjakan Aiden, jangan terlalu di manjakan mi aku takut Aiden tumbuh menjadi anak yang arogan" ucap Dea, membuat Justin tersenyum.


"Wajar jika seorang nenek memanjakan putranya, Carl saja tidak menjadi arogan" ucap mami alin.


"Carl beda, mami memanjakan dia saat usianya tidak kecil lagi. tapi Aiden mami memanjakan dia saat dia baru lahir, aku hanya tidak ingin anakku menjadi seseorang yang sombong dan menyepelekan sesuatu mi" ujar Dea.


"Tenang saja itu tidak akan pernah terjadi" kekeh mami alin.


"Terserah mami" ucap Dea pasrah, mau bagaimana pun ia mendebat ibu mertuanya itu tidak akan menang. mami alin tidak akan mendengarkan ucapan nya.


Sudah lah biarkan saja Aiden menjadi kesayangan, Dea ingin tahu jika Aiden memiliki adik apakah mami alin akan memperlakukan adik Aiden seperti ia memperlakukan Aiden.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗


A**: aku mau minta pendapat dong, kemarin ada yg minta Mei nya di ganti katanya yg ini gak cocok. menurut kalian gimana?


N: gak cocok Gimana Thor?


A: gak tau katanya Dio itu terlalu ganteng, dan Mei nya kurang cantek begitu 😪


N: lah kan emang harus nya begitu, kalo yang cakep sama yg cakep lah yang standar begimana? 🙄


A: nggak tau pokonya minta pendapat 😊


N: iya deh di fikir-fikir dulu😁


A: oke Uun 😂*