
Malam hari Dea tengah membaringkan tubuhnya bersama dengan putra kesayangan nya, beberapa hari ini Dea merasa sangat merindukan Aiden bocah yang begitu ia sayangi.
Dea memeluk Aiden membuat putranya itu bahagia Aiden bahkan menciumi wajah sang mommy, meskipun pintar Aiden tidak bertingkah di luar batas usia nya.
Ia tetap di perlakukan seperti anak kecil pada umumnya, begitupun dengan Justin ia tidak memberikan tekanan kepada putranya itu. hanya sesekali membuat Aiden mengerti jika putranya itu tidak seaman anak-anak lain.
"Sayang mommy kangen" ucap Dea membuat Aiden tertawa lucu.
"Mommy ai mu punya dedek" tanya nya membuat sang mommy tersenyum.
"Ai mau punya dedek?" tanya Dea, membuat Aiden mengangguk cepat dengan mata yang yang berkedip lucu.
"Iya ai mau punya dedek dua" celoteh nya.
"Nanti kalo ai punya dedek itu artinya ai harus mandiri, gak boleh nakal dan gak boleh rewel hmmmm" ucap Dea, ia mencoba menjelaskan kepada putranya itu bahwa Aiden harus lebih mengerti.
"Tidak masalah, sekarang ai udah gede gak akan repotin mommy lagi" celoteh nya, di usianya yang ke 2 setengah tahun Aiden cukup mengerti.
"Kamu Masi kecil sayang hmmmmm, tidak boleh seperti itu bertingkah lah seperti anak-anak di usia mu" ucap Dea ia menciumi wajah Aiden.
"Haha mommy geli iya ai Masi kecil, kalo udah gede kan nanti kaya Abang Carl" ucap nya.
"Tentu saja ai akan akan seperti Abang Carl dan tampan seperti siapa" tanya Dea.
"Ai tampan seperti Daddy karena ai anak Daddy" celoteh nya.
"Tentu saja kamu anak Daddy memang nya anak siapa hmmmmm" ucap Justin yang tiba-tiba muncul.
"Daddy" pekik Aiden, bocah itu melompat memeluk Justin.
"Sayang" ucap Justin mencium pipi gembul putranya itu.
"Daddy aku mau bobok sini" ucap Aiden membuat Justin tersenyum senang, karena biasanya Aiden tidak akan merengek minta tidur bareng jika bukan sedang sakit.
"Baiklah kamu akan tidur di antara mommy dan Daddy" ucap Justin.
"Daddy Aiden mau pergi ke pantai" ujar nya membuat Justin tersenyum.
"Anak Daddy ingin jalan-jalan rupanya hmmmm" ucap Justin.
"Iya, tapi nanti kalo dedek nya udah keluar" ucap Aiden ia mengelus perut Dea.
"Memang kalo baby nya belum keluar kenapa?" tanya Justin dan Dea.
"Nggak mau ai mau nunggu dedek dulu, biar nanti ai ada temannya" ujar nya.
"Baiklah boy kita akan tunggu dedek dulu oke" ucap Justin, ia merebahkan tubuhnya di samping kiri Aiden, sementara Dea berada di samping kanan putranya itu.
Aiden terus saja berceloteh mengenai kegiatan nya hari ini, ia berbicara jika dirinya bermain di taman belakang bersama Aleta dan melihat kupu-kupu yang indah.
Bahkan Aiden mengatakan jika adik Aleta lahir terlebih dahulu ia akan menjaga nya seperti ia menjaga adik nya sendiri, Justin dan Dea tersenyum mendengar ocehan putranya. hingga akhirnya Aiden yang merasa lelah pun terlelap.
"Terimakasih sayang terimakasih, karena kamu sudah sabar menghadapi aku dan kamu juga sabar menjaga anak-anak" ucap Justin membuat Dea tersenyum.
"Itu sudah menjadi kewajiban ku bukan sebagai seorang istri, aku akan berusaha untuk tidak mengecewakan suamiku yang tampan, baik hati, dan kaya ini" ucap nya dengan terkekeh.
Dea membalikkan tubuhnya menghadap Justin, Justin yang melihat Dea tersenyum perlahan ia menc*um bi*ir istrinya hingga Melu*atnya.
Dea menerima semua perlakuan Justin lagi pula ia tahu jika Justin tidak akan kelewat batas mengingat Aiden tidur bersama mereka, hingga akhirnya Dea dan Justin selesai melepaskan rindu dan terlelap bersama.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hot Daddy
Aiden
Mommy
*Happy reading 😊🤗
A: maaf ya sedikit mohon maklum 😊
N: Masi sakit kah 🙄
A: hmmmmm Uun 🙂
N: cepet sembuh biar bisa crazy up ,😊😁
A: oke makasih 😊*