Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 188


Sementara di tempat lain seorang wanita sedang merasa kesal kepada Dea, karena semenjak kehadiran Dea di antara mereka membuat lelaki yang menjadi kekasihnya selama beberapa tahun ini berubah.


Ia bertekad jika Dea mampu membuat kekasihnya itu meninggalkan nya, maka ia tidak akan segan-segan merebut Justin kembali. persetan dengan Justin yang sudah membencinya toh dulu saja ia berhasil menjauhkan Justin dengan Agis.


Desi mencengkram sofa dengan erat, ya wanita itu adalah Desi ia sengaja mengikuti Joni. namun tanpa di duga jika ia akan melihat Joni yang sedang mendekati Dea.


"Lihat saja kamu telah membuat kekasihku berubah, maka aku akan membuat lelakimu tunduk kepadaku" geram Desi.


Tanpa ia ketahui rekan perang nya itu siapa, dengan percaya diri Desi akan merebut Justin. apa jika ia tahu siapa Dea ia akan melakukan hal yang sama? mungkin saja tidak, karena keluarga Rio terkenal kejam jika itu sudah menyangkut orang yang mengusik keluarga nya.


...


Di tempat lain Sisil tengah di buat sibuk oleh bayi gede nya, Rio yang sejak tadi hanya menempel saja kepada Sisil benar-benar membuat Sisil mendengus kesal.


Terkadang sikap Rio yang begitu manis tidak sadar jika ia sudah memiliki tiga anak, Sisil mencubit hidung Rio hingga merah dan itu membuat Rio kesakitan.


"Aaaaaaaakh, sayang sakit. jahat sekali kau ini" protes Rio.


"Mas bangun dong ah, ini yang mau nikah siapa yang manja nya siapa" kesal Sisil.


"Sayang kamu itu harus bersyukur, karena punya suami baik hati dan ora sombong" ucap Rio tidak nyambung.


"Iya aku tau kamu baik, tapi alangkah lebih baiknya kamu lepasin aku" mohon Sisil, karena saat ini tubuhnya ada di dalam pelukan sang suami.


"Tidak aku tidak akan melepaskan tawanan ku" ucap Rio. membuat Sisil mendengus.


"Oh my, semoga putri kesayangannya masuk dan merajuk kepada ayah nya yang tidak ada ahlak ini" doa Sisil membuat Rio mencebikan bibirnya. karena jika Dea benar datang akan habislah ia di ceramahi oleh anaknya itu.


Dea selalu melarang sang ayah untuk menciptakan adik lagi, dengan alasan kasihan kepada sang bunda. karena selama ini Sisil sudah banyak kerepotan mengurus tiga anak, jadi Dea selalu bicara agar sang ayah tidak menyakiti bundanya, dan tidak membuat Sisil capek.


Apalagi Dio anak lelakinya itu lebih parah dari Dea, Dio akan mendiamkan Rio hingga berhari-hari jika Rio membuat bundanya bersedih. disini Sisil lah yang paling di jaga oleh anak-anak nya jika mengingat sang ayah yang selalu menempel kepada sang bunda.


"Sayang kenapa berdoa seperti itu" dengus Rio.


"Karena jika anak-anak kesayangan kamu kesini, apalagi Dea habislah kau ayah" ucap Sisil, dan benar saja sepertinya Dewi kebaikan sedang berpihak padanya. Dea datang tanpa mengetuk pintu dan.


Brakkk... pintu terbuka dengan keras, hingga membuat sang penghuni terlonjak kaget.


Sisil mengelus dadanya, untung saja tadi ia dan rio segera memakai pakaiannya. jika tidak apa yang akan ia katakan kepada putrinya itu.


"Ayaaaah. ayah apain bundanya aku" teriak Dea melompat ke atas ranjang.


"Eng...enggak ayah apa-apain kak" ucap Rio melepaskan pelukannya.


"Ayah bohong, di apain bunda nya aku?" tanya Dea lagi.


"Cuma di peluk doang serius" jawab Rio.


"Awas ya kalo ayah apa-apain bunda nya aku" ancam Dea.


"Iya nggak kak nggak" jawab Rio kesal.


Dalam hati Rio merasa heran, kenapa putrinya itu menjadi sangat posesif jika menyangkut sang bunda. apalagi Dio bisa-bisa perang sapu jika Dio tahu apa yang di lakukan nya kepada sang istri.


Kedua anaknya sangat kompak, tidak ingin adik lagi setelah mereka memiliki Dena sang putri bontot.


"Kak tadi habis darimana?" tanya Rio.


"Mini market" jawab nya santai, saat ini posisi Dea sedang merebahkan kepalanya di pangkuan sang bunda.


"Ngapain?" tanya Rio lagi.


"Nganter anteh beli apa ya tadi, aku juga gak tau" jawab Dea.


Rio ikut berbaring di samping putrinya, rasanya tidak rela jika ia harus benar-benar melepaskan tanggung jawabnya kepada Justin.


"Ayah sama bunda kenapa?" tanya Dea menatap keduanya secara bergantian.


"Nggak, cuma lagi mikir aja. baru kemarin kamu keluar dari perut bunda eh sekarang udah mau nikah aja" jawab Rio memeluk sang putri.


Melihat suami dan anaknya seperti itu, Sisil memindahkan kepala Dea ke atas bantal. dan dirinya ikut berbaring dengan posisi Dea yang berada di tengah-tengahnya.


"Ayah sama bunda akan tetep sayang sama aku kan?" tanya Dea takut-takut.


"Ya iyalah kak, kamu itu anak nya ayah sama bunda. yakali kita gak sayang sama kamu" jawab Rio.


"Aku juga, meskipun nanti aku udah nikah kalian tetap orang yang akan aku utamakan" ucap Dea polos.


"Gak bisa gitu, meskipun kamu sayang sama kamu tetap saja suami kamu yang harus selalu di utamakan" ujar Sisil.


"Emang harus begitu ya bund?" tanya Dea.


"Iyalah sayang, surganya kamu nanti udah bukan bunda lagi. melainkan suami kamu" jawab Sisil.


"Yah harus nurut dong akunya" keluh Dea, membuat Sisil dan Rio terkekeh.


"Iyadong, selama ini kan kakak nurut terus sama ayah sama bunda. kakak panti bisa kok nurut sama suami kakak nanti" ujar Rio.


"Baiklah akan aku coba" ucap Dea, kembali membuat orang tuanya tertawa.


"Haha gemes ih anak ayah" ucap Rio.


"Tapi gimana ya. aku aja kalo butuh apa-apa minta sama bunda yah, terus nanti suami aku kalo butuh apa-apa minta sama aku?" tanya nya lagi, yang membuat Sisil dan Rio menepuk jidatnya.


"Haha bilang aja cari sendiri bang, aku aja masih nanya-nanya bunda" tambah Dea lagi, yang membuat Sisil menggigit pipi Dea dengan gemas.


"aaaaaaaa haha bunda sakit ih, emang pipi aku apaan di gigit" teriak Dea.


"Gemas bunda tuh sama kamu kak, bakpao pipimu itu nak" ucap Sisil memeluk Dea.


"anak gemesin model begini mau di nikahin Bun?" goda Rio. ia tahu jika Sisil akan merajuk jika di goda seperti itu.


"Nggak! ini mau bunda museumkan. mana ada anak gemesin model begini" jawab nya.


"Kalo Dea nikah tar bunda di tinggalin" ejek Rio lagi.


"Nggak. kalo kakak nikah tinggal nya sama bunda aja, gak boleh jauh-jauh sama bunda" balas Sisil memeluk erat Dea.


"Mana ada begitu, kan nanti Dea ikut suaminya" goda Rio.


"Yaudah kalo begitu bunda aja yang ikut Dea, nanti Dea tinggal dimana bunda pindah biar rumah nya deketan" ucap Sisil membuat Dea dan Rio tertawa.


"Hahaha bundaku sayang. muaaaah muaaaah, aku sayang padamu" ucap Dea membalas pelukan Sisil.


Ketiga orang yang berada di kamar itupun berpelukan, Sisil merasa takut kehilangan putri nya itu begitupun dengan Rio namun ia tidak memperlihatkan ke khawatiran nya.


Sisil dan Rio terus saja menciumi pipi Dea layaknya seorang anak kecil, Dea yang di ciumi menggeliat kegelian akibat ulah ayah dan bundanya. ia benar-benar tidak menyangka jika ayah dan bundanya sungguh masih menganggap Dea seorang anak kecil layaknya Dena.


Namun Dea bahagia itu artinya kedua orangtuanya itu sangat menyayangi nya, Dea bersyukur karena di lahiran dari rahim Sisil wanita lembut, perhatian dan penuh kasih sayang.


.


.


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


A**: itu di tambah ya 😁


N: yang banyak apaπŸ˜’


A: ini usahakan tiap hari kan Uun😁


N: iyadeh gak apa-apa 😁


A: gitu dongπŸ˜‚


**N: πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚***