
Hari terlihat Mae, Dea juga mami alin yang tengah berkutat di dapur, mami alin yang tengah membuat kue di bantu oleh dua menantu cantiknya yaitu Dea dan Mae.
Sudah tiga Minggu dari kejadian dimana Julian dan Mae melakukan malam pertama yang mengecewakan menurut Mae, tiba-tiba Dea meminta di buatkan makanan pedas di sela-sela membuat kue.
"Mi" panggilnya.
"Ya kenapa nak" sahut mami alin.
"Dea pengen rujak mi" ucap Dea membuat mami alin menoleh.
"Rujak? tapi biasanya kamu gak pernah makan rujak nak" ujar mami alin merasa bingung.
"Gimana ya, Dea pengen rujak tapi yang banyak mangga muda nya" pintanya dengan wajah melas.
"Kita cari rujak dimana mi?" tanya Mae.
"Coba mami panggil Carl ya, kalian tunggu sini biar mami minta tolong Carl" ucap mami alin.
Mami alin pun pergi menuju kamar cucu nya, ia mengetuk pintu hingga si empunya kamar membukakan pintu nya.
"Carl" panggil mami alin.
"Ya Oma" jawab nya, setelah membuka pintu.
"Oma mau minta tolong sama kamu" ucap mami alin.
"Minta tolong apa Oma" tanya Carl.
"Kamu tau yang jual rujak" balas mami alin.
"Tau di deket sekolah aku ada yang jual rujak Oma, Oma mau biar aku beliin" ucap Carl.
"Bukan Oma Carl, tapi mommy kamu yang minta rujak" ucap mami alin.
"Mommy?" tanya Carl.
"Iya nak mommy kamu" jawab Oma alin.
Tanpa menunggu lama Carl turun dan menghampiri Dea yang berada di dapur, Carl duduk di samping Dea hingga membuat Dea menoleh.
"Mom" panggil Carl.
"Ya boy" sahut Dea tersenyum lembut kepada putra tersayang nya itu.
"Mom kata Oma mom mau rujak" tanya Carl.
"Iya, kamu mau beliin buat mommy nak" jawab Dea antusias.
"Tapi kan mommy gak boleh makan pedas sama asam mom" ucap Carl, membuat Dea merenggut.
"Tapi mommy pengen" pintanya.
Jujur saja Carl merasa aneh dengan tingkah mommy nya itu, entah kenapa Carl merasa ada sesuatu dengan Dea.
"Aku beliin tapi mommy makan nya dikit aja gimana?" tawar Carl, karena ia tidak ingin membuat Dea sakit.
"Iya nggak apa-apa" jawab Dea tersenyum.
Carl pun pergi untuk membeli rujak yang di inginkan oleh sang mommy, sementara di dapur mami alin dan Mae masih berkutat dengan pekerjaan nya.
Hingga tiba-tiba Mae mengagetkan Dea dan mami alin yang tengah fokus, Mae berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya.
Hoeeek...hoeekk... Mae terus saja memuntahkan isi perutnya, hingga membuat Dea ikut berlari ke kamar mandi.
"Mae kenapa nak" tanya mami alin, yang sudah berdiri di belakang Mae.
"Mi" hoeek... hoeekkk... Mae kembali memuntahkan cairan yang keluar dari mulut nya.
"Mae ayo kita kedalam, muka Lo pucat" ucap Dea menuntun Mae.
"Pe_rut gue mual berasa di aduk-aduk" ucap Mae lemah.
"Kita ke dokter ya Mae" ajak mami alin.
"Nggak usah mi, paling cuma masuk aingin biasa" tolak Mae.
Dalam keadaan seperti ini mami alin merasa bingung, melihat Dea yang ingin rujak tadinya mami alin berfikir jika Dea sesuatu. namun saat melihat Mae yang muntah dan mual mami alin menepis fikirannya itu.
"Mi... hoekk hoeekk" Mae kembali berlari ke kamar mandi.
Dea dan mami alin saling melempar pandangan nya, Dea berfikir ada apa dengan Mae sementara mami alin berfikir ada yang tidak beres dengan Mae.
"Mi Mae kenapa?" tanya Dea bingung.
"Sakit apa_" ucapan mami alin terhenti saat melihat Mae sudah kembali.
"Mae Lo kenapa, biasanya juga gak pernah masuk angin. apa Lo semalam abis anuan sama si Panjul" ucap Dea polos, membuat Mae melotot.
"Mi kan bisa aja di depan kita berantem kaya si tom sama si Jerry, tapi kalo di kamar mereka sirkus mi" ucap Dea membuat mami alin tersenyum, mami alin akan sangat bahagia jika Mae benar-benar seperti yang ia fikirkan. itu artinya Julian dan Mae tidak akan berpisah.
"Kalian ngomongin apa sii, aku nggak ngerti tau gak" ucap Mae.
"Iya Lo gak bakal ngerti, gue aja sama ko Masi polos" ceplos Dea, membuat mami alin mencolek pipi nya.
"Polos tapi tiap malam lembur kamu kak sama si Abang" ucap mami alin membuat Dea bersemu.
"Mi jangan buka kartu nya aku dong" canda Dea.
"Lo lembur de? lemburin apaan" tanya Mae polos.
"Gue lemburin kerjaan lah" ucap Dea.
"Lembur buat kasi Adek buat Carl Mai" ucap mami alin.
"Wah Lo kuat de, gue aja kadang suka ampun-ampun gitu" ujar Mae keceplosan.
"Ketemi bener aja, Lo kalo emang udah bisa layanin si panjul dengan baik ngapa berantem Mulu dah heran gue" cetus Dea.
"Dea gue mana tau begitu, dia lakuin nya pas gue udah ke alam mimpi. dan tiap gue bangun dia selalu bilang tahan udah nanggung" kesal Mae, yang mengingat perbuatan Julian terhadap nya.
Melihat kedua menantunya yang polos-polos minta di tampol, mami alin menepuk dahinya sendiri dan hal itu membuat Dea dan Mae menoleh.
"Mami kenapa? pusing?" tanya Dea.
"Iya sayang mami pusing denger kalian" ucap mami alin, ia tidak habis fikir dengan Mae yang polos.
"Ada apa dengan kita?" tanya Dea, namun seketika ia mengalihkan pandangan kepada Carl yang sudah pulang dan membawa rujak.
Dengan antusias Dea membuka bungkusan itu dan melihat rujak yang ia ingin kan, Mae yang melihat rujak yang menggiurkan pun memelas kepada Dea.
"De" panggil Mae.
"Apa" tanya Dea ketus, ia tau jika Mae menginginkan rujak miliknya.
"Bagi dikit boleh gak" pinta Mae.
"Gak ada, gak boleh" tegas Dea, Carl yang melihat momy nya menatap tajam kepada Dea. Carl tidak mengijinkan Dea makan rujak dengan porsi yang banyak, karena ia takut Justin akan marah jika nanti Dea sakit.
"Mom" panggil Carl, Dea yang merasa di panggil pun mendongak menatap wajah tampan putranya.
"Iya sayang" sahut Dea.
"Mom udah janji makan nya sedikit aja, jadi bagi aunty Mae" ucap Carl.
"Tapi ini" balas Dea.
"Mau bagi aunty atau aku ambil rujak nya" ancam Carl, Dea pun mencebikan bibirnya ia benar-benar kesal karena Carl malah semakin mirip dengan Justin yang posesif.
"Iyaiya mommy bagi" lirih Dea, Mae yang mendengar itu merasa senang. ia segera duduk di samping Dea.
Mereka memakan rujak itu dengan lahap membuat mami alin dan Carl merasa ngilu, daripada harus melihat sang mommy yang tengah makan rujak Carl memutuskan untuk pergi ke kamar nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗
A**: maaf ya baru up aku kemarin lagi sibuk 😊
N: aku nunggu Thor 😪
A: iya maaf ya Uun 😁
N: iya deh gue maafin Thor 😊
A: oke makasih Uun 🤗
N: sama-sama author 🤗*