
Setelah lelah bepergian seharian Dea dan Carl pun tiba di rumah di hadang oleh Mae, Carl yang melihat wajah Mae pun menepuk dahinya sendiri.
Haih ia benar-benar bodoh melupakan ibu hamil yang satu itu, yang lebih cerewet dari mommy nya.
"Dari mana kalian" tanya Mae.
"Abis jalan-jalan kenapa" Jawab Dea.
"Kenapa gak ngajak" tanya nya.
"Lupa Mae, tadi kita jalan aja gitu gak inget ada penghuni lain di rumah" jawab Dea, membuat Carl menahan tawa nya.
"Carl aunty di lupain" kesal Mae.
"Aunty Carl lupa serius, tadi aja aku sama mommy pergi nya dadakan kok iya kan mom" ucap Carl.
"Iya dadakan kaya tahu bulat, udah ah gue mau mandi capek" ujar Dea berlalu meninggalkan Mae.
"Aunty Carl mandi dulu ya, nanti kalo Carl ada waktu kita jalan-jalan sama mommy juga" ucap Carl, membuat Mae merenggut kesal.
Carl memang tidak bisa berlaku tidak adil kepada Dea, karena ia tidak ingin mengecewakan mommy nya itu.
Jika Mae meminta antar kepadanya maka Carl pun akan mengajak Dea, terkecuali jika Dea menolak ikut maka ia akan pergi berdua bersama dengan Mae.
Bukan apa-apa Carl hanya ingin menghargai perjuangan Dea dalam merawat nya, Carl yang kurus kecil dan terlihat tidak terlalu percaya diri dengan ketampanan nya. menjadi berubah dan memiliki rasa percaya diri saat Dea selalu memberinya motivasi.
Dari situlah Carl sangat menyayangi Dea, ia merasa Dea sudah seperti ibu kandung nya sendiri. ia merasa harus berbakti kepada Dea yang rela membuang waktu hanya untuk merawat nya.
....
Di dalam kamarnya Dea memandangi pantulan tubuh nya dari cermin, tubuh yang dulu nya kecil menjadi lebih berisi.
Tidak tubuh Dea tadinya berisi hingga ia memutuskan untuk diet, sampai saat nya tubuh itu kecil dan sekarang kembali berisi lagi.
Saat tengah asik memandangi tubuh nya Dea di kejutkan oleh Justin yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar nya, Dea pun menoleh yang melihat senyum di bibir suaminya itu.
"Yaampun bang, kaget aku" ucap Dea mengelus dada nya.
"Maaf sayang" ucap Justin tersenyum.
"Abang tumben udah pulang" tanya Dea, ia mengambil tas yang berada di tangan Justin.
"Iya sayang, soalnya hari ini Abang gak terlalu sibuk. jadi pulang cepat" jawab Justin.
"Yasudah, aku siapkan air untuk Abang mandi dulu oke" ucap Dea berlalu ke kamar mandi, setelah menyiapkan air Dea pun menyiapkan pakaian untuk suaminya.
Selama 25 menit Justin pun selesai dengan urusan mandi nya, ia mengenakan pakaian yang di siapkan oleh Dea.
"Aku habis pergi ke mall, setelah itu aku pergi ke cafe bersama Carl bang" jawab Dea jujur, membuat Justin tersenyum.
"Apa kau berusaha membobol ATM ku hmmmmm" tanya Justin, membuat Dea terkekeh.
"Niatnya seperti itu, tapi sayang nya aku gagal ATM mu itu tidak akan pernah bisa habis isinya" ceplos Dea membuat Justin merasa gemas.
"Aku melihat kau membeli banyak pakaian laki-laki dan perempuan" ujar Justin, mengelus kepala Dea.
"Hmmmmm, aku membeli banyak pakaian untuk putramu. agar dia tidak di katakan tidak memiliki baju, dan aku aku juga membeli pakaian untuk Dena" celoteh nya, Justin senang karena jika Dea memakai uang nya itu untuk kebutuhan keluarganya. itu bukan masalah bagi Justin.
"Apa Abang marah?" tanya Dea, ia menatap wajah suaminya itu.
"Tidak, aku justru sangat senang karena istriku ini sangat baik dan penyayang" ucap Justin mengecup pipi Dea.
Sepasang suami istri itu terus saja berbincang, berbagi kegiatan yang di lakukannya hari ini. bahkan sesekali tawa Justin pecah karena celotehan Dea yang menurut nya sangat konyol.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗
A**: bang tin-tin mah ah bikin gue halu kan ya 😂
N: bagi yang kaya gitu satu ikhlas gue Nerima nya 😂
A: kalo ada gue juga mau lah jamileh 🤣
N: fotokopi aja biar ada banyak 🤣
A: hilih ngarang 😒
N: 🤣🤣🤣*