
setelah mendengar ucapan Mei tanpa banyak kata Justin pergi dan segera menuju ruang kerja nya, setibanya di ruang kerja Justin segera menghubungi orang kepercayaan nya agar menemui Justin di rumah nya.
Setelah orang kepercayaan nya datang, tanpa basa-basi Justin segera memberikan tugas kepada Sk.
"Cari dimana istriku di sekap oleh Dodi, dan pastikan kamu menemukan nya dalam waktu dekat ini" ucap Justin.
"Baik tuan muda" jawab sk. setelah nya iapun pamit.
Setelah kepergian SK Justin mengerjakan sesuatu yang akan membuat Dodi kalang kabut, biar saja dengan Begitu ia tidak akan fokus dalam menyekap Dea.
Justin membocorkan rahasia perusahaan Dodi, selama ini Justin sudah memberikan pelajaran kepada Dodi namun Dodi tidak sadar bahwa penurunan saham dalam perusahaan nya akibat ia mengusik Dea.
Untuk kali ini tidak akan ada ampun lagi, jika kemarin-kemarin Justin menyuruh orang-orang suruhan nya maka sekarang ia sendiri yang akan turun tangan.
Lihat saja dalam hitungan jam perusahaan Dodi sudah berada di ujung tanduk akibat kelincahan tangan Justin, melihat misinya selesai Justin tersenyum tipis.
"Ini belum seberapa, jika istri dan anakku kenapa-napa bukan hanya kau yang hancur melainkan keluarga mu akan ikut hancur Kepa*at" gumam Justin.
...
Di tempat lain Dodi sedang kalang kabut setelah menerima kabar dari sekretaris nya yang mengatakan, bahwa ada seseorang yang membocorkan dokumen perusahaan.
Namun sekretaris Dodi juga mengatakan bahwa pelaku tidak dapat di lacak, Dodi merasa heran kenapa kejadiannya di saat seperti ini. dan kenapa bisa bertepatan dengan ia menculik Dea.
"Kenapa kalian bisa kecolongan seperti itu?" tanya Dodi.
"Maaf tuan, pelaku sangat ahli seperti nya ia seseorang yang sangat hebat sampai tidak meninggalkan jejak sedikit pun" jawab orang kepercayaan Dodi.
"Yasudah nanti aku akan ke kantor" ucap nya menutup panggilan.
.
.
.
Sebelum pergi ke kantor Dodi pergi ke salah satu perusahaan temannya, Dodi masuk begitu saja karena ia sudah terbiasa datang ke perusahaan itu.
"Joni ada?" tanya nya kepada sekretaris Joni. ya teman Dodi adalah joni lelaki yang sama yang menyukai Dea.
"Ada tuan silahkan masuk" jawab nya.
Dodi pun segera masuk dan dilihatnya Joni sedang sibuk, Dodi duduk di sofa tanpa di persilahkan.
"Ngapain Lo kesini?" tanya Joni.
"Gue mau minta bantuan sama Lo" jawab nya.
"Bantuan apa?" tanya Joni bingung, karenya setau Joni Dodi orang yang cukup kaya.
"Perusahaan gue di ujung tanduk Jon" jawab Dodi.
"Apa! kenapa bisa begitu?" tanya Joni.
Dodi pun mulai menceritakan saat mula perusahaan nya goyah sedikit demi sedikit, hingga akhirnya sekarang malah berada di ambang kebangkrutan. Joni yang memiliki pemikiran yang cukup pintar tidak bisa menerima penjelasan Dodi oleh akal sehatnya, tidak mungkin ada orang yang dengan sengaja melakukan itu jika Dodi tidak membuat kesalahan.
"Ini gak masuk akal Dodi, gak mungkin ada orang yang tiba-tiba lakuin itu ke elo" ucap Joni.
"Maksudnya?" tanya Dodi.
"Gue yakin ini semua karena Lo bikin kesalahan, mangkanya dia balas menggunakan kekuasaan nya buat bikin perusahaan Lo hancur" jawab Joni.
"Gue gak lakuin apa-apa ko" ujar Dodi.
"Kapan pertama kali perusahaan Lo ngalamin masalah, dan bersamaan dengan apa yang Lo lakuin di luar kantor" tanya Joni.
Dodi pun ingat saat itu dia yang membuat Dea menangis hingga ketakutan, Dodi menjelaskan dirinya yang menyukai seorang wanita hingga ia nekat menculik nya. pernyataan Dodi benar-benar membuat Joni terkejut.
"Kayak apa sii cewek yang bikin temen gue bo*oh kaya gini?" tanya Joni. tanpa menunggu lama Dodi menunjukkan foto Dea yang ia ambil secara diam-diam.
"G*la Lo Dodi, map*s aja Lo sekalian" ucap Joni.
"Lah kenapa?" tanya Dodi.
"Cari masalah, jelas aja perusahaan Lo bangkrut dalam sekejap Lo salah cari musuh" jawab Joni.
"Maksud Lo apaan si?" tanya Dodi.
"Lo tahu cewek yang Lo culik itu siapa hah?" balas Joni.
"Dea Anggita Putri, mahasiswi di kampus gue" ujar Dodi santai.
"Yaampun Dodi otak Lo, itu Dea cewek nya si Justin Lo tau Justin?" ucap Joni.
"Yap gue tau, tapi yang gue tau Justin Putra Abrisham. pengusaha muda Nomor satu kan" ucap Dodi.
"Nah iya cewek yang Lo culik itu cewek nya si Justin, gue gak ikut-ikutan soal ini kalo Lo mau bangkrut ya bangkrut aja sendiri jangan ngajak-ngajak gue. secinta-cinta nya gue sama tuh cewek gak bakal gue sebodoh elo! korbanin perusahaan yang udah Lo rintis dari bawah" jelas Joni, mendengar ucapan Joni Dodi menganga.
"Tapi dia bilang kalo dia udah nikah Jon, dan dia lagi hamil. tapi gue juga gak percaya" ucap Dodi.
"Kalo dia beneran udah nikah itu artinya dia istrinya Justin, dan kalo emang dia lagi hamil itu artinya anak justin. udah daripada Lo mamp*s karena kemurkaan si Justin mending Lo terj*n aja di atas gedung perusahaan Lo" kesal Dodi. pasalnya ia takut akan terseret, ia baru mengetahui mengenai Justin kemarin-kemarin saat dirinya menyelidiki Justin. namun ia tidak bisa menyelidiki Dea.
"G*la Lo ya bukannya nolong gue malah ngoceh aja" cetus Dodi.
"Lagian Lo kalo bertindak gak make fikiran" ucap Joni.
Keduanya terus saja berdebat, Joni meminta Dodi untuk mengembalikan Dea namun Dodi tidak ingin karena ia sangat menyukai Dea.
Bahkan Joni merasa heran Dodi itu beneran suka apa hanya sekedar ingin memiliki saja, sampai obsesi nya udah kaya orang yang kurang war*s.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***selamat membaca 😊🤗
A**: gue kesel serius😒
N: ngapa sii kesel Mulu?
A: gondok sendiri gue😪
N: 🤣🤣 gue juga sama kesel gue sama Dodi dan Nina😒
A: jangan nya elo gue aja yang nulis nya kesel😒
N: sue Lo🤣🤣*