
Sore hari Justin sudah pulang dari kantor nya, tidak lupa ia membawa pesanan sang istri yaitu buah delima.
Dengan semangat Justin masuk ke dalam kamarnya, ia melihat Dea yang tengah duduk di sofa sambil memakan camilan. matanya fokus pada televisi di hadapan nya, Justin mendekat ke arah Dea dan mencium pipi sang istri.
"Ih Abang jangan cium-cium" ucap Dea membuat justin mendengus, iapun meletakan buah yang dibawa nya di meja.
"Itu apaan?" tanya Dea penasaran.
"Buah delima sayang" jawab Justin, Dea mengernyitkan dahinya.
"Untuk apa?" tanya Dea, dan membuat justin melongok.
"Sayang tadi pagi kan kamu minta buah delima sama Abang" jawab Justin.
"Iyakah" ujar nya.
"Hmmmmm" balas Justin.
"Tapi aku sudah tidak ingin memakan nya, jadi Abang saja yang makan ya" ucap Dea membuat Justin terbelalak, ia benar-benar tidak habis fikir dengan sikap Dea.
"Sayang aku tidak ingin makan buah delima" ucap Justin.
"Kenapa" tanya Dea.
"Abang kurang menyukainya' jawab Justin lagi.
"Yasudah Abang taruh di dapur aja" ucap dea.
"Kamu marah?" tanya justin.
"Tidak, aku tidak marah" jawab nya.
"Terus kenapa kamu cemberut" tanya justin lagi.
"Camilan ku habis" jawab Dea, menunjukkan beberapa bekas camilan yang berada di atas meja.
"Kamu menghabiskan semuanya?" tanya Justin tidak percaya.
"Hmmmmm" jawab Dea.
Sungguh ajaib, Dea yang biasanya tidak pernah ngemil dan sangat menjaga postur tubuhnya. dan sekarang ia menghabiskan beberapa Camilan dalam waktu satu hari.
Justin mendekat ke arah Dea dan mencium pipi Dea yang mulai chubby, Justin merasa gemas dengan wajah istrinya itu.
"Sayang Abang kangen" lirih Justin.
"Abang aku juga kangen, tapi aku gak bisa deket-deket Abang" ucap Dea sendu.
"Kamu tega biarin Abang bersolo ria di kamar mandi terus" ucap Justin memelas.
"Abang tega kalo nanti pas anuan terus udah nanggung, eh akunya mual dan muntah-muntah" ucap Dea membalikkan.
"Sebentar aja ya" bujuk Justin.
"Abang ih jangan deket-deket aku apa, enek banget tau" pekik Dea, kali ini ia menutup hidungnya.
"Jahat banget sii" lirih Justin.
"Udah Abang bersolo aja dulu, nanti kalo dapet penghargaan kasi tau aku" ledek Dea, membuat justin mencebikan bibirnya.
"Solo itu gak enak sayang, sendiri terus sendiri terus" Grutu nya.
"Ya kalo berdua itu namanya duet bang bukan solo" ucap Dea.
"Sayang ah satu celup aja lah" rengek Justin.
"Dikira gue teh apa celup-celup" dengus Dea, membuat justin terkekeh.
"Sayang" panggil Justin.
"Melati dah jangan celup-celup" ujar Dea, kali ini tawa Justin pecah karena tingkah istrinya.
"Iyadeh nggak celup nggak melati" ucap Justin.
"Apa dong" tanya Dea, dengan polos.
"Sarimeh" ucap Justin.
"Gak lucu" cebik Dea, Justin yang gemas mencium pipi Dea dengan kencang, dan setelah itu ia langsung berlari ke kamar mandi. sebelum ibu negara berteriak dan benar saja Dea berteriak memanggil namanya.
"Justin Putra Abrisham" teriak Dea, namun yang di panggil hanya tertawa terbahak-bahak.
"Sabar ya nak, Daddy kamu emang rada edan" ucap Dea, mengelus perut nya.
Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka nampak lah sosok tampan dengan senyum termanis nya, Dea yang melihat tingkah konyol suaminya hanya memutar bola matanya dengan malas.
"Biasa aja itu mata bay, gak usah muter-muter kaya komedi gitu" ledek Justin, sambil mengenakan pakaian nya.
"Mana ada komedi putar" dengus Dea, Justin pun menjatuhkan diri nya di samping tubuh Dea. dengan cepat ia memeluk tubuh istri tercinta nya.
"Abaaaaang, lepas haihhh" teriak Dea memberontak.
"Haha gak akan aku lepas, aku kangen sama kamu sayang" ucap Justin.
"Ini yang gak mau deket itu anak kamu ya, tapi aku yang kesiksa ngerasain mual nya" pekik Dea.
"Sayang, Daddy kangen mommy nak jadi biarin Daddy peluk mommy kamu dulu ya" ucap Justin dengan mengelus perut Dea.
"Nyebelin" dengus Dea, menutup hidungnya.
"Aku nggak ada salah kan sama kamu bay, tapi kenapa anak aku gak mau deket-deket aku" ucap Justin.
"Kamu nya nyebelin bang jadi dia males buat deket sama kamu" ucap Dea tertawa.
"Nggak lucu, liat aja nanti kalo udah lahir dia pasti mirip aku" ucap Justin.
"Kenapa begitu" tanya Dea.
"Yang nanam bibit nya, yang ngasi pupuk nya aku. otomatis hasilnya akan seperti ku kan barasal dari bibit unggul yang aku tanam" jawab Justin, membuat Dea memukul lengan nya.
Plaaakkk...
"Awwwwh, sakit sayang" ucap Justin mengusap lengannya.
"Enak aja! yang mual aku, yang muntah-muntah aku, yang Midun aku, yang lahirin aku. kalo nanti hasilnya mirip kamu lah aku begimana?" ucap Dea.
"Ya kamu terima nasib lah sayang" ucap Justin.
"Haih kau ini menyebalkan sekali Abang" ujar nya, menggigit tangan Justin.
"Araaagghhh, sayang sakit" pekik nya, namun tiba-tiba. hoeeeekkkk... hoeeeekkkk... Dea pun berlari ke kamar mandi, melihat itu Justin bingun ia ingin tertawa tapi merasa tidak tega kepada Dea.
Tanpa menunggu lama Justin menyusul Dea dan memijat tengkuk istrinya, Dea terus saja memuntahkan isi perutnya.
"Sayang udah dong, kalo di keluarin terus nanti perut kamu kosong" ucap Justin.
"Aku o*n banget, ngapa gak nutup hidung" lirih nya membuat justin tersenyum.
"Jangan gitu namanya juga lupa, maaf ini semua gara-gara Abang song ngeyel" ucap Justin.
"Nggak kok Abang gak salah, yaudah aku mau istirahat" ucap Dea, dengan ceoat Justin mengangkat tubuh Dea dan merebahkan nya di tempat tidur dengan hati-hati.
Setelah itu Justin ikut berbaring di sebelah Dea, Justin menatap punggung Dea yang tidur membelakangi nya. ia menghela nafasnya dan ikut terlelap.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ππ€
A**: nah loh kena kan dua-duanya π
N: Sian Abang Thor, udah aneun ituπ
A: haha tahan ya nanti juga di ijinin jenguk dedek nya kokπ
N: haha oke lahπ*